
Ustad Ilham memakai sabun itu sesuai petunjuk Lula, dia mengoleskan sabun itu keseluruh tubuh dan wajahnya. Beberapa menit berlalu, kulit ustad Ilham terasa aneh dan agak tidak nyaman, tetapi dia masih tetap berpikir positif, karna Lula bilang ini adalah prodak baru, mungkin memang agak terasa aneh. Tetapi lama kelamaan kulitnya terasa panas dan agak perih. Lantas ustad Ilham membilasnya dan saat dilihat, semua kulit ustad Ilham berwarna merah. Ia bergegas memakai pakaiannya dan keluar kamar mandi. Ustad Ilham berniat untuk menanyakan masalah ini kepada Lula, tapi dia menggurungkan niatnya.
''Gimana sabunya, bagus gak?'' tanya Lula.
''Emm nggeh.'' jawab ustad Ilham.
''Bagus deh, kalau gitu lo bisa pakai sabun itu.'' kata Lula dengan tersenyum.
''Nggeh, emm saya turun dulu.'' kata ustad Ilham.
''Ya.'' kata Lula.
Saat ustad Ilham keluar dari kamar Lula. Lula tertawa bahagia karna telah mengerjai ustad Ilham. Dia ingin memberitahukan hal ini kepada kekasihnya.
Lula menelfon Devid.
''Hallo sayang.'' kata Lula dengan semangat.
''Hai beb, how are you? dia gak ngapa-ngapain kamu kan?'' tanya Devid.
''I'm oke sayang, malah aku yang apa-apain dia.'' kata Lula.
''What.. maksudnya?'' tanya Devid yang penasaran.
''Aku kasih dia sabun penghilang karak buat dia mandi, aku yakin pasti kulitnya panas dan perih.'' kata Lula seraya tertawa terbahak-bahak.
''Seriously sayang? hahaha good, kamu terus aja kerjain dia, sampai dia minta cerai ke kamu.'' kata Devid.
''Itu pasti sayang, aku bener-bener udah gak tahan liat muka sok alimnya itu, serasa pengen aku gampar.'' kata Lula dengan kesal.
''Sabar sayang, dari pada kamu bad mood dirumah, lebih baik kita ke club giman?'' kata Devid.
''Oke. see you sayang.'' kata Lula.
''Ya, bye sayang.'' kata Devid.
Lula sangat bahagia, dia bisa mengerjai suaminya itu.
Ustad Ilham menuruni tangga dengan tangan yang selalu mengusap-usap badannya yang terasa panas dan agak sedikit gatal. Ustad Ilham melihat semua orang berkumpul di meja makan, Lantas Dia menghampiri mereka.
''Asalamualaikum.'' kata ustad Ilham.
''Waalaikumsalam, ayo duduk Ham!'' kata papa Roy.
''Nggeh.'' kata ustad Ilham.
Ustad Ilham duduk di samping Anji. Anji yang melihat kulit ustad Ilham lantas bertanya padanya.
__ADS_1
''Kenapa kulit lo?'' tanya Anji.
''Ndak papa mas.'' kata ustad Ilham.
''Pasti lo dikerjain sama Lula kan?'' tebakan Anji benar tapi ustad Ilham tidak menyadarinya.
''Ndak kok mas, Lula malah baik ke saya. Mungkin saya ndak cocok sama sabunnya.'' kata Ustad Ilham.
''Baik? Lula baik sama lo? mustahil.'' kata Anji.
''Udahlah Ji, kalau Lula memang bersikap baik kepada Ilham, bukanya itu bagus.'' kata papa Roy.
''Udah-udah ayo makan.'' kata mama Ira.
''Nak Ilham, Lula dimana?'' tanya mama Ira.
''Di kamar ma.'' kata ustad Ilham.
Lula berjalan menuju meja makan.
''Hai semua..'' sapa Lula sembari duduk.
''Hai sayang.'' kata papa Roy.
''Kamu apain suami kamu?'' tanya mama Ira.
''Maksudnya?'' kata Lula.
''Ya mana aku tau.'' kata Lula pura-pura tidak tau.
''Kamu ngasih sabun apa ke dia?'' tanya mama Ira.
''Ya aku kasih sabun yang biasa aku pakai.'' kata Lula.
''Kalian tu kenapa si, aku baik salah, aku jahat tambah salah. Maunya apa si?'' Lula marah.
''Udah-udah, gak usah bertengkar, mama jangan gitu ke Lula.'' kata papa Roy.
''Iya pa, maaf ya sayang(kata mama Ira kepada Lula).'' kata mama Ira.
"Iya ma." kata Lula.
''Sayang, ayo ambilin makanan untuk suami kamu.'' kata mama Ira.
''Dia udah besar ma, bisa ambil sendiri.'' kata Lula sembari memasukan makanan ke mulutnya.
''Tu kan, bener. Gak mungkin Lula segampang itu baik ke orang.'' kata Anji.
__ADS_1
''Anji, diam!'' kata Reno.
''Lula, nak Ilham itu suami kamu. Jadi mulai sekarang kamu harus mengurusnya sayang.'' tutur mama Ira.
''Dia bukan bayi atau orang lumpuh yang harus di rawat ma.'' kata Lula dengan kesal.
''LULA, jaga omongan kamu.'' bentak mama Ira.
Lula meletakan sendok dengan sedikit membantingnya dan pergi meninggalkan meja makan menuju kamarnya.
Di dalam kamar Lula.
''Apa si istimewanya cowok itu, sampai semua orang nyuruh gua buat hormat. Kan mereka tau kalo gua nikah sama dia itu terpaksa.'' kata Lula dengan kesal.
''Kalo bukan karna Devid, gak sudi gua nikah sama tu cowok. Sok kalem, sok alim, sok ganteng. Ihhhh sebel banget.'' kata Lula.
''Huhh, daripada gua bete dirumah, mending shoping. Kan kartu kreditnya udah kembali lagi ketangan gua.'' kata Lula.
Lalu Lula bersiap-siap, Lula memakai rok tanggung dengan baju potongan pendek yang memperlihatkan sedikit perutnya serta sepatu putih dan tas kecil kesayangannya. Saat Lula membuka pintu, ustad Ilham berdiri di depan pintu.
''Ngapain lo?'' kata Lula.
'' Saya bawa sarapan buat kamu, dan maaf soal yang tadi.'' kata ustad Ilham.
''Gua gak peduli, gua juga gak akan baik lagi ke lo.'' kata Lula.
''Minggir!'' bentak Lula.
''Kamu mau kemana?'' tanya ustad Ilham.
''Bukan urusan lo.'' kata Lula.
''Tolong jangan pakai pakaian seperti itu.'' kata ustad Ilham.
''Lu siapa ngatur-ngatur hidup gua?'' kata Lula.
''Saya suami kamu, kamu sekarang tanggung jawab saya. Termasuk dosa kamu, saya yang tanggung.'' jelas ustad Ilham.
''Huhh oke kalo dosa gua dosa lo juga, gua bakal bikin dosa lo tambah banyak.'' kata Lula seraya tersenyum.
''Jangan cegah gua, kalo emang lo gak pengen gua kena masalah.'' kata Lula.
Ustad Ilham tidak bisa mencegah Lula pergi karena itu akan membuat Lula kena marah dan itu tidak akan baik untuk hubungan mereka.
---------------------------------------
Terima kasih udah membaca novelku😄
__ADS_1
Jangan lupa komen dan like ya😊
Tetap jaga kesehatan dan ikuti prokes😊