Imamku

Imamku
Malam pertama


__ADS_3

Tiba hari pernikahan.


Pernikahan Lula dan Ilham dibuat sangat sederhana tetapi elegan, pernikahan bertemakan putih itu di adakan di rumah Papa Roy. Lula memakai gaun putih serta hijab, sebenarnya Lula tidak mau memakai hijab karna menurutnya itu akan membuatnya gerah dan tidak nyaman. Tapi apa boleh buat dia harus menuruti apa perkataan Papanya.


Penampilan baju pengantin Lula.



Tiba waktunya akad nikah, Lula menunggu di dalam kamarnya saat Ustad Ilham mengucapkan akad nikah, entah kenapa dia menjadi gelisah,


nervous, deg-degkan semua jadi satu.


Lula berusaha tenang tapi tidak bisa, dan akad pun selesai walaupun harus di ulang sebanyak 2 kali, Lula di panggil untuk turun. Dia turun di temani oleh Mama Ira.


''Jangan gugup La, santai aja,'' goda Mama Ira, ia tau kalau anaknya saat ini tengah gugup.


''Apa si Ma, aku gak gugup ya,'' kata Lula.


''Iya-iya Mama percaya,'' kata Mama Ira seraya tersenyum.


''Devi sama Nindi kemana si, kok gak nyamperin aku, Ma?'' tanya Lula.


''Mereka lagi bantu-bantu di bawah,'' kata Mama Ira.


Saat Lula turun dari tangga, semua orang melihatnya dengan kagum, pasalnya Lula terlihat sangat cantik walaupaun hanya dengan make up tipis. Kecuali Ustad Ilham, dia tidak berani melihat wajah sang istri karena hanya mendengar langkah kaki Lula saja dia sudah merasa sangat gugup. Dan saat Lula duduk dihadapannya, badan Ustad Ilham seketika menjadi sangat lemah tapi ia berusaha menahannya.


''Untuk mempelai pengantin bisa memasangkan cincinya,'' kata penghulu.


Dimulai dari Ustad Ilham, dia merasa sangat gugup sampai keringat dingin keluar membasahi keningnya. Dia masih ragu untuk memegang tangan Lula , Lula yang tidak sabar ingin sekali memarahi suaminya itu, tapi dia tahan karena tidak ingin membuat malu keluarganya.


Dengan perlahan tangan Lula meraih tangan Ustad Ilham, Ustad Ilham yang melihat tanganya dipegang Lula sontak melihat ke arah Lula. Lula memberikan kode lewat matanya agar Ustad Ilham cepat memasangkan cincinya, Ustad Ilham yang mengerti kode dari Lula, langsung memasangkan cincinya, dan giliran Lula yang memasangkan cincin itu, dengan cepat Lula meraih tangan Ustad Ilham dan memasangkannya. Tanpa menunggu perintah Lula mencium tangan Ustad Ilham, dan Ustad Ilham mencium kening sang istri.


Tanpa sengaja Lula melihat Hanifah dan Uminya, Hanifah terlihat sangat sedih dan Uminya berusaha menegarkan anaknya itu. Lula yakin pasti ada sesuatu antara mereka berdua.


Singkat waktu pernikahan Ustad Ilham dan Lula selesai, para tamu kembali ke hotel yang telah papa Roy pesan untuk mereka.


''Alhamdulillah selesai juga,'' kata Papa Roy.

__ADS_1


''Cie yang udah ada temen tidur,'' goda Anji.


''Tiap hari juga ada temen tidurnya kali,'' kata Lula seraya pergi ke atas.


''Nak Ilham istirahat dulu gih sana, sekarang nak Ilham sekamar dengan Lula ya,'' kata Mama Ira.


''Nggeh Buk, saya permisi dulu,'' kata Ustad Ilham mengikuti Lula.


''Nanti kalo teriak jangan keras-keras, ganggu orang tidur,'' teriak Anji.


Lula yang mendengar hal itu langsung melamparkan high heelnya ke arah Anji.


''Bacot lo kak,'' teriak Lula.


''Hahaha,'' tawa Anji yang puas mengoda adiknya.


