
Setelah menempuh perjalanan berjam-jam, akhirnya mereka sampai di pondok pesantren. Lula melihat sekitar 50 orang di dalam ponpes yang menyambut mereka.
''Orang-orang itu nyambut kita?'' Tanya Lula.
''Iya, mereka menyambut kita.'' Jawab ustad Ilham.
''Yang mondok di sini cuma segitu?.'' Ucap Lula.
''Endak, itu hanya guru dan pengurus pondok, serta beberapa santri.'' Jawab ustad Ilham.
''Ohh gua pikir cuma segitu.'' Ucap Lula.
Saat telah sampai di gerbang ponpes, Lula lupa belum memakai kerudung.
''Hijab gua mana ya tadi?" Ucap Lula yang panik mencari hijabnya.
"Kamu taruh dimana?" Tanya ustad Ilham seraya membantu Lula mencari hijabnya.
"Emm dimana ya?… Oh di tas gua." Kata Lula.
Setelah menemukan hijabnya, dia langsung memakainya. Karena terburu-buru alhasil hijabnya menjadi berantakan.
''Rambutnya masih kelihatan!'' Ucap ustad Ilham.
Lula merapikan kerudungnya, tetapi rambutnya masih terlihat.
''Udah?'' Tanya Lula.
''Belum.'' Jawab ustad Ilham.
''Kalo sekarang?'' Tanya Lula sekali lagi.
Uatad Ilham menjawab dengan gelengan kepala.
''Ihh ribet banget si!'' Ucap Lula yang kesal karna hijabnya.
''Saya bantu ya?'' Ucap ustad Ilham.
''Ya cepetan!'' Ucap Lula.
Ustad Ilham membantu merapikan rambut Lula yang keluar dari hijabnya. Ustad Ilham merasa jantungnya berdetak dengan kencang dan wajahnya terasa menghangat. Tiba-tiba kaca mobil di ketuk dari luar oleh sahabat ustad Ilham sekaligus pengurus salah satu ponpes ini. Ustad Ilham membuka pintu mobil.
''Asalamualaikum ustad Adam.'' Salam ustad Ilham seraya memeluk sahabatnya itu.
''Waalaikumsalam ustad. Maaf yo, saya ndak bisa datang di acara nikahan kamu.'' Ucap ustad Adam.
''Ndak papa, yang penting doanya ustad.'' Jawab ustad Ilham.
''Itu pasti ustad.'' Ucap ustad Adam.
''Ihh pake acara ngobrol segala.'' Batin Lula.
Tanpa basa basi Lula menarik ujung baju ustad Ilham. Lantas ustad Ilham menengok kearah Lula, Lula terlihat kesal.
'' Maaf maaf, ayo turun.'' Ucap ustad Ilham tanpa memberikan tangannya untuk Lula pegang.
''Ayo.'' Ajak ustad Ilham.
''Ihh ni laki gak ada peka-pekanya sama sekali. Awas lo nanti!'' Batin Lula.
Tanpa basa basi Lula memegang tangan ustad Ilham, hal itu membuat ustad Ilham membeku beberapa saat.
__ADS_1
''Asalamualaikum.'' Salam ustad Adam untuk Lula.
''Waalaikumsalam.'' Jawab Lula.
''Monggo.'' Ucap ustad Adam mempersilahkan Lula dan ustad Ilham masuk.
Lula dan ustad Ilham masuk ke ponpes. Ustad Ilham menyalami tangan ustad Zaki.
''Asalamualaikum ustad.'' Ucap ustad Ilham.
''Waalaikumsalam ustad, bagaimana perjalananya?'' Basa basi ustad Zaki.
''Alhamdulillah lancar ustad.'' Jawab ustad Ilham.
''Asalamualaikum.'' Salam umi Lihah.
''Waalaikumsalam ustadzah.'' Ucap Lula seraya mencium tangan umi Lihah.
''Manggilnya umi saja, seperti yang Lain.'' Ucap umi Lihah.
''Iya… umi.'' Ucap Lula.
Para guru dan pengurus ponpes serta beberapa santri mengucapkan selamat kepada ustad Ilham. Setelah selesai, ustad Zaki mempersilahkan mereka masuk.
''Ayo, silahkan masuk.'' Ucap ustad Zaki.
Ustad Ilham dan Lula masuk kedalam ponpes, Mereka berjalan menuju rumah ustad Ilham. Sesampainya di depan rumah ustad Ilham, Lula terkejut.
''Apa gua harus tinggal disini? Ihh kecil banget rumahnya.'' Batin Lula.
