I Love Cowok Posesifku

I Love Cowok Posesifku
Eps 64. Kamu bau' !!!


__ADS_3

Rumah Sakit Sejahtera Husada


Mama Tara dan papa Dirwan sudah sampai dirumah sakit dimana Amel dirawat. Ia menyusuri koridor rumah sakit mencari dimana letak ruangan kamar Amel di rawat. Disela-sela itu mereka juga tak lupa memberi kabar pada keluarga Amel.


Kamar Tulip nomer 808, terpampang dipintu kamar.


"Ahh ini pa, ini dia kamarnya." ucap mama Tara


"Iya ma." jawab papa


Segera mama dan papa masuk diruangan itu. Disana hanya ada bik Ijah yang terus menjaga Amel. Dan Amel masih dengan mata terpejam terbaring di tempat tidur.


"Bik, Aldo dimana?!!" tanya mama Tara


"Den Aldo masih mengurus administrasi nyonya." jawab bik Ijah


"Oo, trus Amel bagaimana kata dokter?"


"Itu nyonya kata dokter non Amel kecapekan karna habis perjalanan jauh."


"Tp nggak kenapa-napakan sama janin yang ia kandung?" tanya mama Tara panik.


"Alhamdulillah bayinya baik-baik saja nyonya."


"Syukurlah kalau begitu, ya kan pa."


"Iya, sekarang kita tunggu Aldo kembali aja."


***


Tak lama kemudian, Aldo kembali kekamar Amel.


"Mama, papa, sudah lama datangnya?" tanya Aldo.


"Nggak terlalu lama juga. Eh gimana kondisi Amel, ceritakan sama mama secara rinci. Kok bisa dia sampai jatuh pingsan."


"Awalnya sesampai rumah, kata dia Aldo bau ma. Terus Aldo langsung mandi, tapi setelah mandipun kata Amel, Aldo masih bau ajja. Diapun mual muntah lalu pingsan." Aldo menceritakan.


"Astaga, itu berati dianya sensi sama bau kamu sayang. Itu wajar."


"Wajar gimana sich ma, Aldo sudah mandi bersih lho!!"

__ADS_1


"Iya maksut mama, ada sebagian orang hamil yang lebih sensitif dari sebelumnya. Yang penting kamu lebih bersabar ajja. Kalau bisa jangan pernah menolak. Selama kamu mampu mewujudkan. Itu namanya bawakan orok kata orang dulu." jabar mama


"Gitu ya ma."


"Iya, kayak mama kamu dulu, apa aja yang lewat didepan rumah diminta. Kalau pas orangnya cepet perginya terus nggak keturutan, eh mala papa yang nggak dibolehin tidur dikamar." ucap papa.


"Hahaha... maaf ya pa.."


Mereka tertawa bersama diruangan itu termasuk bik Ijah juga ikut tertawa. Mungkin karna kerasnya suara tertawa kita, jadi membuat Amel terbangun dari sadarnya.


"Beb,..." ucapku


"Haii sayang, aku disini. Ini ada mama dan juga papa." jawab Aldo


"Aku kenapa beb.. kepalaku pusing." aku hendak duduk bersandar di tempat tidurku.


"Jangan banyak gerak. Kamu dirumah sakit. Sebentar lagi mama dan papamu juga akan datang sayang."


"Haii Mel, kamu baik-baik saja?" tanya mama Tara.


"Iya ma, Amel udah baikan."


"Amel, kamu baik-baik saja nak.. Mama kangen sama kamu, kemana ajja kamu selama ini, mama khawatir, kenapa tidak pulang kerumah saja nak." ucap mama dengan tangisan karna khawatir


"Amel baik ma, ini hanya kecapekan karna perjalanan jauh. Tidak ada sesuatu yang serius. Mama tenang aja ya... Papa mana?" ucapku.


"Papa sedang ada diluar kota, nggak bisa langsung kembali kesini."


"oo nggak apa-apa ma." jawabku.


Mereka lalu berpelukan, mama Betty menciumi pipi dan kening anaknya.


"Mama seneng kamu akhirnya hamil sayang." ucap mama Betty.


"Iya ma, berkat doa mama juga." jawabku dengan tersenyum.


Merekapun akhirnya berbincang bincang.


***


Setelah dua hari kepulangan Amel dari rumah sakit.

__ADS_1


"Beb, kamu tidur dikamar atas aja ya. Aku nggak tahan sama bau kamu." ucapku


"Okey, sekarang kamu istirahat ya." jawabku


Akupun terlelap saat itu juga, entah kenapa bawa'an kehamilan ini aku jadi malas segalanya.


Saat aku terbangun ditengah malam, kukira Aldo pergi tidur kekamar atas, namun saat kulihat ternyata dia tidur disofa yang ada dikamar.


"Beb, bangun.." ucapku.


Namun dia munkin karena lelah jadi tak mendengarku. Segera aku mengambil selimut dan bantal untuk Aldo.


"Maaf banget ya beb." Aku meraba keningnya.


Ternyata Aldo langsung membuka matanya dan memegang tanganku dan berkata,


"Jangan meminta maaf, ini sudah tugasku. Aku khawatir kalau meninggalkanmu sendiri disini. Karna aku mencintaimu sayang." Ucap Aldo dengan mencium punggung tanganku.


Entah kenapa seperti ada magnet yang membuat aku mendekat dan mencium bibirnya. Namun kali ini hanya sekedar ciuman tanpa *******.


"Kamu nggak mual lagi saat berada didekatku?" tanya Aldo.


"Aku rasa tidak lagi. Aku tidak mencium bau itu lagi. Kamu tidur di tempat tdur lagi ya. Nanti kamunya sakit. Ayo.." Ajakku


Sebenarnya aku masih merasa mual saat didekatnya, tapi aku tak tega melihat dia tidur di sofa.


Tanganku mengelus perutku yang masih belum seberapa terlihat. Lalu berbicara lirih,


Jangan rewel ya nak, kasian papa kamu.


Sambil mengajak bicara dengan bayi yang ada dalam kandunganku.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


To be Continue,


Thanks for reading...


Jangan lupa like dan tinggalkan jejakmu dikolom komentar ya, supaya aku tambah semangat.


πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°

__ADS_1


__ADS_2