Imamku

Imamku
Menyebalkan


__ADS_3

Tiba-tiba Lula menghentikan mobilnya. Dia benar-benar marah dan sakit hati.


''HAAAAAH.'' Teriak Lula seraya mengacak-acak rambutnya.


''Maafkan saya.'' Ucap ustad Ilham.


Lula memelototi ustad Ilham.


''Lo tau kan, seberapa benci dan sakit hatinya gua sama mereka? Tapi, apa yang lo lakuin tadi bener-bener keterlaluan? Gua rasa lo gak menghargai gua.'' Ucap Lula.


''Lo sengaja kan lakuin ini semua, supaya gua sakit hati? Apa lo pengen balas dendam ke gua?'' Sambung Lula.


''Astagfirullah, itu tidak benar. Memberi salam kepada sesama itu pahalanya sangat besar, dan salam itu adalah sebuah do'a.'' Ucap ustad Ilham.


''Cukup! gua gak butuh ceramah lo.'' Bentak Lula.


''Papa bilang lo jodoh terbaik buat gua, tapi gua rasa lo jauh dari kata itu. Lo gak ngerti gua, lo gak paham apa yang gua rasain? Lo gak tau itu dan lo gak akan pernah paham soal itu.'' Ucap Lula.


''Lula, jangan membenci orang lain lebih dari tiga hari. Jika kamu melakukan itu, kamu akan mendapat dosa. Dan saya tidak ingin kamu mendapat dosa.'' Ucap ustad Ilham.


''Gua gak sebaik dan senaif lo, dan wajar jika gua membenci dia. Gua lakuin semua buat dia, semua! Tapi apa yang gua dapet? PENGKHIANATAN! DAN GUA GAK SUKA ITU!'' Kata Lula.


''HAAAAAA, ANJING!'' Hardik Lula.


Lula menyalakan mobilnya dan melanjutkan perjalanan pulang kerumah papa Roy. Sesampainya di rumah, Lula langsung pergi kekamarnya. Ustad Ilham mengikutinya dan masuk kedalam kamar Lula. Mereka melihat dua koper besar. Lula tau apa isi koper itu.


''Waktu lo menikmati hidup sudah berakhir, Lula. Saatnya lo masuk kedalam hidup yang membosankan.'' Ucap Lula.


''Saya yakin kamu tidak akan bosan di sana.'' Ucap ustad Ilham.


''Benarkah? Kebahagian lo dan kebahagian gua, itu jauh berbeda. Paling juga di sana adanya ngaji, solat, ceramah. Apa serunya? Gak ada!'' Ucap Lula.


''Di sana banyak yang bisa kita lakukan, kita bisa…" Ucapan ustad Ilham terpotong.


"Udah deh, lo gak usah banyak omong!" Ucap Lula.


"Gua mau tanya sama lo. Siapa yang suruh lo ajak gua kesana?'' Ucap Lula.


''Status kamu.'' Jawaban singkat dari ustad Ilham.

__ADS_1


Lula seketika terdiam, dia tau seorang istri harus ikut kemanapun suaminya pergi. Tapi itu bukan keinginanya, dia tidak suka dengan lingkungan pesantren. Pesantren baginya adalah sebuah penjara, semuanya harus ikut peraturan dan hidupnya selalu diatur.


Tanpa berkata-kata, Lula pergi dari kamarnya. Ustad Ilham merasa dia telah menyinggung perasaan Lula. Dia mengejar Lula untuk meminta maaf, tapi dia tidak menemukan Lula.


Saat makan malam selesai, mereka berkumpul di ruang keluarga.


''Nak Ilham, besok rencananya mau pergi jam berapa?'' Tanya papa Roy.


''Insya Allah jam 5 pagi pa.'' Jawab ustad Ilham.


Seketika mata Lula melotot.


''Hah, lo gila ya! Kenapa gak jam 2 pagi sekalian?'' Kata Lula.


''Lula! Kalo ngomong jangan lo gua lagi. Kamu harua merubah itu!'' Ucap papa Roy.


''Iya.'' Ucap Lula.


''Kenapa pagi sekali berangkatnya? '' Tanya mama Ira.


''Iya ma, soalnya saya belum beli tiket bis ke Magelang.'' Ucap ustad Ilham.


''Lula!… Kenapa harus pakai bis? Kan ada mobil, pakai aja mobilnya.'' Ucap papa Roy.


''Iya Ham, lo pakai aja salah satu mobil di garasi. Lagian besok pak Yudi udah mulai kerja.'' Ucap Anji.


''Ndak papa mas, kita naik bis saja. Ndak mau merepotkan.'' Ucap ustad Ilham.


''Lo aja kali yang naik bis, gua mah ogah.'' Ucap Lula seraya pergi ke kamarnya.


''Udah, besok kamu pakai aja mobilnya. Untuk saat ini jangan buat Lula marah, nanti dia bisa berubah pikiran.'' Ucap Reno.


''Nggeh mas.'' Ucap ustad Ilham.


Tak terasa sudah larut malam, mereka pergi ke kamarnya masing-masing. Ustad Ilham pergi kekamar Lula. Dia melihat Lula sedang memasukan sesuatu kedalam kardus. Ustad Ilham ingin bertanya kepada Lula, tapi dia ingat kata Reno agar jangan membuat Lula marah.


Keesokan paginya, tepatnya jam 3 : 30 pagi ustad Ilham sudah terbangun dan melakukan sholat tahajud. Ustad Ilham berdoa agar di lancarkan dan di mudahkan perjalanan nanti. Setelah selesai sholat tahajud, ustad Ilham melanjutkan dengan membaca Al-Quran sembari menunggu adzan subuh. Setelah selesai sholat subuh, ustad Ilham lanjut mandi. Selesai mandi, dia membangunkan Lula.


''Lula! Ayo bangun!'' Ucap ustad Ilham dengan lembut.

__ADS_1


''Hemm.'' Lenguhan Lula.


''Ayo bangun! Ini sudah jam setengah 5." Ucap ustad Ilham.


"Ih apa si? Masih ngantuk ni!'' Ucap Lula.


''Ini hampir jam 5, apa kamu tidak mau mandi?'' Ucap ustad Ilham.


''Gak!'' Ucap Lula yang langsung melanjutkan tidurnya.


Tiba-tiba mama mengetuk pintu kamar Lula.


Tok Tok.


''Lula…Ilham, ayo bangun! Nanti telat!'' Ucap mama Ira.


Ustad Ilham membukakan pintu kamar.


''Mama.'' Ucap ustad Ilham.


''Apa kalian sudah selesai?'' Tanya mama Ira.


''Saya sudah ma, tapi…" Ucap ustad Ilham.


"Biar mama yang urus Lula, kamu turunin koper-kopernya ya!'' Kata mama Ira.


''Nggeh ma.'' Jawab ustad Ilham.


Lantas ustad Ilham mengeluarkan kopernya dan milik Lula.


Sedangkan mama Ira, membangunkan Lula.


''Hai anak malas, bangun! Kalo kamu gak bangun sekarang, mama bakal buat kamu mandi air es!'' Ucap mama Ira.


Seketika Lula bangun dan langsung pergi ke kamar mandi.


 


Terima kasih telah membaca novelku😊

__ADS_1


Jangan lupa vote dan like😉


__ADS_2