
Di bandara juanda.
Aldo membantuku membawa koper yang aku bawa.
"Sayang, hati-hati ya. Jangan lupa telpon aku setiba disana. Okay." ucap Aldo dengan mengusap kepalaku lembut.
"Pasti beb. Jaga anak-anak ya." aku memeluknya lalu ku meninggalkannya dan berjalan masuk.
***
Setelah kurang lebih empat jam, aku sudah tiba di toko bakery milikku. Dimana tempat itu adalah tempat pertama kalinya aku memulai usahaku dan akhirnya aku dipertemukan dengan Nana lalu Dimas, anak kecil yang telah membuatku merasa ingin terus membantunya.
"Assalamualaikum Nana..." ucapku
"Waalaikum salam.. kak Amel, Alhamdulillah kak Amel sudah sampai. Masuk kak, sini barangnya biar Nana bawain. Kak Amel langsung istirahat dulu aja." Nana merasa senang melihatku.
"Terima kasih ya Na. O ya, Dimas mana? Kok nggak kelihatan." tanyaku
"Oo.. dimas masih pergi membeli sesuatu kak."
"Ya ampun aku lupa memberi kabar pada Aldo. Bentar ya Na.." ucapku sambil mengeluarkan ponsel yang ada ada didalam tasku.
Tuuttt.... tuuttt...
"Hallo.." terdengar suara Aldo
"Hai beb, Assalamualaikum,aku barusan aja sampai ditempat Nana."
"Wa'alaikumsalam, Syukurlah..." ucap Aldo
"Baby twin lagi apa beb, apa mereka rewel."
"Dont worry sayang, mereka aman bersama mama. O ya, kamu jangan lupa makan ya."
"Ok, kalau begitu aku tutup dulu ya telponnya, nanti aku kabari lagi. Assalamualaikum.."
"Wa'alaikumsalam."
Lalu aku menutup panggilanku dilayar ponsel.
__ADS_1
Saat ditoko, aku melihat sekelilingku, mengingat kenanganku saat mendirikan toko ini seorang diri. Hinggaku dipertemukan dengan orang-orang yang baik juga seperti Nana dan Dimas.
Assalamualaikum....
Terdengar suara Dimas dari luar.
"Wa'alaikum salam." jawabku
"Kak Amel... Kak Ameeelll ... (huhuhu..hiks..) Dimas langsung menangis saat mengetahui aku sudah sampai ditoko.
"Haii Dimas, yang sabar ya. Mungkin Allah lebih menyayangi ibu kamu, dan sekarang ibu kamu sudah tidak mersasakan sakit lagi. Sekarang kewajibanmu saat ini hanya belajar dan sekolah. Kamu harus buktikan kalau kamu bisa jadi sukses, okey." ucapku menyemangati Dimas
Dimas hanya mengangguk dan masih sesenggukan karna menahan tangisnya.
"Ia kak Amel.. Dimas janji akan giat belajar."
"Bagus, itu baru anak pintar." ucapku
Malam hari tiba
Aku dan Nana bersama-sama mempersiapkan makan malam untuk kita bertiga, karna memang Dimas sudah tak ada yang mengurusnya lagi.
Saat dimeja makan aku bertanya pada Nana,
"Alhamdulillah Kak, peminatnya semakin bertambah."
"Syukurlah kalau begitu. Mungkin tak lama lagi aku akan membuka cabang di Surabaya."
"Alhamdulillah... Nana ikut seneng kak."
Tok..tok..tok
Bunyi suara ketukan pintu dari arah depan.
"Kliatannya ada tamu Na."
"Biar Nana liat dulu Kak."
Nana berjalan menuju ruangan depan untuk mastikan siapa yang datang.
__ADS_1
Lalu dengan segera ia kembali lagi dan memanggilku.
"Kak, ada tamu nyari'in kak Amel."
"Siapa Na?"
Nana mengangkat kedua bahunya dan berkata, " nggak tau, namanya Ray kak."
"Apa!!!" aku sontak terkejut mendengar siapa yang datang ditokonya.
Bagaimana ia bisa mengetahui kalau aku ke Jakarta. Batinku
Aku pun melihatnya untuk memastikan apakah dia adalah Ray yang aku kenal.
Dan ternyata.. yahh.. benar saja, dia adalah Ray, kakak kelasku saat aku masih kuliah dulu.
"Ray.. kamu kok bisa tahu aku disini. Dan ini, kenapa kamu bawa koper."
"Oh, aku tahu Intan, makanya aku buru-buru susulin kamu. Dan ini aku baru datang langsung kemari, untuk memastikan kamu benar-benar ada di toko roti ini. Aku merindukanmu Mel."
Tiba-tiba Ray memelukku.
"Ray, lepasin.. kita nggak boleh seperti ini. Aku udah berkeluarga."
"Oops, sorry Mel. Aku bener-bener kangen sama kamu. Dan rasa yang dulu aku miliki nggak berubah sedikitpun kekamu."
"Tapi maaf ya Ray, lebih baik kamu lupain semuanya. Kita jalan sebagai teman aja, jangan berharap lebih." Ucapku.
"Aku akan mencobanya. Kalau begitu aku mau langsung cari hotel disekitar sini. Besok pagi aku datang lagi kemari ya. Please, jangan menolakku, aku datang sebagai teman. Okey." ujar Ray dengan mimik wajah yang selalu nampak cool.
"Yachh.. kamu boleh datang kemari." jawabku.
"Hiyyeess... Thanks ya Mel.. Bye.." ucapnya senang sambil berjalan meninggalkan toko rotiku.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
To be Continue
Thanks for reading
__ADS_1
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak kalian dikolom komentar ya...
π€π€π€π₯°π₯°π₯°