
Ya.. aku adalah Amelia Aurora. Saat ini aku membuka toko bakery kecil-kecilan di pusat ibukota...
Sejak saat itu aku tidak pergi kerumah orang tuaku, sebab aku sangat malu untuk pulang kerumah. Oleh karena itu, aku putuskan untuk pergi kepusat ibukota dengan berbekal uang yang ada di tabungan pribadi milikku.
Disana aku menyewa sebuah ruko kecil dipinggir jalan. Dan aku putuskan untuk membuka usaha cake and bakery. Untung saja dulu aku sering membuat kue bersama mama. Jadi, berbekal dari situlah aku beranikan membuka usaha kecil-kecilan dengan ditemani satu orang karyawan bernama Nana.Ia anak yang sangat cekatan, baik, dan yang paling penting jujur.
"Hallo selamat siang, apa yang bisa saya bantu untuk kalian?" ucapku menyapa pelangganku yang sedang menunggu.
"Saya mau pesan cake pernikahan kak."
"Okey, cake seperti apa yang kamu inginkan?"
"Cakenya harus bernuansa warna white and pink. Ukuran Big 3 tingkat, Soal designnya saya percayakan sama kak Amel saja. Karna kita yakin ya sayang kalau Aurora Bakery selalu punya ide yang bagus. Toko kak Amel banyak diperbincangkan lho di internet dan juga media sosial." ucap pelanggan itu.
"Hehehe... benarkah itu..? Terima kasih atas pujiannya."
"Baiklah kita balik dulu ya, saya akan mentransfer pembayarannya nanti sore. Sampai jumpa lagi."
"Terima Kasih.."
Senangnya melihat pasangan yang akan menikah, dulu aku sebahagia itu, tapi sekarang...
Mata Amel berkaca-kaca saat mengingat kenangan dia bersama Aldo dulu.
"Kak Amel, bagaimana..? Apa mereka jadi memesan cake, Lho kak Amel menangis?"
__ADS_1
"Eh ..nggak na cuman ikut bahagia aja melihat mereka. Oya, Esok lusa kita harus bekerja keras."
"Siap kak Amel, kapanpun Nana siap bertempur. Hahaha.."
"Kamu ini, makasih ya Na.." ucapku
"Nana yang harus berterima kasih sama kak Amel, karna Nana udah nggak punya siapa-siapa lagi. Berkat kak Amel, Nana jadi memiliki penghasilan disini."
Flashback,
Aku dan Nana bertemu didepan ruko yang aku sewa saat ini. Saat itu aku melihat Nana menangis tiada hentinya, oleh karna itu aku menghampiri dan bertanya padanya.
Ternyata, Ayahnya yang suka mabuk-mabukan dan judi didesa membuatnya untuk pergi kekota besar ini untuk mencari ibunya. Namun, saat sudah sampai disini ternyata ibu Nana sudah meninggal dunia. Nana kebingungan waktu itu. Jadi aku putuskan untuk menawarinya pekerjaan yang baru aku dirikan disini.
Itulah singkat cerita awal pertemuanku dengan Nana.
Papa Dirwan dan Mama Tara
"Pa, minta tolonglah sama anak buah papa. Suruh mereka berpencar untuk mencari Amel. Munkin saja Amel masih ada didaerah kota ini."
"Iya ma, papa sudah usahakan, tapi mereka masih belum menemukannya. Mama sabar dululah. Okey."
"Kasian Aldo pa, mama nggak tega lihat kondisinya. Lihat dia pa, badannya semakin kurus. Dia sangat merasa bersalah."
"Nanti papa coba bujuk dia ya ma."
__ADS_1
Papa Dirwan menghampiri anak lelaki semata wayangnya.
"Al.. kamu jangan seperti ini. Kita semua sama-sama berusaha mencari. Okey. Kalau kamu tidak mau makan nanti kamu akan lemas trus nanti bagaimana kamu akan mencari istrimu."
"Pa, Aldo harus bagaimana? Ini sudah jalan satu minggu tapi masih belum juga ketemu."
"Apa iya Aldo harus bikin iklan pencarian orang dimedia." imbuh Aldo
"Itu bukan ide yang buruk. Apa salahnya kita mencoba. Yang penting sekarang makanlah. Okey... Kamu percaya papa kan."
"Iya pa. Terima kasih."
"Bi ijah, cepat buatkan makanan untuk Aldo." ucap mama Tara ke bik Ijah.
"Baik bu."
Sebenarnya kamu kemana Mel, aku sangat menyesal, dan saat ini aku sangat merindukanmu. Pulanglah.. atau aku tidak akan bisa memaafkan diriku sendiri seumur hidup.
Aldo mengenang kebahagiannya dulu bersama Amel. Tawa Amel, dan juga pelukan Amel... Ia tak bisa menahan air matanya lagi. Tak ada kata-kata yang mampu ia ucapkan saat ini kecuali " I Miss you Honey ".
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
To be Continue...
Thank's for reading...
__ADS_1
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak kalian ya, supaya aku tambah semangat.
π€π€π€π₯°π₯°π₯°