I Love Cowok Posesifku

I Love Cowok Posesifku
Eps 70. Rasa syukur


__ADS_3

Ya Allah...


Terima kasih telah...


KAU percayakan dua malaikat mungil padaku.


KAU berikan kami kebahagiaan.


KAU berikan keluarga kami rezky.


KAU berikan kami anugerah yang terindah.


"Selamat pagi..." sapa suster yang masuk diruanganku untuk melakukan observasi


"Pagi suster..." jawabku tersenyum


"Bagaimana, apa ada keluhan?" tanyanya


"Tidak suster, saya baik-baik saja. Oh ya sus, bayi saya bagaimana? Bolehkah saya melihatnya?" ucapku


"Tentu saja boleh, nanti sekitar pukul delapan bayi kembar kalian akan dibawa kemari. Akan tetapi masih dalam inkubator. Jadi masih belum bisa digendong." ujar suster itu.


"Baik suster, terima kasih banyak."


"Baik, kalau begitu saya kembali dulu, nanti dokter akan visit kurang lebih pukul sembilan. Ditunggu ya.." jelas suster dengan ramah.


Sementara Aldo masih terlelap dalam tidurnya di sofa. Mama Tara dan papa Dirwan dan juga mama, sementara kembali kerumah.


Dan tak lama setelah suster meninggalkan ruangan, akhirnya Aldo terbangun dan memicingkan matanya.


"Sayang, kamu sudah bangun." ucapnya


"Iya beb. Sekarang bantu aku mengganti pakaianku. Aku tak mau saat anakku kemari, mamanya bau asem."


"Apa sikembar akan dibawa kemari?"


"Iya, kata suster seperti itu."


"Aku nggak sabar liat baby twin kita." ucapnya


Aku sangat bahagia melihat senyuman Aldo.


Kemudian petugas pengantar makanan datang untuk memberiku sarapan pagi.


"Pagi Ny. Amel, ini sarapan untuk anda. Dihabiskan ya, supaya tambah bertenaga." ucapnya.

__ADS_1


"Terima kasih." ucapku dan Aldo bersamaan.


Pengantar makanan itu meletakkan piring yang berisi nasi beserta lauk pauknya yang lengkap, dan juga segelas susu.


"Cepet dimakan, aku mau beli beberapa camilan dulu ya dikantin rumah sakit." ucap Aldo


"Okey beb.."


***


Satu jam kemudian


"Halloo.... mamaa... kita sudah datang." ucap suster menirukan suara anak kecil saat membawa baby twin kekamar.


"Haii... astaga... sayang..." jawabku pada bayi kembarku.


"Ny. Amel, baby twin sementara masih belum bisa digendong ya." kata suster.


"Baik suster. Terima kasih sudah membawanya kemari."


Aku pelan-pelan turun dari tempat tidurku untuk melihatnya, walau menahan rasa perih dibagian perutku akibat sayatan pisau bedah.


"Hati-hati, mari saya bantu." ucap suster.


"Iya, terima kasih. Hehehe, suster rasanya kok sakit seperti perih gitu ya suster?" tanyaku polos. Karna memang ini adalah pengalaman pertama bagiku.


"Oo... baik suster."


"Suaminya kemana? Kok sendirian?"


"Suami saya masih d kantin suster, sebentar lagi kembali."


"Okey, kalau begitu sementara saya temenin ya bu, barangkali membutuhkan bantuan."


Ibuu...hehehe. Mulai sekarang aku harus terbiasa dengan panggilan seperti itu.


"Iya suster terima kasih."


Aku melihat baby twin masih terlelap. Mereka mengenakan gelang ID berwarna pink dan biru dipergelangan tangannya.


"Ini yang cewek ya suster." tunjukku pada baby twin yang mengenakan gelang merah muda


"Iya, lucu sekali ya mereka." jawab suster


"Wajahnya hampir tak bisa di bedakan ya."

__ADS_1


Kemudian tak lama Aldo dan mama Tara datang.


"Pagi Amel sayang.." sapa mama Tara.


"Mama... pagi ma.." jawabku


"Eh.. disini suda ada cucu omma. Ya ampuun... Aldo sini, coba liat dech. Seneng rasanya melihat wajah mungil mereka." ujar mama Tara mendekati baby twin


"Ny. Amel saya tinggal dulu ya, nanti kalau butuh apa-apa segera pencet tombol suster dibelakang anda." Ucap suster itu


"Baik suster. Terima kasih


Mama Tara tetap fokus melihat cucunya dalam inkubator.


"Al.. kau tahu, mereka persis saat kau dan saudaramu masih bayi.


"Iya ma, kakak pasti senang melihat ini." jawab aldo mengelus pundak mamanya agar tidak menangis.


"Eh liat, mereka menguap bersamaan.. Ya ampuun cucu omma.. pengen gendong rasanya."


"Hahaha... masih belum boleh ma." kata Aldo sambil membuka bungkusan jajanan yang sudah ia beli dikantin.


"Kau mau sayang?" Aldo menyodorkan roti yang ia beli padaku.


"Aku masih kenyang, belum lagi minum obat."


"Okey..."


TAP.. TAP.. TAP..


Suara hentakan kaki terdengar dilorong koridor rumah sakit.


Wanita dengan rambut tergerai berwarna coklat menghampiri kamar VIP yang aku tempati saat ini. Ia memakai softlens berwarna biru.


Kemudian ia membuka handle pintu kamarku


"Pagi sayang..."


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


To be Continue


Thanks for reading


Jangan lupa like dan tinggalkan jejak kalian dikolom komentar.

__ADS_1


Beri dukungan juga untuk Author dengan cara vote menggunakan poin / koin.


πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°


__ADS_2