
Sesampainya di rumah, Lula langsung masuk kekamarnya. Ustad Ilham benar-benar tidak tau harus berbuat apa, ia hanya bisa membujuk dengan halus. Tapi untuk beberapa saat ini, ia tidak akan banyak omong.
Ustad Ilham berpamitan untuk pergi mengajar.
''Dek, saya pamit mengajar dulu ya,'' ucap Ustad Ilham.
Lula tak menjawabnya.
''Asalamualaikum,'' salam Ustad Ilham.
Ustad Ilham pergi denga keadaan gelisah dan tidak tenang.
Di dalam rumah, Lula tengah melamun memikirkan nasibnya yang malang. Dia menelfon Devi.
''Halo beb,'' ucap Lula.
''Hai beb, gimana kabarnya?'' ucap Devi.
''Sekarat gua sekarang, serasa mau bundir aja,'' ujar Lula.
''Gila lo, jangan macam-macam La!'' ucap Devi di sebrang telfon.
''Ya habis gua harus gimana, Dev? Lo pernah ngebayangin hidup di jaman dinosaurus masih aktif-aktifnya? Gak kan?'' ujar Lula.
''Maksud lo apa si?'' jawab Devi.
''Lo bayangin aja ya, di sini barang elektronik cuma sebiji. Itupun bukan tv atau kulkas tapi rice cooker. Lo bayangin aja gimana kehidupan gua sama Ustad itu!" ujar Lula.
"Gua udah lakuin segala cara. Mulai ngijinin dia nikah lagi, sampai gua bohong kalo gua udah gak virgin. Dia dengan entengnya bilang, saya terima kamu apa adanya. Gila gak tu,'' tutur Lula.
__ADS_1
''Wah gila lo La. Tapi kalo dia ngomong gitu, gua yakin dia suka sama lo,'' ujar Devi.
''Gua juga mikir gitu, Dev. Pas gua tanya dia malah diem aja,'' ucap Lula.
''La, gua saranin lo coba buka hati lo buat dia. Lagian buat apa si lo cere sama dia? Apa lo masih ngarepin Devid, Hah?'' ucap Devi.
Lula terdiam sejenak.
''Gua, emm sebenarnya gua ..., jujur ya Dev. Gua masih ada rasa sama Devid, gua masih sedikit mencintainya. Walaupun dia udah nyakitin gua, tapi jika dia minta balikan, gua akan pasti terima,'' ujar Lula.
Tanpa Lula ketahui, stad Ilham mendengar apa yang dikatakanya, jika dia masih mencintai Devid. Ustad Ilham merasa hatinya hancur, ia tahu jika Lula tidak mencintainya. Tetapi Ustad Ilham sudah terlanjur mencintai Lula. Dia menangis, Ustad Ilham menangis.
''Astagfirullahaladzim, ya Allah,'' ucapnya seraya memegangi dadanya.
Karna tidak tahan mendengar perkataan Lula, Ustad Ilham memutuskan untuk pergi.
Lula tau ini akan terjadi.
''Lo coba buka hati lo, dikit aja buat suami lo. Harga diri lo gak akan terinjak-injak jika lo mencintai suami lo sendiri! Ini semua demi masa depan lo juga La,'' nasehat Devi.
Lula hanya terdiam meresapi ucapan sahabatnya itu. Ia tak tahu harus melakukan apa, di satu sisi masih ada cinta untuk Devid dan di sisi lain hatinya ingin memberi sedikit celah untuk ustad Ilham.
''Gua gak tau harus berbuat apa, Dev. Kita liat saja nanti ya. Gua tutup dulu, bye,'' kata Lula.
Lula langsung menutup telfonnya tanpa menunggu jawaban dari Devi.
Di Madrasah.
Ustad Ilham melamun di kursinya, ia sedih memikirkan akhir dari pernikahannya. Terkadang ia ingin berhenti berjuang tapi terkadang pula ia ingin terus berjuang. Ia pasrah, apapun yang Allah beri ia akan terima dengan ikhlas dan lapang dada.
__ADS_1
Tiba-tiba Ustad Adam menghampirinya.
''Asalamualaikum, kok ngelamun aja. gak baik ustad,'' ucap Ustad Adam.
''Waalaikumsalam, saya ndak melamun cuma lagi mikir saja,'' ucap Ustad Ilham.
''Mikirin apa? Mikirin mbak Lula, ya,'' goda Ustad Adam.
Ustad Ilham hanya terdiam.
''Benerkan lagi mikirin mbak Lula, cinta banget ya kamu sama dia? Baru juga di tinggal sebentar sudah rindu,'' goda Ustad Adam.
''Hem, ndak kok cuma saya lagi mikir, gimana caranya buat Dek Ula bahagia?'' ujar Ustad Ilham.
''Ohh itu toh masalahnya, gampang Ustad. Emm biasanya perempuan itu suka hal-hal yang romantis, seperti bunga atau makan malam romantis,'' ujar Ustad Adam.
Ustad Ilham memikirkan apa yang harus ia lakukan, ia bertekat akan membuat istrinya jatuh cinta kepadanya.
''Terima kasih Ustad atas saranya,'' ucap Ustad Ilham.
''Sama-sama Ustad,'' ucap Ustad Adam.
''Saya pasti bisa!'' batin Ustad Ilham.
----------------------------------------
Terima kasih telah membaca novelku😊
Jangan lupa vote dan like ya😉
__ADS_1