I Love Cowok Posesifku

I Love Cowok Posesifku
Eps 42. Harapan mama Tara


__ADS_3

Tidak terasa pernikahanku dengan Aldo saat ini sudah jalan kurang lebih dua bulan. Dan akupun sudah mendaftar disalah satu universitas yang ada disini.


"Al, barusan aku dapat informasi kalau aku diterima di Universitas U. Aku seneng banget sayang."


"Oo baguslah, jurusan apa yang kamu ambil ?" tanya Aldo


"Aku mengambil jurusan Sekertaris." jawabku


"Terserah kau saja."


"Sayang, kau tak marah lagi kan. Aku janji aku akan mendahulukan kepentingan keluarga kita. Okay..!"


"Hmm... aku pegang janjimu ya.."


"Ehmm... terima kasih sayang, love you." jawabku dengan senyuman dan melingkarkan tanganku ke lehernya.


"Kita kerumah mama yuuk sekarang." ajak Aldo


"Apa kamu nggak kekantor hari ini."


"Nggak, semua urusan da aku kerjain semalam."


"Baiklah, aku siap-siap dulu ya."


***


Sesampai dirumah mama Tara.

__ADS_1


"Ma, Assalamualaikum."


"Eh sayang, apa kabarmu??" tanya mama Tara padaku


"Baik ma,.." jawabku dengan memeluk mama Tara.


"Bagaimana.. apa sudah ada kabar baik. Apa diperutmu sudah ada calon cucu mama."


"Maaf ma, masih belum." jawabku menyesal.


"Ya sudah nggak apa-apa, munkin calon cucu mama masih OTEWE." candaan mama Tara yang membuat aku tertawa.


"Maaf banget ya ma, aku masih belum bisa kasih cucu mama, karna aku saat ini meminum pil kb agar aku bisa melanjutkan kuliah dulu." ucapku dalam hati.


"Ayo.. ayo...masuklah, istirahatlah dulu dikamar, mama akan buatkan makanan."


"Amel bantu ya ma.."


"Sudah... ayo kita kekamar." ajak Aldo


Saat dikamar Aldo.


"Kau tahu sayang, mama sangatlah kesepian semenjak kita menikah. Mangkanya dia sangatlah mengharapkan kita segera membuat cucu untuknya." sambung Aldo


"Ya, aku tahu." jawabku lirih


"Apa disini masih belum terjadi sesuatu." ucapnya sambil mengelus perutku.

__ADS_1


Aku hanya bisa menggelengkan kepalaku.


"Baiklah... semoga Allah segera mempercayakan kita untuk menjadi orang tua." ucap Aldo


Lalu Aldo mencium bibirku dengan lembut, dia melum** bibir atas dan bawahku bergantian hingga kita saling bertukar saliva. Lambat laun ciuman Aldo menjadi ciuman yang sangat panas. Ciumannya turun keleher putihku dan turun lagi kearea dua benda kenyal tapi bukan jelly milikku. Mencecap dan meremasnya bergantian.


"Gila!! Hanya dengan ciumannya saja aku bisa terlena seperti ini." gumamku. Kutarik rambut karna aku merasa keenakan.


Kumendesah berkali-kali karena permainan lidah Aldo sangat nikmat.


"Heii sayang, apa kau sudah mengunci pintu kamar." ucapku


"Ya..." jawabnya lalu melanjutkan permainannya lagi.


Kali ini dia menarik bajuku keatas dalam satu kali tarikan. Hingga tersisa pakaian dalamku saja.


Dia membaringkanku di tempat tidur miliknya, lalu kembali menciumku dan turun hingga di area sensi**fku. CD yang aku kenakanpun dilepas olehnya. Mengecupnya disetiap inci tubuhku.


Dan akhirnya dia juga memainkan lubang milikku dengan lidahnya. Mendorong lidahnya hingga masuk dan menji**** areanya.


"Enghhhh...ssstt..aahhh... enak sayang..hmm.. terus..." desahku keenakan.


Lalu tak hanya dengan lidahnya, Aldo juga memainkan jari tengahnya... memaju mundurkan jarinya hingga aku mencapai klimak dua kali hanya dengan permainan jarinya.


"Ssttthh...aaahhh...."


Aldo membalikkan posisiku membelakangi dirinya dengan sedikit jongkok. Dia melakukan aksi terakirnya sampai dia melakukan pelepasannya.

__ADS_1


"ahhh.... hah..hah...huh." Nafas kita saling bersautan.


Hingga tak lama dari itu mama mengetuk kamar dan memanggil dari balik pintu.


__ADS_2