
Satu minggu berlalu.
Back to school,...
Pagi itu, Amel melakukan aktifitas pagi seperti biasa.
"Mel, kalau sudah siap segera sarapan ya." ujar mama Betty dibalik pintu kamar Amel.
"Baik ma... Sebentar lagi Amel segera keluar."
Dengan segala perlengkapan dan atribut sekolah, dia berjalan keluar kamar menuju meja makan.
"Selamat pagi mama..selamat pagi papa..dan selamat pagi juga buat kau anak nakal." sapa Amel saat di ruang makan sambil mengusap kepala adiknya.
"Kau ini kak, aku bukan anak kecil lagi, jadi berhentilah mengusap kepalaku." kata Andre sedikit sewot.
Mereka tertawa bersama saat mendengar ucapan Andre.
Setelah mereka menikmati sarapan. Amel segera bersiap untuk pergi kesekolah. Begitu juga dengan Andre.
Tak lama dari itu, terdengar suara motor milik Aldo yang berhenti diluar rumah Amel.
BRUUM...BRUUMM...
Tiin...tinn,
Amel yang sudah mengetahui kalau itu suara motor milik Aldo, ia segera berpamitan pada mama dan papanya, dan bergegas keluar
Aldo mengembangkan senyum terbaiknya untuk menyambut Amel.
"Selamat pagi sayang. Kita langsung berangkat yuuk." Ucap Amel.
*
*
__ADS_1
*
Sesampai disekolah..
Amel langsung berjalan menuju kekelasnya.
Namun, lagi-lagi Amel hendak terjatuh akibat tersandung kakinya sendiri.
"HIYAAAAAAA......" Teriak Amel. Badan Amel terhuyung.
Dengan sigap tangan kekar milik Aldo langsung menangkap tubuh Amel dari belakang.
Haaapppp...
"Kau selalu saja ceroboh, tak bisakah kau berjalan tanpa terjatuh."
ucap Aldo.
Bibir Amel langsung manyun mendengar ucapan Aldo yang kembali jutek.
Ini anak kenapa sich, lagi-lagi bersikap dingin.
Gerutu Amel.
Sesampai dikelas..
Amel langsung menyapa sahabatnya.
"Intaaaan....I miss you so much."
"I miss you too Amelku yang comel." balas Intan sambil memeluk tubuh Amel...
" What kenapa kau seperti Ricko sich. Memanggilku dengan sebutan seperti itu. Apa kau tahu, aku sedikit kangen dengan Ricko. Kangen saat dia membawakan aku minuman coooo....." Amel menghentikan ucapannya saat dia ingat kalau Aldo sudah duduk dibangkunya, dan sedari tadi mata elang itu menatap Amel saat dia mengatakan dia kangen dengan Ricko.
Gawat, bisa mampus kau Mel...
__ADS_1
Ohh Tuhan, bisakah kau meralat ucapan yang terlanjur dia dengar tadi. Gumamnya...
Hawa panas menyelimuti punggung Amel. Dia berjalan mengendap-endap kebangkunya sambil menutup wajahnya dengan tas ransel miliknya.
"Heeiii...apa kau sangat rindu padanya..??"
Aldo membungkuk dari belakang dan berbisik di telinga Amel.
Bulu kuduk Amel langsung berdiri saat kata demi kata terlontar dari mulut Aldo.
"**..titii ...tidak banyak, hanya kangen sebagai teman, itu saja.." Jawab Amel hati-hati.
"Berarti aku perlu memberi hukuman padamu." Aldo masih berbisik di telinga Amel.
Setelah itu, tiba-tiba saja ujung telinga Amel digigit kecil oleh Aldo. Dan membuat Amel membulatkan matanya. Dia terkejut dengan apa yg dilakukan Aldo.
Dengan segera Aldo kembali duduk dibangkunya.
Dia tersenyum melihat wajah Amel.
Kau memang sangat cantik dan polos Baby, gumamnya.
Hari itu disekolah memang sudah tidak ada lagi pelajaran. Karna mereka sudah melewati ujian akhir. Mereka hanya mendengar info untuk acara wisuda mendatang.
Tak lama setelah itu, Ricko datang dikelas Amel.
"Haii sayangku cintaku... I miss you Baby."
Teriak Ricko...
Oohh..Come on Ricko, please jangan buat masalah dengan Aldo, karna dia tidak akan suka dengan apa yang kau ucapakan. Batin Amel.
Saat Amel akan membuka suara, betapa terkejutnya dia. Amel melihat Ricko sedang berpelukan dengan Intan.
"What...!! Heiii....apa yang sudah aku lewatkan disini..?!!" Tanya Amel..
__ADS_1
"Maafkan aku Mel, aku tak memberitahu-mu. Sebenarnya kita sudah pacaran dua minggu." ucap Intan. " Apa kau marah." sambungnya.
"Ooh Intanku sayang, aku sangat bahagia mendengarnya. Aku sangat-sangat bahagia atas hubunganmu. Setidaknya tidak akan ada lagi orang yang cemburu tidak jelas terhadapku." Sindir Amel sambil melirik Aldo..