Imamku

Imamku
Kasih sayang mama Ira.


__ADS_3

Siang hari, mama Ira datang kerumah sakit. Ia membawa makanan untuk menantunya dan baju ganti untuk Lula dan ustad Ilham.


''Asalamualaikum.'' Salam mama Ira.


''Waalaikumsalam.'' Jawab ustad Ilham.


''Bawa apa aja si ma? Banyak banget.'' Ucap Lula.


''Ini, mama bawain makanan buat menantu mama. Sama beberapa pakaian buat kalian.'' Ucap mama Ira.


''Ngapain repot-repot ma, orang nanti sore aku udah pulang kok.'' Ucap Lula.


''Kok gak ngomong si? Tapi Alhamdulillah kalo kamu udah bisa pulang.'' Ucap mama Ira.


''Maaf, aku sengaja.'' Ucap Lula dengan nyengir kuda.


''Kamu juga nutupin ini dari mama, Ilham?'' Tanya mama Ira.


Sebelum ustad Ilham menjawab, Lula langsung menyela.


''Dia aja gak tau kalo aku tadi di cek, orang dianya molor dari tadi.'' Ucap Lula.


Ustad Ilham langsung menundukan kepalanya, karna dia merasa tidak bisa melaksanakan amanah dengan baik.


''Tadi pagi aja udah ngeluh, katanya ngantuk. Emang dia gak niat buat jagain aku, ma!'' Kata Lula.


Ustad Ilham semakin merasa sedih dan bersalah.


''Gak papa, wajar kalo Ilham ngantuk. Mama yakin, tadi malam pasti Lula minta yang aneh-aneh ke kamu, kan?'' Mama Ira mencoba menghibur ustad Ilham.


''Engak kok ma, aku gak minta yang aneh-aneh kok.'' Ucap Lula.

__ADS_1


''Biarin aja, Lula emang gitu. Sekarang kamu makan dulu, ini mama bawain makanan kesukaan kamu.'' Kata mama Ira yang tidak menghiraukan ucapan Lula.


''Ma aku lo yang sakit. Kenapa malah dia yang di bawain makanan?'' Protes Lula.


''Kan kamu udah sering mama masakin, nah sekarang gantian menantu mama.'' Ucap mama Ira seraya tersenyum kepada ustad Ilham.


Ustad Ilham melihat tatapan tajam yang Lula berikan kepadanya, ia merasa tidak enak. Ia rasa Lula akan lebih membencinya lagi. Ustad Ilham berjalan kearah Lula, ia berencana menawari Lula makananya.


''Kalau kamu mau, kamu bisa memakannya. Jika tidak habis, nanti saya yang habiskan.'' Kata ustad Ilham dengan lembut.


''Gak usah cari muka di depan mama, lagian gua juga gak doyan makanan lo.'' Ucap Lula.


''Kamu gimana si? Orang suami berbuat baik malah sikap kamu begitu, gak baik La.'' Kata mama Ira.


''Ngapain masih berdiri di situ?'' Kata Lula.


Lantas ustad Ilham kembali duduk di sofa dan memakan makananya.


''Ini sangat enak, terima kasih.'' Ucap ustad Ilham dengan mata berkaca-kaca.


Ustad Ilham merasa terharu karena ia merasakan mama Ira begitu menyayanginya. Selama ini, ia tidak pernah merasakan kasih sayang seorang ibu.


''Ada apa? Kenapa matanya berair?'' Tanya mama Ira.


''Ndak papa, saya hanya merasa mama sayang kepada saya.'' Ucap ustad Ilham.


''Mama memang sayang kepada kamu, mama dan papa sudah anggap kamu seperti anak kami sendiri. Jadi, kamu jangan sungkan kepada mama dan papa. Oke!'' Ucap mama Ira seraya menepuk-nepuk pundak ustad Ilham.


''Nggeh, terima kasih ma.'' Ucap ustad Ilham.


Lula yang melihat itu merasa suaminya sangat dramatis, hanya karna mamanya membuatkan makanan untuknya, dia langsung merasa sangat di sayangi.

__ADS_1


''Halah… lebay banget si.'' Bisik Lula tetapi masih bisa di dengar oleh mama Ira dan ustad Ilham.


''Lula!'' Ucap mama Ira.


Sore ini Lula sedang bersiap-siap untuk pulang, Dokter datang untuk melakukan pengecekan terakhir dan mencabut selang infusnya. Setelah selesai, mereka keluar dari rumah sakit dan masuk kedalam mobil papa Roy. Sesampainya di rumah, Lula langsung beristirahat di kamarnya. Ustad Ilham mengikutinya, untuk menanyakan apa yang Lula butuhkan.


''Apa kamu butuh sesuatu?'' Tanya ustad Ilham.


''Ya, gua mau lo pijitin gua lagi.'' Ucap Lula seraya menutup mata.


''Nggeh.'' Ucap ustad Ilham.


Dia mulai memijat kaki Lula.


''Bukan di kaki, tapi di pundak.'' Ucap Lula.


Ustad Ilham duduk di belakang Lula, dia bisa mencium wangi badan dan rambut Lula. Padahal sudah beberapa hari ini Lula tidak mandi, Ia mulai menyukai aroma ini. Ustad Ilham mulai memijat pundak Lula, Lula meminta ustad Ilham memijat kepalanya juga.


''Habis ini kepala gua.'' Perintah Lula.


''Nggeh.'' Ucap ustad Ilham.


Setelah selesai memijat pundak Lula, ustad Ilham beralih memijat kepala Lula. Dia merasakan rambut Lula sangat halus, jadi dia berhati-hati memijatnya. Karna kurang berasa, Lula mengeluh kepada ustad Ilham.


''Kencengin lagi!'' Perintah Lula.


Ustad Ilham mengencangkan pijatanya. Karna merasa sangat nyaman akhirnya Lula mengantuk. Dan tiba-tiba dia jatuh kebelakang, kepalanya bersender di pundak ustad Ilham . Ustad Ilham ingin membangunkan Lula tapi ia urungkan. Ustad Ilham membiarkan Lula tidur di pundaknya.


----------------------------------------


Terima kasih telah membaca novelku😊

__ADS_1


Jangan lupa vote dan like ya😉


__ADS_2