
"Hufftt.. akhirnya jadi juga ya Na, kue tart tiga susunnya. Sekarang aku mau langsung kirim ke tempat acara pernikahannya. O ya, coba kamu cek, siapa nama yang memesan kemaren ya. " ucapku
"Bagus banget kak, kak Amel emang keren...." jawab Nana
"Ehmm kak, bagaimana kita nanti berpakaian saat datang di acara. Jujur saja, aku sangat bingung mau pakai baju apa. Takut salah kostum kalau datang diacara nikahannya orang kaya." Imbuhnya..
"Hahaha... kamu lucu sekali Na, apapun yang kamu pakai, akan tampak bagus kalau kamu percaya diri. Jadi.. nggak perlu baju yang mahal."
"Kak Amel bener..."
***
MALAM HARI..
Diacara pernikahan keluarga Brahmantya.
"Pa, kenapa papa maksa Aldo buat ikutan sih pa..?"
"Sudah, kamu diem aja, temen papa mau ketemu untuk berbincang dengan kamu langsung, ada tender baru yang akan diberikan sama kamu."
"Tapi Aldo..."
Belum selesai berbicara, teman papa sudah datang untuk menyapa papa dan mama.
"Haii.. haii.. selamat datang pak Dirwan dan juga Ibu Tara, senang melihat kalian hadir disini." sapa pak Dude.
"Hai juga pak Dude, selamat ya atas pernikahan putri anda. Acara yang sangat meriah dan elegant. Ini kenalin, anak saya Aldo.."
"Hahaa.. ini semua anak saya sendiri yang atur pak Dirwan, kita sebagai orang tua hanya bisa mendukung saja. O ya, senang berkenalan dengan kamu nak Aldo. Kalau sudah bertatap muka seperti ini, rasanya saya tidak ragu lagi untuk menyerahkan tender ini pada perusahaan Dirwantara, hahaha..."
"Terima kasih.. pak Dude." jawabku sopan.
"Waoww.. Pak Dude, desaigne kue tar nya sangat cantik sekali." ujar mama Tara kagum saat melihat kue tar pernikahan milik putri Pak Dude.
__ADS_1
"Kalau kue itu Clara memesan di Aurora bakery, toko itu nggak sebegitu besar menurut saya, tapi sangat viral dikalangan anak remaja katanya."
"Benarkah, kita harus mencoba kesana ya pa?
"Iya ma.." jawab papa Dirwan.
"Pa, Aldo mau ketoilet dulu ya.. permisi sebentar pak Dude."
"Ya. Silahkan nak Aldo." ucap pak Dude.
***
AMEL
Saat didepan gedung Nana terus memegang tanganku dengan perasaan panik.
"Kenapa telapak tangan kamu dingin banget Na...?" tanyaku
"Katanya mau ketemu cogan" godaku
"Hehehe... kak Amel kalau ngomong suka bener." Nana kembali cengar-cengir.
"Udah ayo masuk." ajakku
Saat didalam, agak canggung juga sih. Karna didalam sana nggak ada satu orangpun yang aku kenal. Celingukan kesana kemari, dan mencoba berbaur dengan suasana didalam sana. Namun ternyata ada salah satu tamu yang mengenalku lalu menyapaku.
"Kak Amel, kamu kak Amel yang yang viral itukan. Dari Aurora Bakery. Oouchh... aku syuka banget lho sama red velvet buatan kak Amel. Eh bentar ya... aku panggilin Clara."
"Eh.. terima kasih. Tapi..."
"Udah kak Amel tunggu sini aja, Clara pasti seneng liat kak Amel datang."
"Waoo... kak Amel terkenal kayak artis." Nana menggoda.
__ADS_1
"Heehhe..."
"Kak Amel... haii... terima kasih udah datang di acara aku.. Aku seneng banget, kak Amel tau nggak, semua tamu kagum sama kue tar aku. Emang nggak salah pilih dech aku. Makasih ya kak.." Clara yang datang langsung memeluk Amel dengan perasaan puas dan senang.
"Sama-sama... kamu cantik sekali Clara."
"Jadi princess sehari...hahaha.. "
***
Aldo yang keluar dari toilet segera bergabung dengan papanya. Dia melihat sekeliling ruangan gedung itu, lalu dia sekilas melihat wajah Istrinya.
Amel. Gumamnya..
Kakinya secara spontan melangkah menghampiri orang yang ia yakini adalah istrinya. Jantungnya berdegup kencang, perasaan yang tak karuan melingkupi pikirannya, berharap dengan apa yang ia lihat ada nyata.
Saat Aldo sudah dekat dengan orang itu, tangan Aldo meraih bahu orang itu.
"Amel..." ucapnya.
Aku terkejut mendengar suara yang tak asing bagiku. Dengan ragu kubalikkan badan dengan air mata yang sudah menggenang ditepian mataku.
Aldoo...
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
To be Continue
Thanks for reading
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak kalian ya, Supaya aku tambah semangat.
π€π€π€π₯°π₯°π₯°
__ADS_1