Lula masuk ke kamar di ikuti oleh Ustad Ilham, Ustad Ilham terkejut melihat kamar Lula yang sangat besar, bahkan sebesar rumahnya.


''Lo dengerin gua baik-baik, gua nikah karna terpaksa. jadi lo jangan deket-deket sama gua, kalo kita ketemu dijalan, lo jangan panggil gua.Ngerti?'' kata Lula.


Ustad Ilham hanya terdiam mendengar perkataan istrinya itu, dia merasa sangat sedih.


Ustad Ilham tidak tau harus apa, dia hanya bisa berdiam diri ditempatnya semula, dia merasa tidak enak kepada Lula. Setelah lebih dari satu jam menunggu Lula mandi, akhirnya dia keluar dari kamar mandi hanya memakai tanktop dan hotpants. Ustad Ilham yang melihat itu langsung menutup matanya.


''Dasar orang alim,'' kata Lula dengan nada menyindir.


''Ngapain lo berdiri disitu dari tadi,'' kata Lula.


''Emm nunggu kamu,'' kata Ustad Ilham.


''Ngapain lo nungguin gua?'' tanya Lula.


''Apa aku boleh mandi disini?'' tanya Ustad Ilham.


''Kalo lo mau mandi, ya mandi aja ngapain harus tanya ke gua, atau lo minta di mandiin gitu, hah?'' kata Lula.


''Endak, bukan begitu maksudnya, saya hanya merasa tidak sopan jika langsung memakai kamar mandi tanpa ijin terlebih dahulu.'' jelas Ustad Ilham.

__ADS_1


''Terserah, gua gak peduli,'' kata Lula seraya menarik selimutnya.


Ustad Ilham masuk ke dalam kamar mandi, setelah mandi, dia baru teringat bahwa tidak ada baju miliknya di kamar Lula, akhirnya baju yang dia pakai dipakai kembali.


Saat akan tidur, Ustad Ilham binggung harus tidur dilantai atau di sofa dan ia memilih tidur di sofa. Ustad Ilham terbangun pukul 4 pagi, seraya menunggu adzan subuh, Ustad Ilham mengaji dan hal itu sangat mengganggu Lula.


''Aishh lo berisik banget si, bisa diem gak!'' kata Lula seraya membentak Ustad Ilham.


''Maaf, saya hanya sedang mengaji,'' kata Ustad Ilham.


''Kalo mau ngaji jangan disini, di masjid sana!" kata Lula.


''Maaf, saya tidak akan bersuara,'' kata Ustad Ilham.


''Good,'' kata Lula yang kembali tidur.


Tak selang lama kumandang adzan subuh pun terdengar, Ustad Ilham berencana akan membangunkan Lula tapi dia ragu.


''Saya bangunkan atau tidak, jika tidak saya akan berdosa karena sekarang dia adalah tanggung jawab saya, lebih baik bangunkan saja,'' batin Ustad Ilham.


Ustad Ilham perlahan mendekati sang istri, dia melihat wajah Lula yang sangat cantik dan tenang, tiba-tiba saja jantungnya berdetak dengan kencang dan dia merasa gugup. Ustad Ilham berusaha untuk tenang dan mencoba membangunkan Lula. Sebenarnya ustad Ilham binggung harus memanggil istrinya itu apa, jika hanya menyebut nama ia merasa kurang sopan. Tapi apa boleh buat, jika dia memanggil Lula '' Dek ''seperti orang-orang dikampungnya, Ustad Ilham yakin kalau Lula tidak akan suka.


''Lulaa..ayo bangun, ini sudah subuh, Lula ayo bangun!'' kata Ustad Ilham dengan lembut.


''Ahhh lo tu maunya apa si? ganggu mulu,'' bentak Lula.


''Ini waktunya sholat subuh,'' kata Ustad Ilham dengan lembut.


''Hihh banyak bacot lo ya,'' kata Lula seraya mendorong Ustad Ilham keluar kamarnya.


''Jangan ganggu gua, NGERTI!'' bentak Luka.


Lula membanting pintu dengan keras, membuat uUstad Ilham terkejut.


''Astaufirullah,'' kata Ustad Ilham.


 

__ADS_1


Terima kasih sudah baca novelku😊


Jangan Lupa komen dan Like ya😄


__ADS_2