
Setelah selesai mengajar, Ustad Ilham tidak langsung pulang karena ada urusan dengan Ustad Zaki.
Setelah urusanya selesai, ia pulang dengan tergesa-gesa. Entah kenapa ia tiba-tiba merindukan istrinya itu. Sesampainya di rumah Ustad Ilham langsung mencari keberadaan sang istri.
''Asalamualaikum, Dek?'' salamnya dengan nada riang.
Seperti biasa, tidak ada jawaban dari Lula.
Ustad Ilham berjalan menuju kamar Lula.
Tok Tok
''Dek Ula, apa kamu di dalam?'' tanyanya.
Tak ada sautan dari Lula.
''Saya buka pintunya ya?'' ucapnya.
Ustad Ilham membuka pintu kamar, ia melihat Lula yang duduk menghadap jendela. Lantas Ustad Ilham menghampirinya, ia berdiri di belakang Lula.
''Dek, ada yang mau saya bicarakan?'' tanyanya.
Tak ada jawaban dari Lula.
''Dek!" panggilnya sekali lagi.
Lula tiba-tiba menengok kearah Ustad Ilham.
''Hahh, astagfirullahaladzim. Kamu siapa? Dan dimana istri saya? Kamu apakan dia? Dimana istri saya?'' Ustad Ilham panik.
Lula hanya diam menatap aneh Ustad Ilham.
''Dia kesambet ya? Aneh banget si,'' batin Lula.
__ADS_1
Ustad Ilham panik sejadi-jadinya, ia mencari keberadaan istrinya di semua ruangan yang ada, tapi ia tak kunjung menemukannya.
Saat Ustad Ilham akan keluar rumah, Lula mencekal tangan Ustad Ilham, sontak itu membuat Ustad Ilham marah.
''Apa yang kamu lakukan! Lepaskan tangan saya!'' ucapnya sedikit membentak.
Tiba-tiba ide jail datang menyerang otak Lula.
''Kesempatan, gua kerjain ah,'' batinnya.
Lula menarik tangan Ustad Ilham, tapi Ustad Ilham terus memberontak. Lula menunjuk-nunjuk lemari yang ada di kamarnya. Ustad Ilham pikir Lula berada di dalam sana.
''Mungkin karena takut dia bersembunyi di sana,'' batin Ustad Ilham.
Lantas Ustad Ilham bergegas berjalan kearah lemari dan membukanya, tapi ia tidak menemukan siapa-siapa. Saat akan pergi ternyata pintu sudah di kunci oleh Lula.
''Buka pintunya, sekarang!" ucapnya dengan panik.
Lula perlahan-lahan mendekati Ustad Ilham, Ustad Ilham yang panik mendorong Lula tapi dorongan itu tidak membuatnya terjatuh. Ustad Ilham bergegas pergi kearah jendela, Lula langsung mendorongnya hingga terjatuh di atas kasur. Lula merangkak di atas tubuh Ustad Ilham, saat Ustad Ilham akan mendorongnya tanganya di cekal oleh Lula. Karna tidak kuat menahan tawa, akhirnya Lula menyudahi kejailanya itu.
''Kayak anak gadis banget si,'' ucap Lula.
Ustad Ilham bingung karena suaranya mirip sekali dengan Lula.
''Dek Ula?'' tanyanya.
''Iya, ini gua. Kenapa? Kaget banget ya?'' ucap Lula.
Lula turun dari kasur, dan pergi kekamar mandi untuk membersihkan wajahnya. Ustad Ilham yang masih tidak mengerti, hanya bisa terdiam di atas kasur.
Lula menghampiri Ustad Ilham, dengan tawa yang masih terdengar.
''Kenapa? Masih syok?'' tanya Lula.
__ADS_1
''tadi itu benar-benar kamu, kan?'' tanya Ustad Ilham.
''Iya, itu gua kok,'' ucap Lula.
''Tapi kok tadi mukanya putih banget dan banyak yang terkelupas?'' ucap Ustad Ilham.
''Tadi gua lagi maskeran, emang warnanya putih, kalo udah kering ya ngelupas,'' jawab Lula.
Ustad Ilham nampak masih binggung.
''Ah udah deh gak usah di bahas. Tadi mau ngomong soal apa?'' tanya Lula.
''Oh iya, emm besok kita jalan-jalan ya,'' ucap Ustad Ilham.
''Mau jalan-jalan kemana? Pake apa? Kalo jalan kaki mah gua ogah!'' ucap Lula.
''Ndak kok, kita pakai motor,'' ucap Ustad Ilham.
''Emang lo bisa, kayaknya lo pernah bilang kalo gak bisa bawa motor sama mobil?'' tanya Lula.
''Saya bisa kok, besok mau ya?'' ucap Ustad Ilham.
''Mau kemana si?'' tanya Lula.
''Jalan-jalan saja, kemana aja,'' ucap Ustad Ilham.
''Ya,'' ucap Lula.
''Terima kasih,'' ucap Ustad Ilham.
Ustad Ilham nampak sangat bahagia, karena Lula setuju ia ajak pergi berdua.
__ADS_1
Terima kasih telah membaca novelku😊
Jangan lupa vote dan like ya😉--