
Sudah 3 hari papa Roy dan mama Ira menginap di rumah pak Rahmat. Ustad Ilham sudah mulai akrab dengan papa Roy, tetapi masih malu-malu dengan mama Ira. Memang sedari kecil ustad Ilham hanya diasuh oleh bapaknya saja karna ibunya telah meninggal saat dia masih berumur 1 tahun. selama hidupnya, ia tidak pernah bersentuhan langsung dengan perempuan. Karna dari umur 5 tahun, ia sudah tinggal di ponpes, dan pak Rahmat selalu berpesan agar ustad Ilham selalu menjaga hatinya, ucapannya dan pandangannya.
Setelah selesai sarapan papa Roy dan mama Ira berpamitan dengan ustad Ilham.
"Nak Ilham.. bapak sama ibuk pamit pulang dulu ya, jaga diri baik-baik!" Kata papa Roy.
"Nggeh pak, maturnuwun sanget." Kata ustad Ilham sopan.
(Maturnuwun sanget : terima kasih banyak).
"Kalo ada apa-apa jangan sungkan telfon kami, ya!" Kata mama Ira.
"Ohh iya, ini nomer telfon bapak. Jika ada apa-apa telfon saja." Tutur papa Roy.
"Nggeh pak, suwun." kata ustad Ilham.
"Ya sudah.. kita pamit dulu." Kata papa Roy.
"Asalamualaikum.." Salam papa Roy dan mama Ira.
"Waalaikumsalam." Jawab ustad Ilham.
Di mobil.
"Semoga Ilham menerima perjodohan ini ya pa." Harapan mama Ira.
"Semoga saja ma," Kata papa Roy.
Papa Roy dan mama Ira sampai di rumah sekitar pukul 6 sore.
"Asalamualaikum anak-anak." Terian mama Ira.
"Mama... papa." Teriak Lula yang berlari dari arah dapur.
"Sayang mama kangen banget sama kamu." Kata mama Ira seraya memeluk sang putri.
"Aku juga.. kangen sama mama sama papa." Kata Lula.
"Dimana kakakmu?" Tanya mama Ira.
"Belum pulang, katanya lembur..nanti pulangnya jam 9." Kata Lula.
"Lembur.. apa ada masalah dikantor?" Tanya papa Roy.
"Katanya akan ada proyek besar dan mereka harus mendapatkanya." Kata Lula.
"Proyek besar? Kenapa mereka gak ngomong ke papa? Ya sudah nanti papa tanya sendiri ke mereka." Kata papa Roy.
__ADS_1
Mereka kembali kekamar masing-masing.
Magelang.
Sudah 7 hari semenjak kematian pak Rahmat, ustad Ilham kembali ke ponpes dan melakukan kembali tugasnya.
"Alhamdulillah ustad Ilham sudah bisa mengajar kembali ke ponpes ini." Kata ustad Zaki.
"Nggeh ustad ." Kata ustad Ilham.
Selama hampir 1 bulan ustad Ilham selalu melaksanakan sholat istikharah untuk meminta petunjuk mengenai masalah yang dia hadapi. Dan sekarang ini dia sudah mendapatkan jawabanya, ia berencana menelfon papa Roy.
"Asalamualaikum pak Roy." Salam ustad Ilham.
"Waalaikumsalam nak Ilham, ada apa? Semua baik-baik saja kan?" Tanya papa Roy disebrang telfon yang khawatir dengan ustad Ilham.
"Ndak ada apa-apa pak, saya sudah memiliki jawaban mengenai perjodohan ini pak. Dan Bismillah(dalam hati) saya menerima perjodohan ini." Kata ustad Ilham.
"Apa? Apa nak Ilham serius?" Kata papa Roy yang masih tidak percaya dengan ucapan ustad Ilham.
"Nggeh pak, saya serius, dalam waktu dekat ini saya akan kerumah bapak untuk membahas ini lebih lanjut lagi." Tutur ustad Ilham.
"Alhamdulillah ya Allah, bapak senang sekali mendengar ini nak. Bapak akan tunggu kamu disini!" Kata papa Roy yang sangat gembira mendengar kabar bahagia ini.
"Nggeh pak." Kata ustad Ilham.
"Nggeh pak, Waalaikumsalam." Kata ustad Ilham.
Ustad Ilham kembali melanjutkan tugas-tugasnya.
Jakarta.
Rumah papa Roy.
"Ma.. mama tau siapa yang menelfon tadi?" Kata papa Roy.
"Memang siapa pa?" Kata mama Ira.
"Ilham.." Kata papa Roy.
"Ilham, apa ada masalah?" Tanya mama Ira.
"Tidak ma.. ini bukan masalah tapi ini berkah." Kata papa Roy.
"Berkah apa pa?, ngomong yang benar dong jangan buat mama penasaran." Tanya mama Ira yang penasaran dengan berkah apa yang suaminya maksud.
"Ilham.. dia menerima perjodohan ini ma. Papa sangat bahagia." Tutur papa Roy.
__ADS_1
"Alhamdulillah papa.. terima kasih ya Allah atas kemurahan-Mu." Kata mama Ira seraya menangis.
"Mama jangan nangis dong, papa jadi pengen nangis ni." Kata papa Roy.
"Mama bahagia pa.. karan kita bisa menyelamatkan masa depan putri kita." Tutur mama Ira.
"Ayo kita beritahu Reno sama Anji." Ajak papa Roy.
Papa Roy dan mama Ira turun ke bawah untuk memberitahu kabar gembira ini.
"Reno..Anji kemari sayang mama sama papa ada kabar gembira." Kata mama Ira.
"Kabar gembira apa ma?" Tanya Reno yang penasaran.
Papa Roy menoleh kekanan dan kekiri untuk mencari keberadaan Lula.
"Lula dimana?" Tanya papa Roy.
"Dia pergi ke minimarket pa, ada apa sih?" Kata Anji.
"Ilham.. anak pak Rahmat, dia menerima perjodohan ini." Kata papa dengan semangat.
"Haa benarkah, Alhamdulillah pa." Kata Reno.
"Wahh kita dilompati Lula dong." Kata Anji.
"Tidak papa, yang terpenting ini semua demi kebaikan Lula." Kata Reno.
"Iya iya.. kalo gitu kita harus merayakannya." Kata Anji dengan semangat.
"Mama akan buat makanan yang paling enak malam ini." Kata mama Ira.
"Ide bagus ma." Kata papa Roy.
Tak selang beraba lama, Lula pun datang. Dia heran kenapa papa dan kakak-kakaknya tiba-tiba terlihat begitu gembira.
"Kalian baik-baik aja kan? Perasaan tadi aku pergi kalian terlihat normal-normal saja. Tapi kenapa sekarang terlihat sangat gembira, ada apa?" Tanya Lula.
"Tidak ada apa- apa kok, kita cuma lagi seneng aja." Jawab Reno.
"Oh oke.. aneh banget si ( bisik Lula)." Kata Lula yang langsung naik kekamarnya.
Terima kasih sudah membaca novelku😊
jangan lupa komen dan like ya😁
__ADS_1