I Love Cowok Posesifku

I Love Cowok Posesifku
Eps 32. Tradisi


__ADS_3

"Kau ini lucu sekali Mel..selalu ajja ceroboh." ucap Intan..


"Hehehe......" Aku hanya meringis dan menggararuk keningku.


Setelah Intan yang meledek Nayla sekarang ganti Aldo juga ikutan meledek Nayla.


"Apa kau minta aku yang menggendongmu tuan putri..?" ucap Aldo


"Tidak!! Terima kasih...!!" tolakku sambil memutar bola mataku...


"Jangan cepet ngambek nanti cepet kriput, trus tua trus jelek." ledek Aldo lagi.


"Biarin...!! Tapi kamu tetep sayang kan.." jawab Amel bermanja di lengan Aldo.


"Ogaah...kan jelek."


"Kau ini..!! " aku memicingkan mataku dan menggigit bibir bawahku sambil mengumpat.


"Ehh...sabar sayang...sabar ya..." sela Intan "Nanti kamu bakal tua beneran lhoo.." imbuhnya..


" Kalian ini...!! Ini namanya sudah pembullyan berkelompok."


"Hahaha.... maaf ya Amelku yang comel. Liat Amel tuh Al...da esmosi jiwa..buruan minta maaf."


Aldo hanya tersenyum melihatku lalu tangannya mencubit hidungku yang ukurannya lumayan mancunglaahh..


"Auuww....!! "


"Hehe...kau cantik Mel..sampai kapanpun kamu tetep cantik... dan sampai kapanpun aku tetep sayang sama kamu." bisiknya di telingaku..


*


*


*

__ADS_1


Acara wisudapun akhirnya berakhir...


Amel, Intan dan teman-teman lainnya saling berpelukan. Saling mensuport satu sama lain.


Ada juga yang menangis terutama Amel,..


Dia sangat akan merindukan masa sekolahnya ini. Dan juga setelah ini dia akan merindukan sahabatnya yang akan lanjut kuliah d luar kota.


"Ohh.. Intan...pasti aku sangat merindukan masa kita berdua." ucap Amel sambil memeluk Intan.


"Akupun juga sama Mel..."


Aldo dan Ricko hanya melihat aksi drama keduanya.


"Heii bro... congrats ya..." Ujar Aldo memulai pembicaraan.


" Sama-sama bro...congrats juga buat kamu ya.." jawab Ricko


Mereka berpelukan ala cowok-cowok cool..


Setelah itu Ricko menghampiri Amel..


"Selamat ya Mel..untuk kelulusan dan untuk acara kamu minggu depan." kata Ricko


"Selamat juga buat kamu ya pangeran kodokku, semoga kalian juga cepet nyusul."


"Boleh aku memelukmu Mel.." Ricko meminta ijin Amel


Amel mengangguk.. "Yeahh...of cours.."


Lalu Aldo memeluk Amel dengan sangat erat. Seolah ia tak rela jika Amel dengan orang lain.


Intan hanya diam memakluminya. Tapi tidak dengan Aldo, wajahnya sedikit menegang menahan rasa cemburunya.


"Ric... sudah ya meluknya...aku merasa gerah."

__ADS_1


Mata Amel melirik Aldo yang sudah merah padam menahan cemburu.


Ucapan Amel langsung menyadarkan Ricko.


"Oops...Sorry Mel...kebawa suasana. Okey kalau gitu, kita balik dulu ya Mel. Bye...!!" ucap Ricko sambil menggandeng tangan Intan.


"Balik duluan ya Mel..Aldo.." ucap Intan.


"Okey..hati-hati ya... salam buat mama dan papa kalian.."


"Ok!!"


Mama dan papa mengampiri Amel..


"Sayang balik yuuk.."


"Ehm..tante boleh saya ajak Amel kerumah. Ada yang mau mama bicarakan katanya, iyakan ma..?!!" Saut Aldo sambil mengkode mamanya.


"Ehh iya mbak..boleh ya..sebentar saja. Lagi pula besok mereka sudah melakukan tradisi di pingit" kata mama Tara.


"Baiklah kalo begitu..mama dan papa langsung balik dulu ya Mel.. mbak Tara..."


"Dipingit?!! Apa itu ma..?" tanya Amel penasaran.


"Itu tradisi sebelum menikah sayang, kalian nggak boleh ketemuan dulu selama satu minggu sebelum acara pernikahan."


"What..!! Seminggu ma.." Aldo kaget dengan tradisi semacam itu.


"Kamu masih enak satu minggu nggak ketemu, jaman dulu mama sama papamu Sebulanan nggak boleh ketemu."


"Astaga.." Aldo menggaruk keningnya yang nggak terasa gatal.


"Okey ma..siap" jawab Amel


"Siap apanya.." suara Aldo jengkel

__ADS_1


__ADS_2