
"Kau membuatku bergairah Mel, kau sangat cantik sayang." Lalu Aldo melengkup leher belakangku dan tangan satunya berada dipinggangku.
Dia menarikku agar aku berada diatasnya, hingga kakiku terbuka dengan posisi mengangk**gi pahanya.
Bibir kami masih menyatu, dia melu**tnya, mencecapnya bergantian. Lalu ciuman itu turun kebagian leherku.
Dan tangan kanannya meraba bagian bukit kembarku yang kencang dan kenyal.
Terkadang dia juga melum** ujung bukitku dengan bergantian.
"Mmmhhh aahh..." lenguhku karna sentuhan Aldo sangat nikmat.
Karna keenakan aku jadi bergerak-gerak diatas tubuh Aldo. Dan itu membuat adek kecilnya semakin menegang.
"Acchhh... sayang... aku jadi pengen mencicipi milikmu. Aku sudah nggak tahan." ujar Aldo dengan suara seraknya.
"Mmhhh... tapi Al.." belum selesai bicara Aldo kembali menciumku.
Dia membalik posisiku, saat ini dia berada diatasku. Menarik kedua tanganku keatas dan menggenggamnya dengan satu tangan.
Aldo memainkan bukitku dengan bergantian. Meremasny dan mencecapnya hingga meninggalkan kissmark .
"Kau sangat seksi sayang." ucapnya.
Lalu dia turun kearea perutku. Menciuminya disana. Hingga membuatku meliuk-liuk karena merasa geli.
Dan dia juga menciumi area ****-* ku yang masih terbungkus dengan CD.
"Al...ouucch..." Amel menarik rambut Aldo.
Entah kapan dia melepas pakaianku, aku hanya merasakan kenikmatan sentuhannya.
Hingga kami saat ini sudah tak memakai sehelai benangpun.
Dia memainkan dengan jari tengahnya yang membuatku mengerang berkali-kali. Memaju mundurkan sambil menjilat cairan yang keluar dari milikku dengan lidahnya. Dan hanya dengan jarinya saja aku sudah merasakan kenikmatan yang luar biasa.
__ADS_1
Saat Aldo akan memasukkan jagoannya, aku langsung terperanjat dan kudorong tubuhnya.
"Ahh sayang, aku..mm..aku lapar kita makan lagi ya...yaa..." ucapku.
"Kau sebenarnya kenapa sih sayang, coba cerita ke aku."
"emm..aku sebenarnya takut dengan punyamu...hehehe.." cengirku dengan menunjukkan gigi pepsod*nku dan menunjuk kearah miliknya.
"Jadi karna itu, hehehe... kau tenang saja sayang, munkin memang akan terasa sedikit sakit tapi itu hanya sebentar, dan kau akan meras nikmat setelahnya." jawab Aldo menenangkan istrinya.
"Benarkah...?"
"Yeaah..." ucap Aldo yang kemuadian mencium bibirku..
Dan sekali hentakan jagoannya hanya masuk setengah.
Aaccchh...Al...ssakkiiitt...mmhhh.... teriak Amel dengan meneteskan air matanya dan meremas pinggir bantal yang ia pakai
"Sabar ya.. sekali lagi akan masuk seluruhnya." Aldo lalu mencium bibirku agar rasa sakitku teralihkan.
Dan...."Ssshhh aacchhh... sayang punyamu sangat sempit, rasanya nikmat sekali. Engggh..ooohh..." erang Aldo sambil memaju mundurkan miliknya.
"Oouuhhh...enak Al... emmmhhh... ahhh."
Dua bukitku naik turun mengikuti ritme hentakan Aldo.
Aldo yang mendengar eranganku dia jadi tambah bersemangat. Dia memompa dengan gerakan sangat cepat hingga membuatku mencapai klimaks berkali-kali...
Dan kami melakukannya sampai pukul 1 tengah malam. Lalu terlelap karna kelelahan.
Dia terus memelukku dalam tidurnya...
*
*
__ADS_1
*
Keesokan paginya...
Morning kiss.. aku mencium bibirnya.
"Bangun Al... Ayo kita jalan-jalan dan cari sarapan." Ajak ku.
Aldo terbangun dan memicingkan matanya.
"Jam berapa sekarang..?!!" tanyanya
"Jam setengah tujuh..Ayo Sayang.."
"Beri aku sekali lagi baru kita jalan."
"Apa kita sudah melakukannya berkali-kali semalam, hingga saat ini pinggangku sakit semua."
"Ya sudah kalau tidak mau."
"Hadeehh..ni anak, okay...okay.."
"Aku mau kamu berada di atasku. Dan kamu yang bekerja."
"Whaat... dasar otak mes*m." umpatku
Lalu aku menurutinya sekali lagi.
Skip ya...๐
Sakit sayang...rasanya aku tidak dapat berjalan walau hanya kekamar mandi.
Kulihat bercak darah di bed dan selimutku.
"Apa ini darah perawanku, ya Tuhan..ternyata aku sudah melepas keperwananku."
__ADS_1
"Aku bantu ya..." Aldo lalu membopongku untuk kekamar mandi, dan membantuku membersihkan badanku.