
Keesokan harinya, saat Lula berbelanja dengan teman-temanya dan saat akan membayar, kartu kredit yang dia gunakan telah terblokir, dia mencoba lagi kartu kredit yang lain, hasilnya sama saja.
''Gimana La, bisa gak?'' tanya Devi.
''Gak bisa, gua pinjem uang Lo ya?'' kata Lula kepada Nindi.
''Gila lo, gua gak mungkin punya uang sebanyak itu La,'' kata Nindi.
''Lo ada gak Dev?'' tanya Lula.
''Kalo 50 juta mah ada, tapi kalo 190 juta mah gak punya La, kita kan gak sekaya lo,'' kata Devi.
''Gua telfon bokap dulu,''kata Lula.
Lula menelfon papa Roy.
''Halo pa, papa kok blokir kartu kredit aku si, aku jadi gak bisa bayar ni,'' kata Lula.
''Papa sudah bilang, papa akan cabut semua fasilitas yang papa kasih ke kamu, kamu gak lupa kan?'' kata papa Roy.
''Tapi pa, belanjaan aku gimana?'' tanya Lula.
''I don't care, itu salahmu sendiri Lula, papa sudah peringatkan kamu tapi kamu tidak perduli,''kata papa Roy yang langsung mematikan telfonnya.
''Gimana?'' tanya Nindi.
Lula hanya menjawab dengan gelengan kepala.
''Maaf ya mbak, gak jadi beli,'' kata Lula.
''Kalo gak punya uang, jangan sok mau beli barang mahal!'' hardik penjaga toko.
Mereka keluar dengan rasa malu.
''Lo gimana si La, kok gak bisa bayar si?'' tanya Nindi.
''Bokap gua tadi malam bilang kalo semua fasilitas gua bakal dicabut. Ya gua pikir dia cuma bercanda tapi ternyata serius,'' kata Lula.
''Terus kebutuhan sehari-hari lo gimana?'' tanya Devi.
''Gua minta si Devid,'' kata Lula.
''Kenapa lo tadi gak telfon Devid buat bayarin belanjaan lo?'' kata Nindi.
''Ohh iya gua gak kepikiran sama sekali. Sekarang gua telfon Devid, suruh dia transfer duit buat bayar belanja yang tadi,'' kata Lula.
Lula menelfon Devid.
''Halo sayang, sayang transfer duit buat aku shoping dong. Tadi aku mau beli tas tapi semua kartu kredit aku udah papa blokir dan tadi aku di hina sama penjaga toko sayang, dia bilang aku miskin,'' ucap manja Lula.
__ADS_1
''Emang berapa sayang?'' tanya Devid.
'' Gak banyak kok, cuma 200 juta aja,''kata Lula.
'' What! Kamu belanja tas habis 200 juta?'' Devid terkejut.
''Iya sayang, gak banyak kan, transfer ya,'' kata Lula.
''Ya sudah tapi kamu harus janji, jangan shoping tiap hari, aku kan gak sekaya keluarga kamu,'' kata Devid.
''Iya sayang, janji,'' kata Lula.
'' Aku udah transfer ke rekening kamu, ya sudah aku lagi banyak urusan,'' kata Devid.
''Makasih sayang, love you,'' kata Lula.
Lula kembali ke toko tadi untuk membayar tas yang di inginkan.
''Ni mbak saya bayar,'' ucap Lula.
''Gimana bisa kan? makanya kalo ngomong jangan sembarangan, kayak situ bisa beli aja,'' sindir Lula.
Penjaga yang tadi menghina Lula kini diam saja.
Setelah lelah berbelanja, kini mereka pulang kerumah masing-masing.
Sudah 1 minggu ini hidup Lula tergantung kepada Devid, sementara perusahaan papa Devid sedang mengalami krisis keuangan. Devid sudah tidak sanggup lagi memenuhi semua keinginan Lula, Devid berpikir lebih baik kehilangan Lula daripada kehilangan perusahaan keluarganya. Dan tanpa sengaja terbesit niat untuk memanfaatkan Lula agar papanya mau menjadi investor diperusahannya.
