Imamku

Imamku
Rencana perjodohan


__ADS_3

Di kamar orang tua Lula.


Papa Roy melihat mama Ira nampak melamun, entah apa yang sedang ia pikirkan.


"You oke… sayang?" Tanya papa Roy.


"Ya i'm oke." Jawab mama Ira.


"Kamu yakin?" Tanya papa Roy yang ragu atas jawaban istrinya.


"Aku cuma khawatir soal Lula pa, kalo sikapnya seperti ini terus gimana masa depanya nanti." Kata mama Ira seraya menangis.


"Mama tenang ya, papa yakin suatu saat nanti Lula pasti akan berubah." Tutur papa Roy sembari memeluk mama Ira yang masih menangis.


"Kapan pa dan bagaimana caranya? semua sudah kita lakukan tapi apa hasilnya, bukanya berubah jadi lebih baik malah sebaliknya, semakin menjadi-jadi saja anak itu." Jawab mama Ira yang meragukan kata sang suami.


"Kita harus terus berdoa sayang, agar Lula diberikan hidayah." Kata papa Roy.


Tiba-tiba mama Ira melepas pelukan sang suami.


"Pa…mama punya ide? gimana caranya agar Lula bisa berubah?" Kata mama Ira.

__ADS_1


"Gimana caranya sayang?" Tanya papa Roy yang penasaran dengan ide sang istri.


"Gimana kalo kita jodohkan saja Lula." Jawab mama Ira.


"What… are you sure?apa kamu yakin? apa itu bisa membuat Lula berubah? dan dengan siapa kita menjodohkan Lula?" Tanya papa Roy yang ragu atas ide mama Ira.


"Apa papa ingat dengan perjanjian antara papa dan mas Rahmat?" Tanya mama Ira.


"Perjanjian?" Pikir papa Roy.


"Perjanjian apa ma? perjanjian apa yang mama maksud? papa benar-benar tidak mengrti?" Tanya papa Roy yang tidak ingat dengan perjanjian yang telah dia buat dengan pak Rahmat.


Pak Rahmat ia kawan karib dari papa Roy, bisa disebut juga sahabat bahkan sudah dianggap seperti keluarga sendiri karna dari kecil mereka selalu bersama. Mereka terpisah saat SMA karna papa Roy meneruskan sekolahnya di jakarta, sampai saat ini mereka masih menjaga silahturahmi dengan baik terkadang papa Roy juga datang ke kampung pak Rahmat untuk menjengguknya karna beliau sedang sakit keras.


Papa Roy nampak berpikir sejenak.


"Tidak ma, perjanjian itu sudah kami batalkan." jawab papa Roy.


"Apa… kenapa pa? kok papa gak pernah bilang ke mama." tanya mama Ira yang tidak mengetahui perihal pembatalan perjanjian itu.


"Karna jarak umur antara Lula dan anak Rahmat lumayan jauh ma, jadi Rahmat membatalkan perjanjian itu dan kenapa papa tidak cerita ke mama karna papa pikir itu tidak perlu." jawab papa Roy.

__ADS_1


"Tidak perlu? justru ini sangat perlu pa! kita harus bisa membujuk mas Rahmat agar bisa menyetujui perjodohan ini! karna ini sangat penting untuk masa depan Lula." Kata mama Ira.


"Papa tidak yakin ma karna mama tau sendiri kan kalo anak Rahmat itu seorang ustadz dan kalaupun Rahmat setuju tapi jika anaknya tidak itu sama saja ma." Tutur papa Roy yang tidak yakin perihal perjodohan ini.


"Maka dari itu pa karna anak mas Rahmat seorang ustadz dan selama ini tinggal dipesantren, maka mama yakin 100% kalo dia bisa mendidik Lula dengan baik." Bujuk mama Ira.


"Tapi ma… papa tidak yakin Rahmat mau menjodohkan anaknya dengan Lula karna dia tau semua tentang Lula, kenakalanya, keburukanya dan segalanya tentang Lula, dia tau ma." Tutur papa Roy yang tidak yakin bahwa Rahmat, sahabatnya itu akan menyetujui perjodohan putranya yang seorang ustadz dengan gadis brutal seperti Lula.


''Dan lagi pula anak pak Rahmat itu sangat lembut ma, papa tidak yakin jika dia bisa merubah Lula!''Sambung papa Roy.


"Dicoba dulu pa! mama yakin kalo mereka akan setuju dengan perjodohan ini, demi Lula pa!" Bujuk mama Ira agar suaminya mau menyetujui soal perjodohan ini dan membicarakannya dengan pak Rahmat.


"Oke… demi Lula papa akan mencoba berbicara dengan Rahmat." Kata papa Roy.


"Benarkah? makasih sayang." Kata mama Ira dengan gembira seraya memeluk sang suami.


"Tidak perlu berterima kasih sayang, Lula juga anakku jadi sudah tugasku memberikan yang terbaik untuknya." Kata papa Roy.


 


Gak ada yang baca ya😟

__ADS_1


hemm sedih banget😢😢


__ADS_2