Imamku

Imamku
Part 20


__ADS_3

Sebelum keluar rumah, Lula telah menghubungi Devi dan Nindi. Mereka akan pergi ke mall bersama, Sesampainya di mall, mereka memulai berbelanja barang-barang yang tidak berguna. Setelah lelah berbelanja, mereka nongkrong di cafe.


''Gimana hubungan lo sama suami alim lo itu'' tanya Nindi.


''Bagus, seperti yang gua bilang waktu itu, gua bakal buat dia gak betah sama gua dan finally dia bakal minta cere. Hahaha?'' Lula tertawa.


''Terus plan selanjutnya apa?'' tanya Devi.


''Gua gak punya rencana, kalo ada kesempatan ya gua manfaatin.'' kata Lula.


''Lo yakin pengen pisah sama laki lo? lo gak mau ngasih kesempatan gitu?'' kata Nindi.


''Maksud lo? lo mau liat gua gak bahagia. Hahh?'' kata Lula.


''Bukan, bukan gitu. I think dia bisa buat kamu menjadi lebih baik.'' kata Nindi.


''Jadi selama ini gua gak baik gitu?'' kata Lula yang telah tersulut emosi.


''Bukan gitu La.'' kata Nindi.


''Dah lah males gua .'' kata Lula seraya meninggalkan mereka.


''Lo si Nin.'' kata Devi.


''Ya sorry , niat gua kan baik.'' kata Nindi.


Lula pergi ke apartemennya, untuk menenagkan diri.


Di apartemen Lula.


''Gak keluarga gak sahabat, sama aja. Kenapa si mereka itu.'' kata Lula.


Malam hari.


Seperti yang dikatakan tadi, Lula dan Devid memiliki janji untuk bertemu di club.


Singkat waktu mereka bertemu di club. Lula benar-benar melampiaskan semua kekesalannya kepada alkohol. Lula minum sampai mabuk begitu juga Devid, mereka menghabiskan beberapa botol bir. Karna terlalu banyak minum, mereka tidak sadarkan diri. Pemilik club itu menelfon Nindi, karna terlalu sering mereka ke club sampai banyak orang yang mengenali mereka.

__ADS_1


''Hallo Nin, ini Lula sama Devid mabok di tempat gua. Lu cepetan kesini!'' kata pemilik club.


''Ahh mereka ini. Ya udah jagain dulu tu si Lula jangan sampai di gondol om-om, gua otw kesana.'' kata Nindi.


''Oke.'' kata pemilik club.


Beberapa menit kemudian Nindi datang. Dan melihat Lula yang tergeletak di sofa bersama Devid.


''Astaga anak ini. Woy Lula bangun lo!'' kata Nindi seraya menggoyang-goyangkan kaki Lula.


''Emm.'' Lula hanya mengeliat.


''Hiss anak ini, pelayan tolong bantu aku membawa dia ke mobil dan tolong siapkan satu kamar untuk cowok itu.'' kata Nindi.


''Iya mbak.'' kata pelayan.


Setelah mereka masuk ke dalam mobil, Nindi membawa Lula pulang ke rumahnya. saat akan tiba dirumah Lula, tanpa sengaja Nindi melihat ustad Ilham berdiri di depan gerbang rumah Lula.


''Dia nungguin Lula? emm sweet banget si.'' kata Nindi.


Setelah sampai di pintu gerbang, Nindi turun dari mobil.


''Nggeh mbak.'' kata ustad Ilham.


''Tu gua bawain istri lo, tadi dia mabok di bar.'' kata Nindi.


''Astagfirullahaladzim.'' kata ustad Ilham.


Setelah menurunkan Lula dari mobil, Nindi pamit pulang.


''Nanti pas dia bangun, buatin air lemon tambah madu, ngerti?'' kata Nindi.


''Nggeh mbak, terima kasih.'' kata ustad Ilham.


''Sante aja, gua pulang dulu.'' kata Nindi.


Ustad Ilham membawa Lula masuk ke dalam rumah, sebenarnya ustad Ilham sedikit grogi karna ini pertama kali dia mengendong seorang wanita. Tiba-tiba Lula terbangun dan menggoda ustad Ilham, dia menggalungkan satu tangannya ke leher ustad Ilham dan satu tangan lagi membelai leher ustad Ilham. Lula mulai melantur tidak jelas.

__ADS_1


''Hai, dimana cowok sok alim itu. Hem?'' kata Lula seraya mengendus-endus leher ustad Ilham.


Ustad Ilham yang tidak nyaman dengan perlakuan Lula, dia mempercepat langkahnya menuju kamar.Tiba-tiba Lula menciumi leher ustad Ilham. Sontak itu membuatnya berhenti melangkah.


''Kenapa dia bikin idup gua gini? apa salah kalo gua pengen nikah sama orang yang gua cintai dan yang mencintai gua. Semua ini gara-gara dia'' kata Lula.


Lula mengeratkan pelukanya di leher ustad Ilham dan menggigit-gigit kecil lehernya.


''Ahh, Lula jangan begitu?'' kata ustad Ilham seraya mempercepat langkahnya. Sesampainya di kamar, ustad Ilham meletakan Lula di ranjangnya. Saat akan pergi, Lula menarik tangan ustad Ilham, sontak ustad Ilham jatuh menimpa Lula. Tiba-tiba Lula muntah di wajah ustad Ilham.


''Astagfirullahaladzim.'' kata ustad Ilham seraya pergi ke kamar mandi. Setelah selesai bersih-bersih, ia menghampiri Lula untuk membersihkan bekas muntahan tadi. Ustad Ilham melihat wajah Lula, ia sangat suka dengan wajah manis Lula, hanya saat Lula tertidurlah ustad Ilham berani melihat wajah manis sang istri.


''Maaf jika saya membuatmu menderita, tapi sekarang kamu adalah istri saya. Jadi saya akan berusaha membahagiakanmu.'' kata ustad Ilham.


Setelah selesai membersihkan Lula, ustad Ilham tidur di samping ranjang Lula. 2 jam berlalu Lula akhirnya bangun, ia merasa kepalanya sangat pusing.


''Aduh kepala gua.'' kata Lula sembari memegangi kepalanya.


''Kamu sudah bangun?'' kata ustad Ilham.


''Loh kok gua di rumah, bukanya tadi gua sama Devid di club.'' kata Lula.


''Ternyata dia bersama pacarnya.'' batin ustad Ilham. Ustad Ilham merasa sedih tapi dia tutup-tutupi.


''Tadi mbak Nindi yang antar kamu pulang.'' kata ustad Ilham.


''Ohh, buatin gua air lemon campur madu. Cepet!'' kata Lula.


Ustad Ilham pergi kedapur untuk membuat air minuman yang di katakan Lula. Setelah selesai membuatnya ia kembali ke kamar untuk memberikan minuman itu. Saat masuk ke dalam kamar, ia melihat Lula hanya memakai bra, seketika ustad Ilham mematung di depan pintu.


''Ngapain si lo malah matung di situ.'' kata Lula.


''Maaf.'' kata ustad Ilham sembari berjalan menuju Lula. Ia memberikan air itu kepada Lula. Setelah menghabiskan air lemonnya Lula tertidur.


 


Terima kasih telah membaca novelku😊

__ADS_1


Jangan lupa komen dan like😊


Tetapa jaga kesehatan


__ADS_2