Imamku

Imamku
Rencana yang gagal


__ADS_3

Selesai acara, ustad Ilham bergegas pulang. Sesampainya di depan rumah ia melihat lampu sudah di matikan itu tandanya sang istri telah tertidur. Ia mencoba mengetuk pintu dan memanggil Lula.


Tok Tok.


''Asalamualaikum dek,'' ucap ustad Ilham.


Tapi tidak ada jawaban dari Lula. Ustad Ilham mencoba lagi.


''Asalamualaikum dek, ini saya. Apa kamu sudah tidur?'' ucap ustad Ilham.


Lagi-lagi tidak ada jawaban dari Lula.


Ustad Ilham mencoba mengerakan gagang pintu dan ternyata pintunya tidak terkunci. Lantas ustad Ilham masuk kedalam rumahnya. Ia pergi kekamar Lula.


''Dek… Udah tidur ya?'' ucap ustad Ilham.


''Ini saya bawa makanan, kalau kamu belum tidur, kamu bisa makan ini!'' ucap ustad Ilham.


Tiba-tiba Lula membuka pintu kamarnya, ia melihat 2 kotak kardus berisi makanan. 1 kotak besar berisi nasi dan lauk, satu lagi berisi makanan ringan. Lula duduk di depan ustad Ilham, dia membuka isi kotak kardus itu.


''Kok banyak banget?'' tanya Lula.


''Tadi saya tidak makan makananya, saya bawa semua ini untuk kamu,'' ucap ustad Ilham.


''Lo mau bikin gua gendut?'' ucap Lula seraya melotot.


''Hahh, endak. Saya hanya ingin memberi kamu makanan itu. Saya ndak ada maksud bikin kamu gendut,'' ucap ustad Ilham.


''Iya iya, gua cuma bercanda kok. Baperan banget si,'' ucap Lula.


Lula memakan isi dari kardus kecil, sedangkan ustad Ilham hanya memperhatikan istrinya makan.


''Kenapa lo liatin gua terus? Dah tu di makan!'' ucap Lula.


''Kamu saja yang makan, saya akan makan masakan tadi,'' ucap ustad Ilham.


''Gua gak mau,'' ucap Lula.


''Yawes, tak makan ya,'' ucap ustad Ilham.


Saat akan mengambil nasi, Lula menghentikan ustad Ilham.

__ADS_1


''Eheh, jorok banget si. Cuci tangan dulu! Kalo pake sendok si gak papa, lah ini main comot aja," ucap Lula.


"Ah iya, maaf,'' ucap ustad Ilham.


Ia pergi kedapur untuk mencuci tanganya. Setelah bersih ia kembali keruang tamu.


Ustad Ilham memakan makanan itu. Lula teringat pembicaraannya dengan umi Lihah dan Hanifah.


''Em ngomong-ngomong umur lo sekarang berapa?'' tanya Lula.


''Umur saya sekarang 31,'' ucap ustad Ilham.


''Gak salah dong gua panggil lo om?'' ucap Lula.


Ustad Ilham terdiam, jujur dia tidak nyaman jika dipanggil om oleh istrinya sendiri. Tapi ustad Ilham tidak bisa membantahnya.


''Gua mau tanya sesuatu? Lo harus jawab jujur!'' ucap Lula.


''Iya,'' ucap ustad Ilham.


''Lo ada hubungan sepesial kan sama Hanifah? Jawab jujur." Ucap Lula dengan tatapan tajam.


Ustad Ilham nampak berpikir.


''Gak usah bohong. Kalo lo bohong gua sumpahin pernikahan ini gak langgeng,'' ucap Lula.


''Jangaan katakan itu, dek!'' ucap ustad Ilham.


''Ya udah, cepet jawab.'' Ucap Lula mendesak ustad Ilham untuk berkata jujur.


Ustad Ilham menarik nafas panjang.


''Sebenarnya…,'' ucap ustad Ilham terpotong.


''Sebenarnya apa? Lama benget si tinggal ngomong doang," ucap Lula.


"Sebenarnya ustad Zaki mengajukan lamaran kepada saya untuk Hanifah." Ucap ustad Ilham seraya menundukan kepalanya tak berani menatap sang istri.


Bukanya marah, Lula malah tersenyum bahagia.


''Jadi gara-gara gua, lo dan Hanifah gak jadi menikah. Pasti kalian patah hati banget ya.'' Ucap Lula dengan wajah sedih.

__ADS_1


''Ndak, kamu ndak salah. Saya lebih dulu menerima perjodohan dengan kamu,'' ucap ustad Ilham.


''Gak, gua yang salah. Gara-gara gua lo dan Hanifah gak bisa bersama, gua benar-benar minta maaf.'' Ucap Lula berpura-pura terlihat bersalah.


''Ndak papa,'' ucap ustad Ilham.


''Kalo lo mau nikah lagi, gak papa kok. Gua pasti setuju, anggap aja sebagai penebusan gua ke kalian,'' ucap Lula.


Ustad Ilham terkejut dengan ucapan istrinya itu, bagaimana bisa dia mengijinkan suaminya menikah lagi dengan begitu mudah. Ustad Ilham benar-benar tidak menyangka jika Lula bisa berpikiran seperti itu. Bahkan dia saja tidak ada niatan sekecil apapun untuk berpoligami.


Tanpa menjawab perkataan Lula, ustad Ilham pergi kedapur untuk mencuci tangannya.


''Kok gak marah si, kan harusnya dia marah. Gua harus cari cara lain,'' bisik Lula.


Lula nampak berpikir keras. Dia menemukan ide gila untuk membuat ustad Ilham menceraikannya.


Ustad Ilham berjalan menuju kamarnya, saat akan membuka pintu, Lula menghentikannya.


''Tunggu!'' ucap Lula.


Ustad Ilham berdiri didepan pintu. Lula menghampirinya dan berdiri disamping ustad Ilham. Ia menatap ustad Ilham tetapi ustad Ilham tak menatapnya.


''Gua udah gak perawan lagi,'' ucap Lula.


Sontak ustad Ilham terkejut, ia menatap mata Lula. Lula merasa rencananya itu akan berhasil.


''Kenapa gua suruh lo nikah lagi, karna ini ustad. Gua pengen lo dapet orang yang baik, orang yang kayak elo. Yang gak pernah tersentuh lawan jenis, orang yang masih suci. Gua lakuin ini demi elo,'' jelas Lula panjang lebar.


Ustad Ilham nampak terdiam, dia merasa hatinya benar-benar sakit, bukan pasal Lula yang sudah tidak virgin lagi tapi sikap dia yang sangat memaksakan keinginannya.


''Saya menerima kamu apa adanya, saya tidak akan pernah menduakan kamu. Apapun kekurangan kamu, saya akan terima itu,'' ucapnya dengan mata berkaca-kaca.


''Kenapa lo lakuin ini, hah? Lo cinta sama gua,'' ucap Lula seraya melotot.


Tanpa menjawab pertanyaan Lula, ustad Ilham masuk kedalam kamarnya. Lula sangat kesal karna rencananya gagal.


''Ihh,'' ucap Lula.


Lula masuk kedalam kamarnya.


---------------------------------------

__ADS_1


Terima kasih telah membaca novelku😊


Jangan lupa vote dan komen😉


__ADS_2