
Setelah puas berbelanja, mereka pergi ke cafe untuk makan siang karna sedari pagi Lula belum makan sama sekali.
"Gila laper banget gua, kek mau mati" kata Lula dengan mulut penuh makanan.
"Gak mungkin lo mati segampang itu." kata Nindi.
" And jangan lupa sebelum lo mati tobat dulu, dosa lo kan banyak." ledek Devi.
"Gak usah bawa-bawa dosa deh, kayak dosa lo dikit aja." sindir Lula dengan wajah cemberut.
Mereka bertiga memang sama-sama nakal hanya saja Devi dan Nindi masih takut kepada orang tua mereka.
"Oke sorry ya La, jangan cemberut gitu dong nanti cantiknya pindah ke gua lo Hahaha." rayu Devi.
"Btw La, gimana hubungan lu ama si Devid." tanya Nindi.
"Biasa aja, dia udah gak minta anah-aneh lagi." tutur Lula.
"Syukur deh kalo gitu." kata Nindi.
Devid Antonio, anak dari pengusaha kaya raya dibidang makanan kaleng ini memiliki sifat sombong, angkuh dan sangat bebas dalam bergaul. Hubungan Lula dan Devid baru 6 bulan terjalin tetapi Devid sudah meminta ini itu layaknya suami istri. Dan Lula selalu menolak karna jika Devid bukan jodohnya maka dia sendiri yang akan rugi.
Setelah selesai makan mereka pulang kerumah masing-masing.
__ADS_1
Dimobil.
"Tadi gua belanja habis 97 juta, pasti kena semprot ni, ah bodo amat lah mereka kerja kan buat gua juga, kalo gak gua yang ngabisin terus siapa lagi." kata Lula.
Lula memang sangat suka shoping bahkan bisa di bilang penggila shoping, habis puluhan juta tidak masalah baginya yang terpenting dikamarnya terdapat barang baru yang mahal dan belum di miliki orang lain.
Dirumah.
ting.
pesan masuk dari tagihan kartu kredit.
"Hahh apa 97 juta, Lula benar-benar keterlaluan untuk apa uang sebanyak itu." kata papa Roy.
"Lula dia…" kata papa Roy terputus saat melihat Lula masuk kerumah dengan membawa beberapa paper bag.
"Benerkan, pasti kena omel ni." batin Lula.
"Dari mana kamu?" tanya papa Roy.
"Bisa pa, habis shoping." jawab Lula dengan santai.
"Dengan menghabiskan 97 juta." bentak papa Roy.
__ADS_1
Mama Ira terkejut mendengar kata papa Roy.
"Apa.. 97juta, apa kamu sudah gila Lula? apa kamu gak mikir gimana susahnya kakak-kakak kamu cari uang hahh?" marah mama Ira.
"Ma pa gak usah lebay deh, aku cuma beli tas sama baju aja kok dan traktir temen, kakak cari duit itu buat aku juga kan. So, tenang aja duit mereka gak akan habis dan aku juga gak akan ngabisin duit mereka." kata Lula dengan santai.
PLAK.
Tamparan keras dari mama Ira mengenai pipi mulus Lula.
"Kamu keterlaluan Lula, mama benar-benar kecewa dengan sikapmu." kata mama Ira yang marah kepada Lula dan meninggalkan Lula dengan menangis.
Papa Roy menatap Lula yang tampak kesakitan atas tamparan mama Ira dengan tatapan kecewa.
"Kamu benar-benar membuat papa kecewa." kata papa Roy meninggalkan Lula sendiri.
"Emang salah kalo gua shoping sampe segitu, dasar mama sama papa terlalu perhitungan sama anak sendiri." kata Lula.
Lula pergi kekamarnya tanpa rasa bersalah, karena telah membuat mamanya menangis.
---------------------------------------
Terima kasih telah membaca karyaku😊
__ADS_1