
Sesampai di rumah mama Tara.
"Pa..ma...Aldo pulang.." ucap Aldo.
"Assalamualaikum pa..ma.." imbuhku
"Wa'alaikumsalam sayang..ayo sini masuk.."
kata mama Tara sambil menuntunku untuk duduk di ruang tamu.
"Papa mana ma..?" tanya Aldo sambil celingukan mencari papanya.
"Papi lagi tugas, tadi mendadak papa harus berangkat ke Jakarta lagi. Rumah ini jadi sepi."
" Jangan gitu donk ma..."
"Pokoknya mama gak mau tau ya, sepulang dari Bali kalian harus membawa kabar baik. Mama pengen segera punya cucu, biar mama nggak kesepian. Ya kan Mel..."
Aku gelagapan saat akan menjawab. Disisi lain aku juga masih pengen kuliah. "ii..ii..iya ma, segera..hehehe.." jawabku kikuk.
"Bagus sekali..."
"Katanya ada yang mama mau omongin, ada apa ma.."
"Ini untuk kalian, hadiah dari papa dan mama."
Mama Tara memberikan amplop besar pada Aldo.
Dibukanya Amplop itu.
Didalamnya ada kunci rumah beserta sertifikatnya.
Aku yang melihat isi dalam amplop itu langsung terkejut.
"Ini untuk kalian. Rumah yang lokasinya tak jauh dari kami dan tak jauh dari rumah Amel juga." ucap mama Tara
__ADS_1
"Terima kasih banyak ma.." aku memeluk mama tara.
Tiba-tiba mama tara meneteskan air matanya.
"Mama sangat bahagia sayang.. oleh karna itu cepet bikinin mama cucu ya. Langsung 5 kalau bisa."
" Mama... dikira kucing apa langsung nglairin 5 sekaligus " jawab Aldo
"Hahaha....." dan kami semua tertawa bersama.
Setelah cukup lama kaki saling bercanda ria dengan mama Tara. Akhirnya aku dan Aldo pamit untuk pulang, karna kita masih belum beberes pakaian yang akan dibawa nanti ke Bali.
" Bye ma...." ucap Aldo
"Hati-hati ya, jangan lupa bikinin cucu yang banyak untuk mama."
"Mama apa'an siih..." kata Aldo
"Mama kamu lucu sekali Al.." kataku
"Kamu siap-siap ya, buat bikinin mama cucu yang banyak."
"Hahaha..itu pesan dari mama sayang."
Dan Aldo melajukan motor gedenya menuju rumah mama Betty.
*
*
*
Dikediaman mama Betty.
"Eh... kalian sudah pulang." kata mama
__ADS_1
" Ya ma..." jawabku.
"Ini barusan Intan mampir kesini. Dan dia nitipin ini ke mama." Diberikannya kotak berwarna biru pada Nayla.
" "Apa ini ma.. ?"
"Mama kurang tahu, kamu buka sendiri ya."
"Ya ma."
Aku bergegas memasuki kamarku dan segera membuka kado dari Intan.
Kira-kira apa ya isinya...
Saat kubuka kotak itu...
Seketika mukaku langsung bersemu merah.
"Oh may GOD... dasar Intan gila!!" umpatku yang langsung didengar Aldo.
"Apa isinya sayang..??!" tanyanya
Tapi dengan cepat tangan ku menyembunyikan barang yang diberi Intan kebelakang punggungku
"Apa itu sayang, tuh kan mulai nyembunyi-in sesuatu dari aku." ucap Aldo masih dengan rasa penasarannya ..
Aku lalu mengeluarkan pelan-pelan tanganku.
"Uwooww... ini bagus sayang, kamu harus bawa itu ke Bali ya.. aku mau nanti memakai itu saat berada disana..."
"Tapi Al.. akuu...aku... masa iya sih pake beginian. Ini tipis sekali,..."
"Pokoknya harus dibawa, okey."
Yaa...hadiah dari Intan tak lain adalah Lingerie, dengan tali spageti dan belahan dada yang rendah yang terbuat dari bahan renda dan kain yang sangat tipis menerawang berwarna merah senada dengan celana dalamnya. Diarea lingkar dada terdapat pita yang menempel dengan sempurna hingga menambah kesan seksi pada lingerie tersebut.
__ADS_1
"Ya Tuhan...bagaimana bisa aku memakai pakaian seperti ini. Dasar mereka semua berotak mesum." Amel mengumpat berkali-kali.
Dan Aldo saat melihat istrinya, dia hanya senyum-senyum sendiri.