Ustad Ilham tau apa yang istrinya itu pikirkan. Mereka masuk kedalam rumah ustad Ilham. Para laki-laki berada di teras rumah, sedangkan para perempuan berada di dalam rumah. Pak Yudi mengantarkan koper-koper Lula dan ustad Ilham.
''Maaf mas, ini kopernya mau ditaruh mana?'' Ucap pak Yudi.
''Duduk dulu pak.'' Ucap ustad Ilham.
Ustad Ilham masuk kedalam rumah untuk meletakkan koper-kopernya.
''Nuwun sewu nggeh.'' Ucap ustad Ilham.
Setelah memasukan koper kedalam kamarnya, ustad Ilham kembeli keteras.
Di dalam rumah.
''Mbak Lula sudah kenal ustad Ilham berapa lama?'' Tanya salah satu santriwati.
''Ayu!" Ucap umi Lihah.
"Maaf umi." Ucap Ayu.
"Gak papa kok umi. Emm kita kenal saat sudah menikah, sebenarnya yang saling kenal itu orang tua kita, mereka bersahabat. Pertama kali bertemu dengan ustad Ilham saat dia membicarakan masalah pernikahan.'' Ucap Lula.
''Ohh gitu.'' Ucap Ayu.
''Mbak Lula cantik banget lo, alus banget kulitnya.'' Ucap salah satu santriwati.
''Haha iya makasih.'' Ucap Lula.
Tanpa sengaja Lula melihat Hanifah, perempuan yang terlihat sedih di hari pernikahanya. Lula merasa ada sesuatu yang terjadi antara gadis itu dan sang suami. Lula memutuskan untuk menghampiri dan berkenalan dengan Hanifah.
''Boleh kenalan? Aku Lula.'' Lula memperkenalkan diri.
__ADS_1
''Saya Hanifah.'' Ucap Hanifah seraya menjawab jabat tangan Lula.
''Salam kenal.'' Ucap Lula dengan penuh senyuman.
Karna hari sudah semakin sore, mereka mengakhiri sambutan ini. Pak Yudi menginap di salah satu rumah tamu ponpes. Setelah ustad Ilham membereskan semua nya, dia pergi ke kamar untuk mengambil bajunya. Tiba-tiba Lula berteriak.
''HAAAAAAAA.'' Teriakan Lula,
Lula lari kearah ruang tamu.
''Kamu kenapa?" Tanya ustad Ilham.
"Ada kecoa di kamar mandi! Ihh geli banget.'' Ucap Lula.
''Saya usir dulu ya!'' Ucap ustad Ilham.
Ustad Ilham mencari kecoa di kamar mandi. Setelah menemukanya, ustad Ilham langsung membuangnya keluar. Dia menghampiri Lula.
''Sudah saya buang, kamu sekarang bisa mandi.'' Ucap ustad Ilham.
Lula pergi begitu saja tanpa berbicara satu kata pun.
Setelah mandi Lula berganti pakaian. Lula merasa ada sesuatu yang kurang, tapi apa?.
''Kok gua ngerasa ada yang kurang, tapi apa ya?… Oh iya kardus isi tas gua mana?'' Ucap Lula.
Dia mencari-cari keberadaan kardus itu namun tidak menemukanya. Lula menemui ustad Ilham untuk menanyakan dimana kardusnya.
''Kardus gua mana?'' Tanya Lula.
''Kardus apa dek? Saya tidak mengerti?" Ucap ustad Ilham.
"Kardus isi tas-tas mahal gua, lo gak lupa bawa kan?'' Ucap Lula.
''Saya ndak bawa kardus dari rumah.'' Ucap ustad Ilham.
''Astaga, lo bener-bener ya? Itu investasi gua. Lo kok ceroboh banget si?'' Ucap Lula.
''Maaf, saya ndak tau.'' Ucap ustad Ilham.
Tanpa menghiraukan ustad Ilham, Lula pergi begitu saja.
Lula menelfon mama Ira.
''Hallo ma. Ma ada barang aku yang ketinggalan.'' Ucap Lula.
''Barang apa? Perasaan semua udah di bawa.'' Ucap mama Ira.
''Tas-tas aku ma. Aku masukin kedalam kardus, mama kirimin ya.'' Ucap Lula.
''Astaga, kenapa harus di bawa La?'' Ucap mama Ira.
'' Itu investasi aku ma, kalo tas-tas itu rusak harganya pasti turu ma. Mama paketin ya, besok harus udah dateng!'' Ucap Lula.
''Iya iya.'' Ucap mama Ira.
''Oke ma, makasih.'' Ucap Lula.
----------------------------------------
Terimakasih telah membaca novelku😊
__ADS_1
Jangan lupa vote dan like ya😉