Imamku

Imamku
Rencana perjodohan part 2


__ADS_3

Mereka semua berkumpul di meja makan untuk makan malam terkecuali Lula.


"Dimana Lula ma, kok gak ikut makan?" Tanya Anji.


"Semuanya baik-baik aja kan?" Kata Reno.


"Seperti biasa, adikmu bikin ulah lagi." Jawab papa Roy.


"Ulah?" Jawab Reno dan Anji serentak.


"Dia menghabiskan 97 juta hanya untuk berbelanja barang yang tidak berguna." Jawab mama Ira.


"What.. 97juta?" Jawab Reno dan Anji serentak.


"Iya.. belum ada 1 bulan, dia subah menghabiskan uang ratusan juta hanya untuk hal-hal yang tidak berguna." Tutur papa Roy.


"Wahh gila tu bocah kudu di rukyah biar setan matre nya ilang." Kata Anji.


"Kita harus berbuat sesuatu supaya Lula tidak semakin menjadi-jadi." Kata Reno, dia sangat cemas dengan adik kesayangannya itu.


"Papa dan mama punya rencana, gimana caranya agar Lula bisa berubah?" Bisik papa Roy.


"Gimana pa caranya?" Tanya Anji yang penasaran dengan rencana kedua orang tuanya.


Mama Ira dan papa Roy saling bertatapan.


"Gini…" Ucapan papa Roy terputus saat melihat Lula turun dengan membawa tas kecilnya.


Flashback on.


Di kamar Lula.


Grup whatsapp Lula.


Lula : gaes hangout yuk, gerah banget gua


dirumah.


Nindi : yah sorry La gua gak bisa.


gua lagi jagain tuyul blok M ni.


Lula : gila lo ponakan sendiri dibilang tuyul


blok M.


Nindi : ya kan tante gua tinggalnya sekitaran

__ADS_1


blok M, jadi gak papa kan kalo gua sebut


tuyul blok M.


Lula : serah Lo deh Nin.


Lula : ni si curut Devi kemana si?


Nindi : palingan juga tidur tu bocah.


Lula : cek…cek Dev, Devi


woy!!


gak punya paket data ya lo?.


Nindi : udah La percuma palingan juga molor.


Devi : hay semuanya lu pada kangen gua ya.


Lula : dih PD lo.


ke club yok, gua yang traktir.


Devi : yah sorry La gua gak bisa soalnya gua


Lula : ah kalian gak asik.


Lula yang sudah sangat kesal semakin kesal karna kedua sahabatnya itu tidak bisa menemaninya.


"Gua ajak Devid aja kali ya, kan udah lama gak jalan bareng." Pikir Lula.


Akhirnya Lula menelefon Devid.


"Hallo sayang." Kata Lula.


" Hallo beb, oh my god aku kanget banget sama kamu." Jawab Devid disebrang sana.


"ke club yok sayang, aku bete banget di rumah." Kata Lula.


"Pas banget sayang, aku lagi otw ke club ni, mau di jemput?" Tawar Devid.


"Oh gak usah beb, kamu tau kan kalo orang tua aku gak suka sama kamu, lebih baik kita ketemu di sana aja." Jelas Lula.


"Oke deh, see you beb." Kata Devid.


Lula bergegas berganti pakaian, dia mengunakan mini dress tanpa lengan, jaket kulit dan high heel 3cm. Tidak lupa dengan tas kecil kesayangannya dan make up secukupnya.

__ADS_1


Mini dress yang Lula pakai.



Flashback off.


"Gini…." Kata papa Roy terputus saat melihat Lula turun membawa tas kecilnya.


"Mau kemana kamu?" Tanya mama Ira.


Tapi Lula tidak menghiraukan pertanyaan mama Ira dan pergi begitu saja tanpa berpamitan.


"Lula!" Teriak mama Ira.


"Liatlah kelakuan anak itu tidak ada sopan-sopanya sama sekali!" Kata mama Ira.


"Sudahlah ma, kita lanjutkan saja pembahasan rencana kita." Kata papa Roy.


"Jadi gini, papa sama mama berencana untuk menikahkan Lula." Kata papa Roy.


"What.." Kata Reno dan Anji serentak.


"Papa mama bercanda ya? apa harus sampai menikahkan Lula?" Tanya Anji.


"Iya Harus! semua cara sudah kita lakukan tapi tidak ada satupun yang berhasil, mama yakin dengan menjodohkan Lula dengan seseorang yang baik, lambat laun dia akan berubah." Kata mama Ira.


Mama Ira menceritakan semua rencanannya.


"Gimana?" Tanya mama Ira.


"Aku rasa itu ide yang bagus, daripada Lula dengan cowok urak-urakan kayak si devid." Kata Anji.


"Aku setuju dengan ide itu, tapi apa Lula akan setuju?" Tanya Reno.


"Ya pasti dia tidak akan setuju, tapi papa punya cara agar dia mau di jodohkan." Kata papa Roy.


Papa Roy tersenyum.


"Besok mama dan papa akan membahas soal ini dengan Rahmat." Kata papa Roy.


"semoga kita bisa berhasil." Kata mama Ira.


"Aminn." Jawab mereka serentak.


 


Terimakasih sudah membaca karyaku😄

__ADS_1


__ADS_2