I Love Cowok Posesifku

I Love Cowok Posesifku
eps. 57 Terus berdoa


__ADS_3

TIGA HARI KEMUDIAN


"Pa, Aldo sudah pasang pencarian orang d internet. Semoga ajja membuahkan hasil."


"Pasti, jangan pernah menyerah nak. Karna kerja keras pasti akan membuahkan hasil."


"Oya, anak buah papa saat ini sudah mulai pencarian d jawa tengah dan jawa barat. Karna sudah mereka pastikan, istrimu tidak berada di area kota ini." imbuh papa Dirwan.


"Okey pa, semoga saja Amel segera ketemu ya pa."


"Terus berdoa, agar dimanapun istrimu berada akan selalu dalam lindunganNYA."


"Baik pa. Aldo ngerti. Makasih banyak ya pa."


Aldo memeluk papanya.


***


Drrtt.... drrtt...


Suara getaran ponsel Amel.


"Ya hallo..." jawabnya


"Hallo kak Amel, nanti sore akan ada orang suruhanku untuk datang ketempat kakak untuk kasih undangan. Lusa, kak Amel datang juga ya di pesta pernikahanku. Aku pengen banget kak Amel hadir..."


"Tapi, saya nggak enak sama..."


"Please ya... kak Amel ajakin asisten pribadinya kakak juga kalau misal kak Amel canggung. Okey.. Bye kak.."


"Hallo... hallo..."


Ya ampun ne anak asal tutup telpon aja.


"Kenapa kak?" tanya Nana.


"Kita berdua dapat undangan pernikahan."


"Yess,asyiik... pasti banyak cogannya."


"Apaan sih Na.."

__ADS_1


"Datang ya... Nana mohon. Please..."


"Iya.. iya dech..."


"Makasih kak, sini-sini Nana peluk.."


"Nana, kamu apa'an sih... hahaha.." kita berdua tertawa lepas layaknya seperti saudara.


***


"Al... besok mama dan papa mau ke Jakarta. Kamu mau ikutan atau disini aja."


"Apa papa ada urusan bisnis?" tanya Aldo


"Nggak juga, tapi papa sama mama mau menghadiri pernikahan anak relasi papa." ucap papa


"Oo... Aldo ikut kesananya pa, tapi Aldo nggak mau ikut menghadiri pernikahan itu."


"Terserah kamu aja." ujar papa.


Aldo kembali masuk didalam kamarnya.


Saat didalam kamar Aldo terus menatap foto saat kebersamaan mereka berdua.


Aku benar-benar sangat menyesal saat ini. Entah apa yang sudah merasukiku waktu itu, rasa cemburuku begitu besar hingga membuatmu tersiksa. Aku mohon sayang, kembalilah...


Tak banyak yang bisa dilakukan Aldo kecuali memeluk bingkai foto mereka. Tak terasa air mata Aldo juga membasahi pipinya.


Menahan rasa rindu yang begitu berat.


Ini sangat menyiksa.


***


AMEL


Sayang, apakah kau didalam sana sudah dapat mendengar mama. Mama sangat senang saat mendengar kamu hadir dalam hidup mama. Kamu yang sabar ya, mama yakin papa kamu pasti sangat merindukan kita. Hanya saja, mama tidak bisa membawamu kesana saat ini. Maafin mama ya...


Amel mengelus perutnya yang masih rata karena saat ini usia kandungannya masih jalan dua bulan.


"Na... apakah semua kebutuhan bahan kue sudah terkumpul. Sudahkah kamu mengeceknya." tanyaku

__ADS_1


"Sudah kak, semua sudah beres. Kita mulai sekarang..?!!"


"Iya... kita lakukan sekarang. Kamu siap?"


"Nana selalu siap untuk kak Amel.. Hahaha..." ucap Nana yang selalu mebuatku tertawa


"Okey kita mulai ya.."


Nana mengangguk tanda mengerti.


***


Hari keberangkatan ke Jakarta.


KEDIAMAN PAPA DIRWAN.


"Ayo pa.. Mama sudah siap. Aldo mana?"


"Aldo masih dikamarnya ma, coba mama cek."


"Okey pa. Sekalian mama tunggu dibawah ya."


Mama Tara segera menuju kekamar Aldo untuk memastikan apakah Aldo sudah siap dengan barang bawaannya.


Diketuknya pintu kamar Aldo oleh mama Tara.


Tokk..tokk..


"Sayang, apakah kamu sudah siap?"


"Iya ma, Aldo segera keluar." jawab Aldo dari dalam kamar.


"Okey, mama akan menunggu di bawah."


Setelah kurang lebih lima belas menit Aldo dan papa Dirwan akhirnya sama-sama menuruni anak tangga.


"Ayo ma, kita berangkat."


Sopir pribadi keluarga Dirwan sudah menunggu didepan rumah, saat ia melihat majikannya keluar, ia segera membantu membawakan barang bawaannya majikannya. Menatanya dibagasi mobil dan membukakan pintu untuk majikannya.


Sedangkan Aldo, tatapannya tampak begitu kosong. Ia melihat sekeliling rumah, berharap mendengar suara Amel istrinya. Mama Tara yang melihat anak semata wayangnya terdiam segera menepuk punggung Aldo.

__ADS_1


"Sayang, kita berangkat yuuk..." ucap mama Tara


Aldo mengangguk tanpa mengucapkan satu katapun.


__ADS_2