I Love Cowok Posesifku

I Love Cowok Posesifku
Eps 15. PUTUS


__ADS_3

Saat disekolah.


Saat disekolah, amel hanya berdiam diri. Intan yang mengawasinya bingung dengan perubahan Amel.


"Mel, kamu kenapa? Kamu sakit? atau kamu ada masalah? Cerita donk ke aku. Jangan berdiam diri seperti ini." Tanya Intan penasaran.


"Aku nggak kenapa-kenapa Tan...hanya saja, aku masih belum bisa cerita ke kamu. Maaf ya." jawab amel.


Intanpun nggak pernah memaksa amel. Dia hanya mensuport amel agar lebih tegar...


Saat aldo datang, amel tidak memperdulikannya. Amel hanya diam.


Aldo merasa sakit karna didiamkan oleh amel.


Dalam hati aldo, please mel..jangan mendiamkanku. Aku merasa sakit saat kau acuhkan aku.


Jam pelajaran pun dimulai. Mereka fokus dengan pelajaran yang berlangsung.


Selang dua setengah jam bel istirahatpun berbunyi. Lalu amel meninggalkan kelas, dan hendak ke kantin. Ternyata d luar Ricko mengawasi amel sejak pagi.

__ADS_1


Pasti ada yang tidak beres. Nggak biasanya amel murung seperti itu. Nggak pernah seharipun dia seperti itu. Pasti gara-gara cowok sialan itu.(umpat Ricko)


Dari belakang di tariknya tangan Amel ke arah belakang kantin. Yaa...tempat itu merupakan tempat favorit Ricko dan amel. Amelpun menuruti kemana langkah Ricko.


"Mel selama ini kamu nggak pernah menunjukkan wajah murung walau hanya seharipun. Jangan membuatku sakit karna melihatmu seperti ini mel. Kamu cerita ke aku." ujar Ricko.


"Aku nggak kenapa-napa Rick...hanya saja aku sedikit nggak enak badan. Kamu tenang saja ya, nggak ada yang terjadi sama aku. Aku baik-baik saja. Aku balik kelas dulu ya." jawab amel dengan tersenyum.


Aldo yang mengikuti amel dan ricko hanya diam melihatnya dari kejauhan. Lalu mereka berpapasan, amel yang melihat aldo didepannya hanya diam tanpa mengucapkan satu katapun dan pergi meninggalkan aldo.


Dan ricko langsung menghampiri aldo, menarik seragam aldo lalu berkata,


Aldo hanya diam tak membalas perbuatan Ricko.


Hari demi hari, sampai saatny mereka di hadapkan ujian akhir.


Yaa....benar sekali...selama itulah amel mendiamkan aldo tanpa sepatah kata pun.


Aldo hanya menerima perlakuan amel, karna dia sadar kalau dialah yang bersalah...

__ADS_1


Hari pertama ujian....


Hari kedua ujian...


Hari ketiga ujian...


Hari keempat ujian...


Dan terakhir hari kelima ujian...


Mereka semua melaluinya dengan persiapan yang matang...


Dan amel langsung bernapas lega sudah melewati ujian akhir tersebut...


Kecuali aldo...dia masih menanggung beban karna menahan rasa rindunya terhadap amel.


Ingin rasanya dia memeluk amel, mendekapnya dan memberi ucapan selamat. Tapi dia urungkan niatnya, karna aldo takut amel bersedih lagi.


Sebenarnya perasaan amel sama halnya dengan aldo, namun dia malu mengatakannya.

__ADS_1


Andai kau tahu Al, aku sangat merindukanmu cowok posesifku, dekaplah aku seperti dulu. Karna aku sudah memantapkan hatiku untukmu. Aku mendiamkanmu karna aku hanya ingin fokus dulu dengan ujian akhir sekolah ini dan memantapkan hatiku, apa aku benar- benar mencintaimu atau hanya kagum denganmu, ternyata hatiku memang benar-benar merindukanmu. Yaa.....aku benar-benar sangat mencintaimu Aldo. Namun, apa yang harus aku lakukan. Guman amel di lubuk hatinya...


__ADS_2