Imamku

Imamku
Malam terbahagia.


__ADS_3

Saat-saat yang di tunggu-tunggu oleh Ustad Ilham pun tiba, ba'da isya ia akan pergi dengan sang istri tercinta. Setelah sholat isya berjamaah dengan Lula, ia langsung bersiap-siap, Ustad Ilham memakai baju koko yang terbaik dan celana longar berbahan kain yang terbaik pula. Saat ia berniat memakai parfum tanpa alkohol miliknya, Ustad Ilham langsung teringat jika Lula lebih suka aroma badanya tanpa wewangian. Setelah di rasa semua telah siap, lantas Ustad Ilham pergi kekamar Lula, ia mengetuk pintu.


Tok Tok.


''Dek, apa kamu sudah siap?'' tanyanya di depan pintu.


Lula keluar dari kamarnya, ia memakai pakaian yang biasa ia pakai. Lula menatap heran kearah Ustad Ilham.


''Lo mau kemana?'' tanya Lula.


''Kepasar malam bersama kamu,'' ucap Ustad Ilham.


''Dengan baju baru?'' ucap Lula.


Ustad Ilham menjawab dengan anggukan.


''Ganti dengan baju yang biasa lo pake!'' ucap Lula.


''Kenapa?'' tanya Ustad Ilham.


''Baju itu lo pake pas ada acara penting aja, orang cuma mau kepasar aja pakai baju baru, berlebihan!'' ucap Lula.


Ustad Ilham hanya tersenyum dan bergegas berganti pakaian, setelah selesai menganti pakaiannya, ia menghampiri Lula.


''Sudah,'' ucap Ustad Ilham.


''Good,'' ucap Lula.


Lula dan Ustad Ilham keluar rumah, tidak lupa Lula mengunci pintu rumahnya. Berhubung letak pasar malam tak jauh dari Ponpes, mereka memutuskan untuk berjalan kaki menuju pasar malam itu. Seperti biasa saat keluar rumah Lula selalu memeluk tangan Ustad Ilham.


Sesampainya di tempat itu, terlihat banyak sekali orang yang datang, bukan hanya warga desa tapi juga santri-santri Ponpes.


''Asalamualaikum Ustad, Mbak Lula,'' salam dari santri.


''Waalaikumsalam,'' jawab Ustad Ilham dan Lula serentak.


Mereka masuk kedalam pasar malam itu. Tiba-tiba Ustad Ilham terkejut saat ada seseorang yang menepuk pundaknya.


''Asalamualaikum,'' salam orang itu.


''Eh, waalaikumsalam. Ya Allah Ustad Adam, bikin kakeget saja,'' ucap Ustad Ilham.


''Hhhh afwan Ustad, saya hanya menyapa. Kalau begitu saya pamit dulu, ndak mau ganggu pengantin baru. Asalamualaikum,'' ucap Ustad Adam.

__ADS_1


''Waalaikumsalam,'' jawab Ustad Ilham.


Ustad Adam pergi meninggalkan mereka berdua.


''Terpaksa gua harus ganti gaya bahasa gua, di sini banyak sekali orang-orang Ponpes, gua gak mau mereka curiga,'' bisik Lula.


Ustad Ilham hanya mengangguk.


Lula melihat ada yang berjualan jus, sudah lama ia tidak meminum jus.


''Aku mau jus,'' ucap Lula.


Ustad Ilham terkejut saat Lula memekai kata '' aku '' bukan '' gua''.


''Apa Dek?'' tanya Ustad Ilham memastikan.


''Aku mau jus, udah lama aku gak minum jus, di rumah kan gak ada blender, jadi gak bisa bikin jus,'' ucap Lula.


Ustad Ilham tersenyum lebar, ia sangat senang Lula menganti gaya bahasanya.


Dengan senang hati, Ustad Ilham membelikan jus untuk Lula.


''Ayo kita beli jus!'' ucap Ustad Ilham.


''Aku mau naik itu!'' ucap Lula menunjuk bianglala itu.


''Iya,'' ucap Ustad Ilham.


