
Lula terus memikirkan apa yang akan dilakukan Devid kepada ustad Ilham?, jujur Lula takut jika Devid sampai menghabisi ustad Ilham, karna ia tahu jika kekasihnya itu sangat marah terhadap ustad Ilham. Tapi dia harus melakukannya, ini semua demi hubunganya dengan Devid.
''Gua harus lakukan ini! harus!'' Lula menyakinkan hatinya.
''Tapi apa yang akan Devid lakukan?'' batin Lula.
Singkat waktu, malam pun tiba. Mereka berkumpul di ruang makan, Lula terus menatap wajah sang suami. Dia terus memikirkan apa yang akan terjadi besok?. Di satu sisi dia takut jika Devid akan berbuat hal yang buruk terhadap Ustad Ilham, tetapi di sisi lain Lula berpikir ini semua ia lakukan untuk kelangsungan hubungannya dengan sang kekasih.
''Hayo ngelamunin apa si? sampe gak fokus makan gitu?'' tanya mama Ira.
''Gak ada kok mam.'' kata Lula.
''Yakin?'' kata mama Ira meragukan jawaban Lula.
Lula hanya mengangguk.
Setelah selesai makan, Lula kembali ke kamarnya. Sedangkan yang lain berkumpul di ruang keluarga.
''Ham, tukeran nomer hp dong! gua lupa mau minta kemarin.'' kata Anji.
''Nggeh mas, nomernya 083*********.'' Ustad Ilham memberiak nomer hp nya.
'' Oh ya, gua mau tanya. Lo mau sampe kapan tinggal disini? jangan anggep gua ngusir lo ya!'' tanya Anji.
''InsyaAllah akhir minggu ini mas, emm tapi apa Lula akan setuju?'' tanya ustad Ilham.
''Lula pasti setuju, kamu tenang saja'' kata papa Roy.
''Gimana caranya pa?'' tanya Anji.
''Kalian gak perlu tahu, yang penting Lula setuju.'' kata papa Roy.
Karna keasikan mengobrol, mereka tidak menyadari jam sudah menunjukan pukul 12 malam. Akhirnya mereka memutuskan untuk tidur di kamar masing-masing. Ustad Ilham masuk kedalam kamar Lula, ia melihat Lula sudah tertidur.
''Semoga kamu betah tinggal disana.'' kata ustad Ilham.
Keesokan paginya, Devid menelfon Lula untuk membahas lagi rencana mereka.
''Morning sayang, bagaimana dengan rencana kita? kamu gak berubah pikiran kan?'' tanya Devid.
''Kamu tenang saja sayang, aku akan lakukan hal itu. Ini semua demi hubungan kita.'' kata Lula.
''Good, aku udah gatal pengen kasih dia pelajaran.'' kata Devid yang terdengar bersemangat.
''Tapi kamu tidak akan sampai menghabisi dia kan?'' kata Lula.
''Kamu tenang saja sayang, aku hanya akan sedikit memberi dia pelajaran.'' kata Devid menenagkan Lula.
''Baiklah, jam berapa aku akan membawanya?'' tanya Lula.
''Jam 12 siang, karna taman masih sepi di jam itu.'' kata Devid.
__ADS_1
''Oke, aku akan membawanya nanti.'' kata Lula.
''Baiklah, bye sayang.'' kata Devid.
''Bye.'' kata Lula.
Tanpa Lula sadari ustad Ilham mendengar pembicaraan itu.
''Siapa yang dimaksud Lula? apa saya?'' batin ustad Ilham.
''Tidak, kamu tidak boleh berperasangka buruk terhadap istrimu sendiri.'' kata ustad Ilham.
Ustad Ilham masuk ke dalam kamar Lula, ia ingin mengambil handphone jadulnya untuk mengabari ustad Zaki bahwa ia akan kembali dua hari lagi.
''Asalamualaikum, boleh saya masuk?'' salam ustad Ilham.
''Hem.'' kata Lula sembari memainkan handphone nya.
Lula melirik ustad Ilham yang sedang membuka kopernya, ia menatap heran handphone sang suami.
''Itu hp lo?" tanya Lula.
"Nggeh, ini hp saya.'' jawab ustad Ilham.
''Ihhh ngapain hp butut kek gitu masih di pelihara aja, dijual juga gak laku.'' ejek Lula.
''Ndak papa yang penting bisa buat berkomunikasi.'' jawab ustad Ilham.