Devid pergi ke apartemen Lula. Devid langsung masuk karna dia memiliki kunci cadangan apartemen Lula.
''Sayang, aku butuh bantuan kamu,'' kata Devid.
''Bantuan apa sayang?'' kata Lula.
''Menikahlah dengan cowok pilihan papa kamu sayang,''kata Devid.
Sontak Lula kaget dan marah.
''Kamu sudah gila Devid, aku tidak sudi menikah dengan dia. Kamu juga sangat menentang hal itu kan, kenapa sekarang kamu menyuruh aku menikah dengan dia?" teriak Lula.
"Sayang dengarin aku dulu, perusahaan papa aku sekarang sedang pailit dan akan bangkrut jika tidak segera mendapatkan suntikan dana, aku mohon sayang bantu keluargaku,'' mohon Devid.
''Tapi kenapa aku harus menikahi pria itu?'' tanya Lula.
''Begini sayang, kamu bilang, kamu mau menikah dengan cowok itu asal papa kamu memberikan suntikan dana uang 20 miliar dan jangan bilang kalo uang itu untuk perusahaanku, aku yakin papamu tidak akan memberikannya. Setelah itu kamu bisa meminta cerai, bagaimana sayang? Aku mohon kamu mau membantuku ini juga demi masa depan kita,'' rayu Devid.
''Baiklah semua ini aku lakukan demi kamu,'' kata Lula.
''Terima kasih sayang, aku sangat mencintaimu,'' kata Devid.
__ADS_1
Keesokan harinya Lula pergi ke rumah papa Roy untuk memberitahu bahwa dia bersedia menikah dengan ustad Ilham.
''Papa, mama,'' panggil Lula.
Mereka semua menoleh ke arah Lula.
''Kenapa kamu kesini? Mau minta uang, papa gak akan kasih kamu sepeserpun!'' kata papa Roy.
''Pa, jangan gitu dong kasian Lula. Duduk sayang!'' kata mama Ira.
Mereka duduk di ruang tamu.
''Bagaimana kabar kamu?'' tanya mama Ira.
''Aku baik ma,'' kata Lula.
''Mau apa kamu kesini?'' tanya papa Roy.
''Aku mau bilang, kalo aku mau nikah sama cowok pilihan papa itu,''kata Lula.
''Apa! kamu serius Lula?'' tanya papa Roy memastikan agar Lula tidak berbohong.
''Iya pa, aku serius. Tapi ada syaratnya,'' kata Lula.
''Syarat apa?'' tanya papa Roy.
''Papa harus ngasih aku uang 20 miliar,'' jawab Lula.
''Apa! 20 miliar? buat apa uang segitu banyaknya La?'' tanya papa Roy.
''Papa gak perlu tau, uang itu buat apa,'' kata Lula.
Papa Roy sedang berpikir dan ia mengerti apa yang tengah terjadi.
''Baik papa akan berikan kamu uang itu, setelah kalian menikah dan kamu tidak boleh meminta cerai duluan kepada Ilham, kamu harus menuruti semua perkataan Ilham. Jika kamu melanggar syarat itu, papa pastikan orang itu akan menderita,'' kata papa Roy.
''Apa maksud papa?'' tanya Lula yang kaget.
''Sepertinya papa tau uang itu untuk siapa?'' batin Lula.
''Kamu tau benar maksud papa apa, bagaimana Lula apa kamu setuju?'' tanya papa Roy.
Lula tampak berpikir, sebenarnya dia tidak ingin menikah tapi ini demi Devid, orang yang sangat dia cintai.
''Oke aku terima,'' kata Lula.
Terima kasih udah membaca novelku😊
__ADS_1
Jangan lupa komen dan like ya😊😊