I Love Cowok Posesifku

I Love Cowok Posesifku
Eps 66. Aku mencintaimu


__ADS_3

Setelah kami selesai makan, kami lanjut berbelanja bersama di baby shop.


Mulai dari popok, gurita, setelan baju tidur, bedong, twin stroler, baby box, bantal, guling, selimut, topi, penghangat susu, botol susu, tempat mandi bayi, lemari bayi, baby box dan masih banyak lagi.


Rasanya pada saat didalam, aku merasa sangat bahagia karena akan menyambut bayiku. Aku tak ingin mereka kekurangan apapun. Kan kuberikan yang terbaik untuk mereka.


"Sudah mbak. Nanti tolong di antar di alamat rumah saya ya." ucapku


"Baik, totalnya tujuh belas juta dua ratus lima puluh ribu." ujar mbak yang ada dikasir.


"Okey." jawabku.


Puas rasanya setelah semuanya sudah terpenuhi. Tinggal menata desain interior kamar baby sekarang.


Setelah semuanya selesai aku dan Aldo kembali kerumah kami.


***


Dirumah.


Malam itu, kami sedang duduk santai di sofa ruang tamu.


"Makasih banyak ya beb." ucapku dengan menyandarkan kepalaku dibahu Aldo.


"Aku yang seharusnya berterima kasih karna kamu sudah mau menjadi ibu dari anakku."


"Jelas aku maulah... aku mencintaimu Al, aku sungguh mencintaimu."


"Aku mencintaimu juga sayang." ucap Aldo.


"O ya beb, planning aku tentang buka cabang disini enaknya dimana ya?" tanyaku


"Lebih baik di pusat kota aja. Itu akan membantu membuatmu dikenal dipasaran. Tapi nanti aja ya sayang, jangan sekarang." tegas Aldo

__ADS_1


"Iya aku paham beb. Fokus dulukan ke baby boy dan baby girl. Hehehe..." ucapku sambil tersenyum.


"Yess... kalau malam ini fokus kepapa ya..." goda Aldo


"Hahaha... iya papa."


Lalu kami memasuki kamar bersama dan bersiap untuk tidur.


Saat dikamar Aldo kembali menggodaku, tidur tanpa memakai bra memang sudah menjadi kebiasaanku. Karna tidur dengan memakai bra akan memperlambat siklus darah.


Aku sedang membersihkan wajahku didepan meja rias. Lalu Aldo menghampiriku dan memposisikan tubuhnya dibelakangku. Tangannya meraba kearah dadaku yang tanpa memakai bra.


Aku tersenyum melihatnya lalu berkata,


"Beb..."


Tapi aldo tak menghiraukan ucapanku. Dia terus meremas kedua benda kenyal milikku bergantian. Hingga akupun terlena dengan permainan tangannya. Ia memainkan ujung bukitku dengan memintir ringan. Tapi itu sangat membuatku merasa tera****ng.


Ahhh... Desahku.


"Sshh... ahh... Al, enak..." aku kembali mendesah.


Lalu dia menuntunku di sofa yang berada didekat jendela kamar. Itu akan membuatku duduk bersandar dengan lebih nyaman.


Kemudian ia melakukan aksinya kembali.


Ia mencium bibirku, awalnya hanya sekedar ciuman, namun lama kelamaan ciuman itu berganti *******. Lidahnya mendorong masuk di mulutku. Sambil terus memainkan bukit kembarku. Kaminl saling bertukar saliva.


Tak hanya berhenti disitu saja, Aldo memainkan aksinya hingga turun kebawah. Saat melewati perutku yang sudah membuncit. Ia mencium perutku sambil berkata,


Papa sama mama main dulu ya..


Sontak saja aku tertawa mendengar ucapan konyol Aldo.

__ADS_1


"Hahaha.. kau ini lucu beb."


Aldo kembali mencium bibirku. Aku sangat menikmati setiap permainannya. Apalagi aku sedang hamil, katanya orang hamil itu hormonnya akan meningkat.


Ia ******* bibir atas dan bawahku. mengul*mnya dengan sesekali memasukkan lidahnya. Tangannya bergerak kebawah untuk melepas bagian CD ku. Karna aku posisi duduk, aku jadi mengangkat sedikit bo**ngku agar dia bisa menarik CD ku kebawah..


Yuup berhasil...


Dia terus melum*t bibirku dengan posisi tangannya membuka pahaku. Lalu dia memainkan jarinya dibawah sana hingga membuatku menggeliat.


Eeunghm.. ahh...


Jari tengahnya memasuki lubang milikku.


Achh... desahku kesekian kalinya, yang tak tau berapa kali aku mendesah.


Lalu ia memaju mundurkan pelan dibawah sana. Aku sangat menikmati itu..


"Ahh... Sshhh.. ahh... iya enak beb...eunghhm...Ouchh.." aku sesekali menggigit bibir bawahku disela-sela desahanku.


Kemudian ia menyodorkan miliknya didepanku dengan maksut agar aku mengu**m miliknya.


"Ahh.. enak sayang.. terus..." ucapnya dengan suara berat dan serak.


Itu adalah malam panjang bagi kami, hingga ia memasukkan miliknya dan kami mendapatkan pelepasan bersama. Walaupun gerakannya tak secepat sebelum Amel mengandung.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


To be Continue


Thanks for reading


Jangan lupa like dan tinggalkan jejak kalian dikolom komentar.

__ADS_1


🤗🤗🤗🥰🥰🥰


Vote juga kalau kamu sayang aku😉


__ADS_2