
Dirumah Aldo,
Jam weker Aldo berdering sangat nyaring ketika jarum jamnya menunjukkan pukul 07.00wib. Mimpi Aldo dibuyarkan dengan bunyi jam wekernya.
Dengan mata yang masih memicing dia menekan tombol off yang ada dibelakang jam weker. Aldo memijit-mijit kecil di area dahinya. Dia merasa agak pusing ketika bangun tidur.
Tak berapa lama suara ketukan dari balik pintu kamar Aldo terdengar.
Tok..tok..tok...
"Aldo...bangun nak, kita sarapan bareng yuuk.. karna sebentar lagi mama dan papa mau kerumah bude Dini, Pakdemu masuk rumah sakit nak, jadi mama harus nengokin kesana." ucap mama Tara.
"Ya..sebentar ma, Aldo mau mandi dulu." jawab Aldo dari dalam kamarnya...
Setelah itu, dia bergegas untuk mandi, setelah Aldo rapi dengan pakaiannya, dia segera turun untuk bergabung dengan mama papanya di meja makan.
"Pakde kenapa pa,..?" tanya Aldo ke papa Dirwan.
"Pakdemu habis jatoh lagi Al dari kamar mandi. Dan dia langsung dilarikan di Rumah sakit. Kamu mau ikut?" Ajak papa Dirwan.
"Nggak pa, nanti Aldo nyusul ajja, Aldo mau ngajak Amel juga kesana." kata Aldo.
Dan mama Tara langsung setuju ketika Aldo mengatakan mau ngajakin Amel ikut serta.
Disisi lain,
Bu parmi mengeluarkan satu persatu hidangan sarapan di meja makan.
__ADS_1
"Bu parmi hari ini masak apa? " tanya mama Tara.
"Ini nyonya, ada nasi goreng seafood dan sop iga." jawab bu Parmi sambil menunjuk dengan ujung ibu jarinya.
Aldo yang langsung teringat kalo Amel sangat suka dengan masakan seafood langsung senyum-senyum sendiri.
Dan tanpa disadarinya, mama Tara dan papa Dirwan melihat tingkah konyol anak semata wayangnya.
Mama Tara langsung bertanya pada Aldo,
"Kamu kenapa sayang, kok senyum-senyum sendiri gitu siihh..."
"Nggak kenapa-napa ma, hanya Aldo teringat kalo menu seafood itu kesukaan Amel." jawab Aldo malu.
"Kau ini..baru semalam kencan dengan Amel, sekarang dah kangen lagi..." goda papa Dirwan.
Lalu mereka tertawa bersama...sambil menikmari sarapan paginya...
Walaupun saat ini sekolah masih libur dan ujian akhir telah usai, Amel tetap bangun subuh seperti biasanya. Lalu bunyi ponsel Amel berbunyi dan bergetar tanda panggilan masuk.
Drrrttt.....Kling...Drrrrrttt....Kliing...
Amel yang melihat dilayar ponselnya terpampang nama sahabatnya Intan.
"Halo Assalamualaikum Tan..."
"Wa'alaikum salam Mel, kita nanti jalan yuuk. Aku kangen sama kamu, pengen jalan-jalan bareng. Mau ya...??" ajak Intan.
__ADS_1
"Boleh, nanti agak siangan ajja ya. Karna aku mau bantuin mama dulu untuk mindahin barang di toko." ujar Amel.
"Haa...jadi mama Betty da punya toko sendiri sekarang Mel? Waaahh...selamat ya buat mama kamu." kata Intan
"Iya Tan, Alhamdulillah. Berkat doa kamu juga. Oke kalo gitu aku mau bantuin mama sekarang ya, biar nanti bisa cepet selesai."
"Oke...oke...siap..Bye Amelku yang comel.." Intan mengakhiri panggilannya.
Amel kaget mendengar kata-kata Intan. Kok Intan manggil aku seperti Ricko..
Hah...sudahlah..munkin hanya kebetulan.
Amel berbicara dengan dirinya sendiri dan hendak beranjak dari kasurnya.
Namun, tak lama setelah itu, bunyi ponsel amel terdengar.
Drrrtt...Biip Biip...Drrrrtt...Biip Biip...
Yaa...panggilan suaranya berbeda lagi karena Amel mengkususkan panggilan dering untuk Aldo.
Amel mengangkat ponselnya.
"Iya haloo..assalamualaikum Al." sapa Amel
"Wa'alaikum salam sayang, gimana semalam tidurnya nyenyak." ucap Aldo.
"Ya nyenyaklah Al, karna semalam aku kenyang banget, jadi sampe rumah aku langsung tertidur. Xixixi..." Amel meringis. "O ya, ada apa Al, pagi-pagi da nelpon." sambung Amel.
__ADS_1
"Emang nggak boleh kalo aku kangen ma kamu, panggil aku sayang dong, biar semua orang tau kalo aku pacar yang sebentar lagi akan jadi tunangan kamu. Jadi nggak ada yang berani deketin kamu." Ucap Aldo.
Amel tertawa tanpa mengeluarkan suaranya.