
"Mel, kita jalan yuuk sehabis pulang sekolah nanti. Hmm...bagaimana kalau kita melakukan double date." Ajak Intan yang diangguki oleh Ricko.
"Kau setuju kan bro..." tanya Ricko pada Aldo.
"Ayolah, kau tidak usah cemas, aku sudah menyerah pada Amel, kuikhlaskan dia untukmu."
Amel melihat kerah Aldo dengan tatapan memohon.
Aldo hanya mengangguk tanda setuju tanpa mengatakan satu katapun.
"Iyeeesss.... terima kasih banyak ya sayang." Amel tanpa sadar langsung memeluk Aldo dihadapan Intan dan Ricko.
"Heii...apa kau tak malu bergelayut seperti ini. Kau memang benar-benar harus mendapat hukuman." ujar Aldo.
"Terserah sayang, yang penting hari ini aku sangat senang."
Aldo tersenyum melihat kekasihnya bergelayut manja.
#Saat jam sekolah telah usai.
"Baik anak-anak, hari ini sampai disini dulu. Kita ketemu saat wisuda dua pekan depan. Dan pastinya, ibu akan sangat merindukan kalian." Ucap bu Mila sedih.
Mereka semua menangis sedih karna akan berpisah.
Setelah saling berpelukan dengan teman-teman yang lain, akhirnya mereka bersiap untuk pergi kesebuah Mall disalah satu daerah itu.
"Bagaimana ladies, kalian sudah siap." Ujar Ricko.
__ADS_1
Intan langsung naik di sepeda motor milik Ricko, sedang Amel dibonceng oleh Aldo.
Tak lama, akhirnya mereka sampai di lokasi.
Mereka berjalan-jalan sambil melihat-lihat isi Mall, lalu Amel dan Intan berhenti disebuah toko aksesoris. Memilah-milah jepit mini, bandana, kaca mata, gelang, dan lain-lain
"Dasar wanita, kalau melihat beginian saja, selalu heboh." Ujar Aldo.
"Kau salah kawan, mereka mencoba terlihat secantik mungkin saat berjalan dengan seseorang yang dikasihinya. Mangkanya para kaum hawa sangat menyukai aksesoris.
Termasuk Amel...!! Oops..!!" Ricko menggigit lidahnya karena sudah keceplosan menyebut nama Amel.
Dan Aldo langsung menyipitkan matanya, melihat Ricko yang masih belum bisa move on dari Amel.
"Sorry bro, bukan maksut untuk membicarakan Amel lagi. Hanya saja...aku masih tahap berusaha melupakannya, jadi harap maklum kalau lidahku agak tergelincir." Ricko cengar cengir sambil menggaruk-garuk kepalanya walau tidak terasa gatal.
Intan dan Ricko berjalan untuk melihat menu apa saja yang ada disana. Kalau Amel tak perlu berkeliling mencari menu makan karena dia sudah pasti akan memesan menu seafood. Sedangkan Aldo, dia hanya mengikuti apa yang Amel mau.
Hidanganpun sudah datang.
"Mari makaan...." Kata Amel.
Mereka menghabiskan makanannya sambil melontarkan candaan recehnya.
Yaa... Ricko memang sangat mampu membuat suasana jadi tidak membosankan.
Dan Aldo, mulai terbiasa dengan suasana ini.
__ADS_1
Setelah mereka selesai makan.
Intan dengan berat hati mengatakan hal yang penting pada Amel.
"Mel, setelah kita wisuda, aku akan kuliah di Bogor, dan menetap sementara disana.
Amel yang sedang minum, langsung tersedak saat mendengarnya.
"Kau tidak apa-apa Mel..??" Intan kawatir.
"Ya...ya...aku baik-baik saja. Lalu, kita tidak akan bisa bertemu lagi donk." Ucap Amel sedih.
"Tenang Amelku yang comel, jika ada waktu libur aku pasti menyempatkan diri untuk mengunjungimu."
"Kau Ricko..?!!" tanya Amel.
"Aku akan ikut kuliah disana Mel." jawab Ricko
"Jadi hanya aku saja yang tetap tinggal disini." rengek Amel.
"Apa kau keberatan..?!!" Aldo membuka suara.
Sontak Amel langsung menggelengkan kepalanya. "Aku hanya sedih saja sayang, kedua sahabatku akan meninggalkanku."
"Heii, kita nggak meninggalkanmu Mel, kita hanya berpisah sementara." Intan coba menjelaskan.
"Jadi kalian mengajakku jalan-jalan sudah merencanakan untuk mengatakan ini." jawab Amel sedih, dan tanpa ia sadari air matanya jatuh membasahi pipi Amel.
__ADS_1