Imamku

Imamku
Dasar Istri minus akhlaq.


__ADS_3

Semalaman suntuk ustad Ilham memijit kaki Lula. Karna terlalu kelelahan dan mengantuk, ustad Ilham tanpa sadar tidur di bawah kaki Lula. Lula yang merasa ada angin yang berhembus di kakinya, bangun dan melihat suami penurutnya itu tertidur di bawah kakinya.


Lula melihat lingkaran hitam di bawah mata ustad Ilham merasa sedikit iba, karna semalaman suntuk dia memijat kakinya. Tapi Lula tetaplah Lula, ia malah berpikir akan mengerjai suaminya lagi.


Dia melancarkan aksinya dengan sengaja menimpakan kakinya ke wajah ustad Ilham. Sontak ustad Ilham terkejut dan bangun dari tidurnya.


''Astagfirullahaladzim.'' Ucap ustad Ilham.


Dia melihat Lula yang masih tertidur. Ustad Ilham berjalan menuju kamar mandi untuk mencuci mukanya, agar terlihat lebih segar.


Lula bangun dan tertawa, karna keusilanya itu berhasil.


''Hahaha, rasain lo.'' Ucapnya.


Ustad Ilham keluar kamar mandi dan melihat Lula yang sudah terbangun.


''Kamu sudah bangun? Mau kekamar mandi?'' Ucap ustad Ilham.


''Hem.'' Jawaban singkat dari Lula.


Lantas ustad Ilham membantunya turun dari ranjang dan mengantar Lula ke kamar mandi. Setelah selesai, ustad Ilham membantu Lula ke tempat tidur. Ustad Ilham berniat meminta ijin kepada Lula agar memberinya sedikit waktu untuk tidur. Ia merasa kepalanya sangat pusing dan matanya sangat berat.


''Lula, apa saya boleh tidur sebentar?'' Tanya ustad Ilham dengan hati-hati.


''Lo di sini buat jaga gua, kalo lo tidur terus gua gimana? Makanya jangan sok-sokan mau jagain gua, baru juga semalam udah ngeluh.'' Ucap Lula.


''Maafin saya.'' Kata ustad Ilham seraya menundukan kepalanya.


Lula terlihat tersenyum miring, dia sangat senang bisa membuat sang suami menderita. Lula duduk bersandar di atas ranjangnya, sembari memainkan ponselnya. Lula melihat ustad Ilham tertidur dengan posisi duduk, sebenarnya dia ingin membangunkannya tapi Lula membiarkannya untuk tidur sebentar.

__ADS_1


Dokter masuk ke dalam ruang rawat Lula untuk melakukan pengecekan.


''Pagi.'' Ucap Dokter.


''Pagi juga, Dok.'' Jawab Lula.


''Bagaimana perasaannya? Apa sudah membaik?'' Tanya Dokter.


''Sudah lumayan kok, Dok.'' Ucap Lula.


''Saya periksa dulu.'' Ucap Dokter.


Dokter memeriksa Lula.


''Anda membaik dengan sangat cepat. Jadi sore ini sudah bisa pulang.'' Ucap Dokter.


''Baiklah, saya permisi dulu.'' Kata Dokter.


Setelah Dokter keluar, Lula berteriak memangil ustad Ilham.


''Woi om bangun!'' Teriak Lula.


Tetapi ustad Ilham tidak bergeming, dia masih tertidur.


''Hai om bangun! Ihh ni orang bolotnya kebangetan.'' Ucap Lula.


Karna ustad Ilham tidak terbangun, maka Lula menghampirinya. Lula membangunkan ustad Ilham.


''Om bangun!'' Ucap Lula.

__ADS_1


Ustad Ilham masih tertidur. Lula mencoba lebih mendekat.


''Ih om bangun!'' Ucap Lula seraya menggoyang-goyangkan bahu ustad Ilham.


Ustad Ilham terkejut dan langsung berdiri. Karna ustad Ilham langsung berdiri, membuat Lula terkejut dan Membuatnya hampir terjatuh. Spontan ustad Ilham meraih pinggang Lula. Sepersekian detik mata mereka saling menatap, jantung ustad Ilham berdetak sangat kencang dan ia merasa wajahnya menghangat. Tetapi berbeda dengan Lula, dia malah terlihat marah kepada ustad Ilham.


''Lepasin gua!'' Ucap Lula.


Ustad Ilham tersadar dan melepaskan tangannya dari pinggang Lula.


''Mencari kesempatan dalam kesempitan. Seneng kan lo pegang-pegang gua?'' Ucap Lula.


''Endak, saya cuma menolong.'' Ucap ustad Ilham.


Lula memutar malas matanya. Seraya berjalan, Lula berkata.


''Usap tu tai mata lo.'' Ucap Lula.


Ustad Ilham mengusap matanya, dan benar saja ada tai mata segede gaban.


''Gede kan?'' Ucap Lula.


Ustad Ilham sangat malu, bergegas dia pergi ke kamar mandi untuk membasuh wajahnya.


 


Terima kasih telah membaca novelku😊


Jangan lupa vote dan like😄

__ADS_1


__ADS_2