I Love Cowok Posesifku

I Love Cowok Posesifku
Eps 53. Penyesalan


__ADS_3

Ditariknya tanganku dan ia kini mendorongku ke tempat tidur.


Melum*t bibir atasku, namun kali ini ia melakukannya dengan sangat kasar. Hingga ciumannya turun ke leher putih milikku dan juga dua benda kenyal milikku tak luput dari cecapannya.


Ahh... Al... mhhh.... stop... suara desahanku mengiringi setiap alunan permainannya.


Dan dengan kasar Aldo juga membuka celana yang masih aku kenakan dari tadi.


"Bagaimana... apakah sentuhanku sama dengan sentuhannya??!!"


"Tidak Al, aku tak pernah melakukan hal yang saat ini kau pikirkan."


"Bagaimana aku bisa mempercayaimu, saat sekian lama kau berhasil membohongiku dengan minum pil itu!!" Aldo masih berselimut dengan emosinya.


Lalu dengan kasar ia memasukkan miliknya, dan memaju mundurkan dengan sangat cepat. Hingga aku dibuat lemas olehnya.


Ahh.. ahh.. shh.. Al... mmphh.. hentikan.


Akuh.. mau.... keluar...


Dan kini Aldo memposisikan tubuhku membelakanginya dan agak jongkok, tanganku memegang erat tepian tempat tidur. Ia melakukannya dengan sangat kasar, hingga aku merasakan sedikit sakit pada bagian milikku.


Arghhh...ahh..ahh..


Desah Aldo saat ia mendapatkan pelepasannya.


Hahaha..... hahaa... Aldo berbaring disebelahku dan tertawa setelah itu.


Dan aku langsung memeluknya.


"Maafkan aku, aku bersumpah padamu kalau aku nggak ada hubungan sama sekali dengan dia. Hentikan perbuatan konyolmu ini, karna ini sangat menyiksaku. Aku mencintaimu Al.. sungguh.. aku sangat mencintaimu."


"Wanita yang aku cintai sungguh tidak mau menjadi ibu dari anak-anakku. Bagaimana kalau itu ada pada posisimu Mel.. Haruskah kita memikirkan solusi lain?"


"Tidak... jangan... jangan pernah berpikir untuk menceraikanku. Aku mohon padamu Al... please.." jawabku dengan isak tangis yang sudah tak dapat aku bendung lagi.


"Aku harus bagaimana..?? Kau sangat tahu Mel, aku dan mama sangat amat mengharapkan kehadiran bayi dirumah ini. Dan kau, sangat tega menghancurkan harapan itu."

__ADS_1


"Pergilah Mel, pergi ke orang tuamu. Berharaplah dua bulan lagi aku datang menjemputmu. Selama 2 bulan itu aku tetap akan menafkahimu."


"Apa maksutmu Al... kau akan menceraikanku?"


Aldo hanya terdiam.


Aku hanya bisa pasrah, bagaimanapun juga ini adalah kesalahanku. Akan kuterima semua yang kau lakukan Al.


Kubereskan semua barang-barangku. Dan dengan segera aku meninggalkan rumah ini. Bi Ijah menangis melihatku,


"Non, jangan tinggalin rumah." isak bi Ijah.


"Saya nggak apa-apa bik... tolong jaga tuan ya. Terima kasih sebelumnya." jawabku


Aku pergi menaiki taksi yang sudah aku pesan melalui online.


***


Rumah ini dangat sepi Mel saat nggak ada kamu. Apa yang harus aku lakukan. Aku sudah terlanjur menyuruhmu pergi.


Aldo terisak dalam kesendiriannya.


***


"Al.. bangun sayang, sudah siang." ucap mama Tara dari balik pintu.


"Al, mama masuk ya.."imbuhnya


"iya ma..."


"Aldo, ini sudah dua bulan lamanya, apa kamu nggak kangen istrimu. Munkin dia saat ini sangat ingin kau menjemputnya."


"Aldo sangat kangen ma, tapi Aldo sangat kecewa dengannya."


"Manusia itu semua memiliki kesalahan sayang, toh dia juga nggak pernah selingkuhin kamu, hanya pekara pil kontrasepsi itu wajar buat mama."


"Wajar bagaimana ma.. Amel nggak mau hamil anak Aldo."

__ADS_1


"Aldo, Istrimu bukan nggak mau hamil anak dari kamu, dia hanya ingin sedikit bebas saat menjalani studinya, hal itu wajar, karna Amel masih sangatlah muda. Begitu juga kamu."


Aldo menutup mukanya dengan kedua telapak tangannya.


"Aldo bingung ma, lalu bagaimana kalau Amel nggak mau Aldo ajak pulang. Aldo menyesal ma.." Aldo menangis didepan mama Tara.


"Dicoba dulu ya, nanti mama temenin. Okey. Sekarang kamu bersiap dulu ya.. mama tunggu dibawah.."


Aldo mengangguk.


***


Setelah kurang lebih lima belas menit. Aldo sudah rapi dengan pakaiannya. Ia sangat tidak sabar untuk menjemput istrinya.


Sopir mama Tara sudah bersiap didepan rumah Aldo. Lalu mereka segera meluncur untuk kerumah mamanya Amel.


***


Saat sampai disana, dengan ekstra keberanian Aldo mengetuk pintu rumah Amel.


Tok..tok..tok..


"Ia sebentar..." jawaban dari dalam rumah


Saat pintu itu terbuka keluarlah mamanya Amel.


"Eh nak Aldo dan mbak Tara. Silahkan masuk... lho Amel mana, kok nggak ikut."


Aldo dan mama Tara saling bertatapan.


"Apa?!! Jadi Amel nggak pulang kesini ma?" tanya Aldo.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


To be continue


Thank for reading

__ADS_1


Jangan lupa like dan tinggalkan jejak kalian ya.. supaya aku tambah semangat.


πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°


__ADS_2