
Setelah lama menunggu akhirnya dokter keluar dari ruang ICU.
" Bagaimana keadaan bapak saya dok?" Tanya ustad Ilham.
"Begini. Pasien menderita jantung koroner, karna penyakit ini dibiarkan begitu saja tanpa penanganan yang lebih lanjut, jadi penyakit jantung pasien sudah terlalu parah," Kata dokter.
"Jadi kita harus bagaimana dokter?" Tanya papa Roy.
"Kita harus melakukan transplantasi jantung, itupun kemungkinan selamat sangat kecil." Tutur dokter.
"Lakukan apa pun untuk menyelamatkan Rahmat, dok." Kata papa Roy.
"Ambil saja jantung saya dokter." Kata ustad Ilham yang khawatir dengan keadaan pak Rahmat.
"Apa kamu yakin. Ham?" Tanya papa Roy.
"Njeh pak, saya yakin. Saya akan melakukan apa saja agar bapak kembali sehat." Tutur Ilham dengan penuh keyakinan.
" Baiklah kalo begitu…mari ikut saya." Kata dokter.
Ustad Ilham melakukan pemeriksaan kesehatan, setelah selesai melakukan pemeriksaan kesehatan Ilham kembali ke ruang ICU.
"Bagaimana pemeriksaanya?" Tanya mama Ira.
"Masih di periksa oleh dokter, hasilnya akan keluar 1 jam lagi." Kata ustad Ilham.
"Kata dokter, bapak sudah bisa di jenguk tapi hanya boleh 1 atau 2 orang saja." Tutur ustad Ilham.
"Ya sudah, papa dan Ilham saja yang masuk. Mama tunggu diluar saja.'' Kata mama Ira.
"Ya sudah, papa masuk dulu." Kata papa Roy.
Sebelum masuk ruang ICU , papa Roy dan ustad Ilham memakai baju hijau dan masker.
Melihat kondisi sang bapak, ustad Ilham langsung menangis.
__ADS_1
"Bapak..bangun pak ini Ilham!" Kata ustad Ilham seraya menangis.
Pak Rahmat membuka sedikit matanya.
"Il..ham?'' Kata pak Rahmat terbata-bata.
"Njeh pak, niki Ilham." Kata ustad Ilham seraya memegang tangan pak Rahmat.
( Niki : ini ).
"Roy?" Kata pak Rahmat dengan suara lemah.
"Iya Mat, ini aku. kenapa kamu berbohong padaku, apa kamu gak ngangap aku sebagai keluargamu lagi?" Tanya papa Roy dengan mata berkaca-kaca.
"Ma..af kan aku Roy." Kata pak Rahmat dengan lemah.
"Aku akan memaafkanmu jika kamu kembali sehat. Jika tidak, aku tidak akan memaafkanmu." Kata papa Roy.
Pak Rahmat hanya tersenyum.
"Njih pak." Kata ustad Ilham.
"Ba..pak min..ta kamu me..nikah dengan Lu..la, ja..ga dia un..tuk bapak." Permintaan terakhir pak Rahmat.
Setelah mengatakan itu pak Rahmat mengalami kejang-kejang.
"Bapak, Astaufirullah ya Allah." Kata ustad Ilham panik.
Papa Roy menekan tombol pemanggil dokter.
"La..ila..haillallah." Ucapan terakhir pak Rahmat, dan beliau akhirnya meninggal.
"Bapak?" Kata ustad Ilham terkejut.
Dokter masuk ke ruang ICU dan memeriksa denyut nadi pak Rahmat.
__ADS_1
"Bagaimana dokter?" Tanya papa Roy.
"Maaf.. pasien telah meninggal." Kata dokter.
"Innalillahi wainnailaihi raji'un." Kata papa Roy.
Bak disambar petir, tubuh ustad Ilham ambruk di sisi kasur sang bapak. Dia masih tidak percaya kalau bapak yang dia kasihi dan cintai telah pergi meninggalkannya untuk selama-lamanya.
"Bapak?" Kata ustad Ilham lemah.
"Ilham kuatkan hatimu nak, ikhlaskan bapakmu pergi." Kata papa Roy seraya merangkul pundak ustad Ilham.
"Innalillahi wainnailaihi raji'un." Kata ustad Ilham seraya meneteskan air mata nya.
Dokter melepas semua alat yang ada di tubuh pak Rahmat dan akan memindahkanya ke ruang jenazah untuk sekalian dimandikan dan di kafani.
Di luar ruang ICU.
"Apa yang terjadi pa?" Tanya mama Ira yang sudah menangis karna melihat kondisi ustad Ilham yang terlihat terpukul.
"Rahmat ma, dia telah meninggal." Kata papa Roy.
"Innalillahi wainnailailhi raji'un." Kata mama Ira yang syok mendengar kabar mengenai pak Rahmat.
"Papa dan Ilham akan membantu memandikan dan mengkafani Rahmat dulu." Kata papa Roy dan dibalas anggukan oleh mama Ira.
Ustad Ilham menghubungi pak RT serta ustad Zaki bahwa bapaknya telah meninggal.
----------------------------------------
Terima kasih sudah membaca karyaku😊
jangan lupa komen ya😊
__ADS_1