I Love Cowok Posesifku

I Love Cowok Posesifku
Eps 45. Penasaran


__ADS_3

Didepan kampus, Aldo sudah menungguku. Saat melihatnya aku langsung menghampiri Aldo.


"Sayang, nungguin lama ya..?" sapaku


"Nggak juga, ayo kita pulang." ucap Aldo yang membukakan pintu mobilny untukku.


Dari kejauhan Ray ternyata mengawasiku.


"Ckk... ternyata dia sudah punya cowok!!" ucapnya berdecak. "Tak apalah, itukan hanya cowoknya bukan suaminya, aku masih ada kesempatan." imbuhnya tanpa mengetahui statusku.


"Heii...!!! lo ngapain disini bro..." suara si brekele mengagetkan Ray dari belakang.


"Gila lo ya, kaget gue!"


"Abisnya dari tadi gue liat, lo ngapain celingukan di balik pohon?"


"Gue tadi liat ada semut yang rambutnya sama kayak lo, puas. Hahaha..." ledek Ray


"Sialan lo... cewek apa cowok. Kalau cewek biar gue nikahin sekalian." jawab si brekele sambil menyipitkan matanya..


"Hahaha... udah yuuk balik."


Ray dan si brekele akhirnya meninggalkan kampus.


***


ALDO


Sesampai dirumah, aku langsung berganti pakaian dan segera kedapur untuk memasak.

__ADS_1


Tak butuh waktu lama, hanya kurang lebih lima belas menit aku menyelesaikan masakanku. Dan segera kuhidangkan di meja makan.


"Sayang, dah siap neh, kita makan yuuk?!!"


"Iya sebentar.." jawab Aldo yang masih berada dikamar.


**


Saat dimeja makan. Aldo bertanya, " Bagaimana kuliah pertamamu?


"Kau tahu saat aku jalan kearah kelas, aku bertemu teman yang satu angkatan denganku. Namanya Mawar. "


"Benarkah..?"


"Hmm.." anggukku.


" Dia baik, anaknya ceria. aku rasa aku nyaman berteman dengannya."


"Hahaha...Kalau ada cowok yang bertanya pasti aku jawab begini, maaf ya aku sudah mempunyai suami, dia orangnya cakep, penyayang, tapi dia super duper posesif. Jangan sampai kau ditelannya.Pffftt.." ucapku menahan senyum.


"Ditelan, emangny kamu pikir aku monster. Awas kau ya... akan aku bikin perhitungan saat di ranjang nanti malam." ancamnya..


"Haa... lagi. Kemaren dirumah mama kan udah."


"Memangnya kenapa, aku pria normal, dan meminta jatah ke istripun juga wajar. Jadi sebentar lagi mandilah dan pakailah baju terbaikmu." ucapnya.


"Ya ampun... ****** aku. Pake baju biasa aja dilahap abis, palagi pake hot dress..." gumamku sambil menepuk dahiku.


Setelah makan Aldo berdiri dan menghampiriku. Dia membungkuk dan mengucapkan sesuatu ditelingaku, "Bersiaplah untuk menjerit dan mendesah semalam penuh sayang."

__ADS_1


Haa...!!


Aku membelalakkan mataku ketika mendengarnya. "Dasar cowok posesif yang mesum." gumamku.


***


RAY


Drrtt... drrrttt.... suara ponsel Mawar bergetar.


Dilayar ponselny terpampang nama Ray.


"Hallo.. iya Ray" aku menjawab panggilan dari Ray.


"Ehmm.. anu, apa lo punya nomer ponsel Amel." jawabnya ragu


"Hahaha... gue kira ngapain lo nelpon malem- malem gini. Ternyata...?? Kenapa, apa lo udah langsung jatuh cinta ma Amel..."


"Ya enggak, cuman pengen tau dan pengen kenal lebih deket aja." Elaknya


"Gue nggak tau, coz tadi lupa gue nggak nanya nomer ponselnya. Besok dech gue tanyain, tapi ada imbalannya dong pastinya."


"Iya.. iya.. lo mau apa'an emangnya?" tanya Ray


"Gue mau parfum, hand and body, baju inceran gue yang ada di distro seberang kampus plus traktir gue makan di kantin."


"What..!! Lo mau minta imbalan atau mau ngerampok gue sih, banyak banget." ucap Ray kesel.


"Ya udah kalau misal nggak setuju juga nggak apa-apa. Lo minta ndiri aja nomer Amel."

__ADS_1


"Hufftt...!! okey.. okey.. gue penuhin permintaan lo. Asal besok lo kirim nomernya ke gue." jawab Ray terpaksa mengiyakan persyaratan Mawar.


__ADS_2