Jam 11:30 Lula mencari ustad Ilham untuk mengajaknya pergi ketaman. Dia melihat ustad Ilham dengan tukang kebun.
''Cocok sekali mereka.'' ejek Lula.
''Heh lo, kesini!'' teriak Lula.
''Nggeh.'' kata ustad Ilham sembari menghampiri Lula.
''Lo ikut gua, sekarang!'' kata Lula.
''Mau kemana?'' tanya ustad Ilham.
''Gak usah banyak tanya! tinggal ikut aja!'' kata Lula.
Mereka masuk ke dalam mobil menuju taman. Ustad Ilham selalu bertanya-tanya, apa yang akan sang istri lakukan terhadapnya?.
Tepat jam 12, mereka sampai di taman. Lula mencari-cari keberadaan Devid.
''Kenapa kita kesini?'' tanya ustad Ilham.
''Tidak ada, gua cuma pengen ajak lo kesini! emang salah?'' kata Lula.
''Ndak, malah saya sangat senang.'' kata ustad Ilham dengan penuh senyuman tapi di dalam hatinya ia tahu kalau istrinya itu sedang berbohong.
__ADS_1
Tiba-tiba Devid datang dengan 2 orang berbadan besar. Mereka menghadang jalan ustad Ilham dan Lula. Sontak mereka terkejut, bahkan Lula terlihat lebih terkejut dari pada ustad Ilham. Lula pikir Devid akan bertindak sendiri tapi ternyata dia membawa orang lain.
''Devid.'' kata Lula dengan nada pelan tapi ustad Ilham masih bisa mendengarnya.
''Jadi dia yang bernama Devid.'' batin ustad Ilham.
''Hai sayang.'' kata Devid kepada Lula.
''Devid, apa ini?'' tanya Lula.
''Ini kan rencana kita berdua, kamu lupa?'' kata Devid seraya tersenyum.
''Iya, tapi kenapa kamu membawa orang-orang itu?'' tanya Lula.
''Sayang, aku hanya mempercepat agar kamu bisa lepas dari orang itu.'' kata Devid.
''Tapi..'' kata Lula terpotong saat Devid memberi isyarat untuk menghajar ustad Ilham.
''Hajar.'' kata Devid.
Mereka bertiga bertengkar, karna ustad Ilham tidak terlalu pandai dalam hal bela diri, ia kalah dengan mudah. Orang-orang yang disewa Devid dengan bringas menghajar ustad Ilham. Seketika Lula menjadi khawatir dengan keadaan ustad Ilham, dia benar-benar takut jika ustad Ilham sampai mati.
''Stop Devid, stop. Hentikan ini sekarang juga!'' kata Lula cemas.
''Tenang sayang, aku belum puas melihat dia tersiksa.'' kata Devid seraya tersenyum.
''Aku mohon hentikan ini!'' kata Lula memohon.
''No.'' kata Devid.
Lula berlari menuju ustad Ilham, ia menghajar para orang-orang itu. karna melihat Lula bertarung dengan orang-orang suruhanya, akhirnya Devid menghentikan mereka.
''Stop-stop!'' perintah Devid kepada anak buahnya.
''Kenapa kamu lakukan ini, hah?'' tanya Devid.
''Jika dia mati, kita yang akan disalahkan dan keluarga kamu akan dalam bahaya. Ini semua demi kamu dan keluarga kamu, sayang.'' kata Lula.
Devid membenarkan apa yang dikatakan Lula. Jika dia nekat, papa Roy akan menarik sahamnya dari perusahaan keluarga Devid.
''Oke, kamu benar. Ayo kita tinggalkan dia.'' kata Devid. Ia merangkul pundak Lula dan mengajaknya pergi dari sana.
Ustad Ilham yang melihat hal itu, membuat ia benar-benar terluka. Dia sudah mulai jatuh cinta dengan Lula, dan berharap Lula akan membalas cintanya. Tetapi nampaknya harapan itu tidak akan pernah menjadi kenyataan, Lula terlihat begitu memcintai Devid kekasihnya itu.
''Ini tidak membuatku sedih, tapi yang membuatku sedih adalah cintamu terhadap dia sangat besar dan aku rasa, aku tidak akan pernah bisa masuk kedalam hatimu, .'' batin ustad Ilham.
---------------------------------------
Terima kasih telah membaca Novelku😊
Jangan lupa komen dan like ya😊
__ADS_1
Tetap jaga kesehatan😉