
"Hai beb..."
Aldo hanya diam terpaku melihat istrinya turun dari taksi bersama pria lain. Yaa... pria yang sama saat rumah tangganya hampir hancur. Namun kali ini Aldo tidak bertindak gegabah seperti apa yang dilakukannya dulu.
Amel berjalan mendekat menghampiri Aldo dengan senyuman yang bercampur kekhawatiran. Begitu juga Ray, dia seolah ingin mengatakan sesuatu yang hendak membela Amel. Tapi saat akan mendekat, Aldo menampakkan ekspresi yang diluar dugaan. Ia tersenyum pada Amel dan juga Ray.
"Haii sayang, darimana aja?" tanya Aldo
"Akuu.. akuu.. habis mencari sarapan pagi beb." belum Amel menghabiskan kalimatnya tiba-tiba Ray menjelaskan kalau sebenarnya ialah yang memaksa Amel ikut mencari sarapan.
"Bro, dengerin gue, please lo jangan salah paham dulu. Tadi gue yang maksa Amel buat ikut cari sarapan, okey. Kita nggak ada hubungan apa-apa disini." jelas Ray.
"Lalu bagaimana lo tau kalau Amel datang ke Jakarta dan juga tinggal disini."
"Okey, gue salah. Gue tanya Intan tentang Amel, dan dia nggak sengaja bilang kalau Amel berangkat ke Jakarta. Gue kesini hanya buat mastiin kalau rasa ini harus bener-bener selesai disini. Please lo jangan salahin Amel lagi seperti dulu. Atau lo akan menyesal seumur hidup lo."
Aku hanya terdiam mendengar perkataan Ray.
Sedangkan Aldo hanya diam menyimak penjelasan dari Ray.
"Tenang aja bro, gue nggak akan lakuin hal bodoh seperti dulu. Asal lo tau batasan aja, Amel bebas berteman dengan siapa saja." ucap Aldo sambil memandangku dengan wajah yang penuh wibawa kali ini.
Aku sekejap terpesona dengan sikap Aldo. Lalu aku sontak langsung memeluknya, dan menenggelamkan wajahku pada dada bidangnya sambil tersenyum dan berkata, " terima kasih beb."
Aldo membelai rambutku dengan lembut.
Dan Ray tersenyum lega melihat mereka berpelukan.
__ADS_1
"Okey, gue balik dulu ya.. bye... " ucap Ray yang langsung menaiki taksi yang sedari tadi menunggu Ray.
"Nggak mampir dulu." ucap Aldo
"Lain kali aja bro. Pasti gua bakal mampir ditoko roti lo Mel..." ucap Ray sambil mengacungkan jempolnya.
"Thanks ya traktirannya." ucapku.
Namun saat Ray sudah pergi, tiba-tiba saja mata elang milik Aldo melihat kearahku.
"Beb... lo nggak sedang marahkan?" tanyaku
Aldo semakin menyipitkan matanya. Nana yang melihat mereka langsung masuk kedalam toko karna ia tak mau ikut campur sama urusan rumah tanggaku.
"Beb..." ucapku
Aldo masih terdiam..
"Tik..tok..tik..tok.."
"Apa'an sich.." ucapku
Lalu Aldo tersenyum terbahak-bahak melihat wajah konyolku.
"Hahaha... wajah kamu lucu." ucapa Aldo dalam tawa
"Sial*n, awas kamu beb. Akukan takut kamunya ngambek lagi." rengekku pura-pura menangis.
__ADS_1
"Hei... jangan nangis, stop.. stop.. okey aku minta maaf ya. Aku hanya menggodamu sayang."
"Nggak lucu tau'. O ya, kamu kok nyusulin kemari. Trus baby twin gimana?" tanyaku bingung.
"Tenang, ada mama dan juga mama kamu yang jagain mereka." jelas Aldo
"Kamu kok nggak ngabarin aku dulu sich beb."
"Kalau aku kasih kabar kamu dulu, aku nggak bakalan nemuin cuplikan drama seperti tadi."
"Yee... apa'an sih... kan udah dijelasin tadi, kalau aku dan Ray nggak ada apa-apa."
"Iya.. menurut versi kamu. Tapi beda lagi versi Ray." kata Aldo dengan nada sedikit nyolot.
"Yaudah kalau nggak mau percaya. Terserah kamu aja!!!" seruku sambil meninggalkan Aldo sendirian diruang depan.
"Heii... mau kemana kamu?!!"
"Ke dapur, mau nyiapin sarapan buat rajaku yang baru datang sambil membawa mata elangnya." ucapku tersenyum dengan sedikit memonyongkan bibirku.
Aldo hanya tersenyum melihatku.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
To be Continue
Thanks for reading
__ADS_1
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak dikolom komentar ya...
π€π€π€π₯°π₯°π₯°