
Rumah sakit.
Mobil Ambulance langsung memasuki area Unit Gawat Darurat, dan berhenti disana. Dengan segera perawat rumah sakit langsung berlari keluar guna membantuku masuk kedalam ruangan UGD.
Disana aku langsung mendapatkan penanganan khusus. Sedangkan bik Ijah ia terus menemaniku dan tak pernah lepas memegang tanganku saat aku menjerit kesakitan.
"Bik.. sakit bik...hiks..hiks.." rintihku kesakitan.
"Iya non, sabar ya... non Amel harus kuat."
Jawab bik Ijah menenangkan.
Kemudian ada seorang dokter datang menghampiri bik Ijah.
"Anda keluarganya?" Tanya dokter itu.
"Saya pembantunya dokter. Sebentar lagi suaminya akan datang."
"Bik Ijaaahh.... " terdengar teriakan suara Aldo.
"Nah itu dokter, suaminya." tunjuk bik Ijah ke arah Aldo.
"Bagaimana Amel bik?" tanya Aldo.
Lalu dokter segera menyela untuk menjawab pertanyaan Aldo.
"Anda suaminya?"
"Iya dokter, bagaimana keadaan istri saya?" tanyanya cemas
"Kondisi istri bapak, mengalami proses kontraksi yang lebih cepat dari perkiraan. Dan ini bisa jadi disebabkan oleh faktor kehamilan kembar. Dan kita harus segera mengoprasinya, bagaimana?"
"Lakukan yang terbaik buat istri saya dokter. Segera lakukan operasinya."
"Baik, perawat kami akan mengantarkan anda untuk mengurus prosedur rumah sakit, dan saya akan segera melakukan persiapan operasi. Apa anda ingin memanggil dokter pribadi?"
"Iya dokter, saya sudah menghubunginya. Dia segera datang kemari." jawab Aldo
"Okey."
Kemudian Aldo segera menghubungi kedua orang tuanya dan juga orang tua Amel.
Memberitahukan bahwa saat ini aku sedang proses untuk melahirkan.
"Hallo ma, Aldo sekarang ada dirumah sakit, Amel akan segera melahirkan." ucapnya pada panggilan telepon.
Sontak mama Tara terkejut, dan pastinya sangat senang.
"Apa!! Okey mama akan segera kesana, kirim alamat Rumah sakitnya ya " ucap mama.
"Okey ma." jawab Aldo
Begitupula Aldo menghubungi mama Betty.
Mereka sangat bahagia.
__ADS_1
***
DIRUANG OPERASI
Dokter sudah siap untuk mengoperasiku. Aldo terus mendampingiku dan terus memberi semangat padaku.
"Semangat ya sayang." Ucapnya sambil mengecup keningku.
"Iya beb" jawabku tersenyum.
Dan dimulailah operasi persalinannya.
Aldo begitu dag dig dug melihat prosesnya, dan sekitar kurang lebih lima belas menit, ia sudah melihat bayi kembarnya dikeluarkan satu persatu oleh dokter.
Daann....
Ooeekk...oeekk...
Kurang lebih seperti itulah suara tangisan mungil bayi kembar itu bersautan.
Setelah semua beres dokter kembali menjahit sayatan yang ada diperutku.
"Alhamdulillah.." ucap syukur Aldo dan aku.
Tak terasa air mata menetes dipipiku karna bahagia.
***
Diluar ruangan operasi
"Mbak Tara.." ucap mama Betty sambil berlari kecil menghampiri mama Tara.
"Bagaimana keadaan Amel?" tanya mama Betty
"Saya belum tahu pastinya, kita doakan saja ya mbak agar semuanya berjalan sukses."
"Iya..."
"Papanya Amel nggak ikut mbak? tanya papa Dirwan
"Tidak, papanya Amel masih dalam pemulihan. Karna kemaren habis kena serangan jantung ringan mbak."
"Apa? Ya Allah, kenapa mbak tidak memberitahu saya ataupun Amel?" mama Tara terkejut.
"Amel sedang hamil tua mbak, jadi aku nggak mau membuatnya khawatir pikirku."
"Yang sabar ya mbak"
Lalu tak lama, saat mama Tara dan mama Betty berbincang-bincang. Dokter keluar dari dalam ruang operasi. Sontak itu membuat semua menoleh kearah ruangan itu.
Dan papa Dirwan langsung menghampiri dokter tersebut dan bertanya,
"Dok, bagaimana apa proses operasi persalinannya lancar?"
"Syukurlah semua lancar, selamat ya... cucu kembar anda sudah lahir kedunia." ucap dokter itu tersenyum dan menepuk bahu kiri papa Dirwan.
__ADS_1
"Ya Allah terima kasih." ucap syukur mama Tara, mama Betty, papa Dirwan dan juga bik Ijah yang juga selalu menemani Amel.
Lalu tak lama Aldopun keluar dari ruang operasi dengan tawa bahagianya.
"Papaa.." teriaknya..
"God boy, selamat nak kamu sudah menjadi papa juga." ucap papa Dirwan memeluk anak semata wayangnya dan mama Tara mengusap kepala Aldo sambil tersenyum.
"Ma, Aldo bahagia banget. Anak Aldo lucu-lucu banget ma." Aldo menjelaskan kebahagiaannya. Saking bahagianya ia sampai meneteskan air matanya.
"Selamat ya nak Aldo, lalu bagaimana keadaan istrimu?" ujar mama Betty
"Alhamdulillah ma, Amel baik-baik saja. Dan saat ini dokter menyuntik obat bius agar ia dapat istirahat sebentar. Dan ia segera dipindah kekamar rawat inap.
"Alhamdulillah.." ucap mama Betty lega.
Ya seperti itulah kebahagiaan Aldo. Tak bisa diungkapkan dengan kata-kata, hanya berlonjak-lonjak kecil mengiringi senyum dan tangis bahagianya.
***
Tiga puluh menit kemudian
Aku sudah sadarkan diri, dan sudah berpindah diruangan yang berbeda.
Saat mataku terbuka aku melihat orang-orang yang selalu menyayangiku berdiri disekitar bedku.
"Beb.. bagaimana anak kita?" tanyaku
"Alhamdulillah sayang mereka baik-baik saja. Terima kasih ya sudah melahirkan anak-anakku. Love you.." ucap Aldo mencium keningku.
"Mama..." ucapku
"Iya sayang, kami semua disini."
"Bik Ijah terima kasih ya bik, sudah bantuin Amel."
"Non Amel jangan sungkan, bik Ijah ikut seneng, bayi non Amel lucu-lucu. Bibik jadi gemes."
"Benarkah bik.." tanyaku.
Karna memang aku hanya melihat sekilas saat proses persalinan tadi.
"Sekarang dimana bayi kita beb?"
"Mereka masih diletakkan di inkubator. Agar suhunya tetap hangat. Karna bayi kita lahir prematur sayang. Tapi meskipun begitu mereka sehat dan normal." jawab Aldo.
"Oo... syukurlah."
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
To be Continue
Thanks for reading
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak kalian di kolom komentar.
__ADS_1
Dan dukung author dengan vote poin atau koin.
π€π€π€π₯°π₯°π₯°