Lantas mereka pergi untuk membeli tiket, setelah tiket dibeli, lantas mereka menaiki bianglala itu.


Pemandangan di sekitar sangat cantik, Lula tidak menyia-siakan hal itu, Lula mengeluarkan ponselnya dan memotret pemandangan dan tak lupa ia pun berselfi ria. Saat melihat foto-fotonya, Lula melihat Hanifah sedang memperhatikan mereka, seperti biasa ia akan membuat Hanifah cemburu.


''Dasar cewek gagal move on,'' batin Lula.


Ia memiliki ide, ia melirik kearah Hanifah, Lula melihat Hanifah selalu memperhatikan mereka.


''Pas,'' batin Lula.


Lula mencondongkan tubuhnya.


''Om,'' ucap Lula.


Ustad Ilham ikut mencondongkan tubuhnya, Lula meletakan tangannya di leher Ustad Ilham. Di sisi lain mereka terlihat saling berbisik, tapi jika di lihat dari sudut pandang Hanifah, Lula dan Ustad Ilham seperti sedang berciuman.

__ADS_1


Di sisi Hanifah, ia sangat sedih, ia sudah berusaha agar bisa melupakan cinta pertamanya itu, tapi semakin di paksa cinta itu semakin mendalam, Hanifah merasa tersiksa.


''Ada Hanifah,'' ucap Lula.


Saat Ustad Ilham akan mencari keberadaan Hanifah, tangan Lula langsung mencegahnya.


Mereka menegakan kembali badanya.


''Sepertinya dia masih cinta sama lo, lo gak ada niat untuk …,'' kata Lula terpotong oleh Ustad Ilham.


''Ndak, saya ndak akan menduakan kamu, saya tidak akan berpoligami!" ucap Ustad Ilham.


"Iya, gua tau,'' ucap Lula.


''Emm ngomong-ngomong lo benar-benar cinta sama gua?'' tanya Lula.


Wajah Ustad Ilham memerah, jantungnya berdetak dengan kencang.


''Kenapa tiba-tiba Dek Ula bertanya seperti itu, aku malu menjawabnya,'' batin Ustad Ilham.


''Cewek itu butuh kepastian, dari ucapan dan perilaku, baru dia percaya kalo cowok itu benar-benar mencintainya,'' ucap Lula.


Ustad Ilham masih terdiam, ia sungguh malu mengungkapkan isi hatinya.


''Lo malu ya? Santai aja kali,'' ucap Lula.


Ustad Ilham mengumpulkan keberanianya, ia menatap Lula.


''Saya, saya, saya mencintai kamu,'' ucapnya seraya menutup mata.


Lula melirik kearah Hanifah, Hanifah masih saja memperhatika mereka. Lula memiliki ide gila yang akan membuat Hanifah terkena serangan jantung.


Lula menatap Ustad Ilham yang masih menutup matanya. Tiba-tiba Lula mencium bibir Ustad Ilham, Lula meletakan tanganya di leher Ustad Ilham. Mata Ustad Ilham langsung terbelalak saat bibirnya dan bibir sang istri saling menempel, Lula sedikit mengigit bibir Ustad Ilham, hal itu membuat Ustad Ilham meringis. Lula melepaskan ciumnanya, ia menatap wajah Ustad Ilham yang terlihat memerah, ada sedikit darah yang keluar dari luka bekas gigitan Lula.


Di sisi lain, Hanifah terlihat terkejut dengan pemandangan yang baru saja ia Lihat.


''Astagfirullahaladzim,'' ucap Hanifah.


Mereka turun dari bianglala, Lula dan Ustad Ilham melanjutkan berkeliling pasar malam itu, mereka bersenang-senang, mereka mencoba semua permaninan dan makanan di sana. Ustad Ilham sangat senang saat melihat Lula bahagia, ia selalu melihat wajah sang istri yang menurutnya sangat cantik.


''Cantik,'' ucap Ustad Ilham tanpa sadar.


Untung saja Lula tidak mendengar pujian itu. Setelah lelah bersenang-senang, mereka memutuskan untuk pulang kerumah.

__ADS_1


Terima kasih telah membaca novelku😊


__ADS_2