
"Hufftt...!! okey.. okey.. gue penuhin permintaan lo. Asal besok lo kirim nomernya ke gue." jawab Ray terpaksa mengiyakan persyaratan Mawar.
***
"Ssstt.... Aaww.. sayang sakit banget. Pelan-pelan donk." lirihku.
"Aku dah pelan-pelan nech..!! Tahan sebentar ya, bentar lagi selesai."
"Mmpphh... iisshhh... aauuww... sakit... sayang.., ahh... sakit...!!"
"Haa...!! Akhirnya selesai kan!! Itu tadikan masih dibersihkan ama alkohol dulu biar nggak infeksi tangan kamu yank.."
(Hayooo... para readers da kepikiran kemana-mana ya..!! Tangan Amel ceritanya kena pecahan beling saat mencuci piring semalam. Setelah itu mereka langsung tidur bersama.)
***
Pagi harinya.
Seperti hari-hari sebelumnya, aku selalu bangun pagi untuk menyiapkan sarapan suamiku.
Aku berjalan menuju dapur untuk membuatkan sarapan sederhana buat Aldo. Hanya roti isi dan susu hangat yang aku sediakan dimeja makan.
Saat semua sudah selesai, kini aku bergegas membangunkan Aldo yang masih tidur lelap dikamar.
"Sayang, bangun yuuk...!! Da pagi nich.. Waktunya sarapan." ucapku.
"Hmm... jam berapa nech yank... aku masih ngantuk nech.." jawab Aldo. Dan tangannya kembali memeluk erat guling yang ada disebelahnya.
"Ayook... nanti kesiangan, cepet bangun."
Aku merentangkan tubuhnya dan menggoyang-goyangkan bahunya.
__ADS_1
"Morning kiss dulu.." kata Aldo manja.
"Iihh... kamu kan belum gosok gigi. Nggak mau ahh..!!"
Ditariknya tangan aku dan kembali direbahkan di tempat tidur. Tangannya melingkar erat ditubuhku lalu berkata,
"Kau tahu sayang, ada yang pengen masuk nech... boleh ya..." suara Aldo serak parau berbisik ditelingaku hingga membuat bulu kuduku berdiri..
Kurasakan sesuatu yang menegang dibawah sana. Mungkin efek hawa dipagi hari yang dingin jadi adek kecilnya berdiri tegak seperti menara.
Tanpa ijinku, tangannya membuka bajuku satu persatu. Aku hanya diam menikmati permainan tangannya. Dia meremas dua buah gunung milikku yang masih menantang tanpa adanya kendur sedikitpun.
"Punyamu masih enak aja sayang. Kenyal dan hangat." ucapnya. Tangannya meremas-remas milikku bergantian, terkadang dia juga mencecap ujung put***ku hingga membuatku mengeluarkan desahan kenikmatan.
"Ahh... sshht... sayang.. terus.. enak yank.." Kutekan kepala Aldo agar lebih dalam memainkan dua buah benda kenyal milikku.
Tangannya semakin meremas milikku menciumnya hingga meninggalkan kissmark di area milikku.
"Wangi... aku suka." ucapanya.
Disana dia memainkan jari tengahnya, memaju mundurkan jarinya hingga aku mengeluarkan cairan bening dan dia menjilatinya dengan lidahnya.
"Ahhh...... hmmm... " desahku menikmati setiap permainan Aldo. Dia memang sangat jago dalam soal urusan ranjang.
"Aku masukin ya sayang."ucapnya
Ehmm... aku menganggukkan kepalaku.
Tak menunggu waktu lama, adek kecil miliknya sudah bersiap untuk tempur. Dan...
Aachhh.... Al... ehmm... enak...
__ADS_1
"Ya sayang, panggil namaku disetiap desahanmu."
"Aldo... ehmm... en...nak..ahhh... ce...pe..tin... "
Aldo lalu menuruti instruksi dariku. Gerakan maju mundurnya semakin cepat hingga membuatku merasakan kenikmatan dunia yang benar-benar hakiki.
"A..kuhh...mau..kel..luuaarr...ahhh... sayang.."
"Tahan dulu.. hahh... kita keluar bareng yachh.." jawab aldo.
Aldo mengganti posisiku. Kini kita bermain dengan cara berdiri. Disandarkannya punggungku kedinding kamar. Lalu kedua kakiku diangkat dan melingkari pinggangnya.
"Ahh... ahh.... ahhh.. "
"Enakkan yank..."
Hmm.. aku menganggukkan kepalaku. Ternyata posisi seperti juga bisa membuatku nikmat. Gumamku.
Dua benda kenyal milikku ikut naik turun mengikuti irama hentakan Aldo.
Haahhh... aku mau keluar yank...!! ucap Aldo
"Akuuhh... jugak... emhh... ahh..ah..ah.."
"Barengan ya.."
"Aaacchhh....." Akhirnya kita berdua sama-sama merasakan ledakan pada diri masing-masing.
Kita merebahkan tubuh bersama-sama di tempat tidur. Dengan nafas naik turun. Aku melihat jam dinding yang ada dikamar.
"Ya ampun sayang, kita udah kesiangan."
__ADS_1
"Udah.. libur aja dulu ya. Lagi pula ntar aku mau ajak kamu ke suatu tempat."