Imamku

Imamku
Terkuak


__ADS_3

Sesampainya di rumah sakit, Lula langsung di tangani oleh dokter. Ustad Ilham tidak henti-hentinya memanjatkan do'a, agar istrinya itu baik-baik saja. Beberapa saat kemudian dokter keluar dari ruang perawatan.


''Bagaimana keadaan istri saya, Dok?'' Tanya ustad Ilham.


''Keadaan istri bapak sangat lemah. Dia kehilangan banyak sekali cairan tubuh. Dan saya rasa istri bapak sudah berhari-hari tidak makan, jadi itu membuat asam lambung istri bapak naik sehingga melukai lambungnya. Dan untuk luka tangan, kami sudah menanganinya dengan baik.'' Jelas Dokter.


''Tapi istri saya akan segera sembuh kan, Dok?'' Tanya usatd Ilham.


''Iya pak, bapak hanya harus menjaganya dengan baik.'' Tutur Dokter.


''Alhamdulillah. Terima kasih, Dok.'' Ucap ustad Ilham.


''Apa saya boleh menjenguknya?'' Kata ustad Ilham.


''Untuk saat ini, pasien jangan di ganggu dulu. Biarkan dia istirahat!'' Ucap Dokter.


''Yawes, terima kasih sekali lagi.'' Kata ustad Ilham.


Dia menunggu di depan kamar Lula. Dia teringat, kalau belum memberitahu orang rumah. Lantas ustad Ilham segera menelfon papa Roy.


''Asalamualaikum pa.'' Salam ustad Ilham.


''Waalaikumsalam, nak Ilham kemana? Papa cari-cari sekeliling rumah kok tidak ada?'' Ucap papa Roy.


''Saya sekarang di rumah sakit pa, Lula masuk rumah sakit.'' Ucap ustad Ilham.


''Astagfirullah, Lula kenapa? Apa dia baik-baik saja? Lalu dimana dia di rawat?'' Ucap papa Roy yang mengkhawatirkan keadaan Lula.


''Lula ada di rumah sakit kota pa.'' Kata ustad Ilham.


''Oke, papa otw kesana.'' Kata papa Roy yang langsung menutup telfonya.


Beberapa saat kemudian, papa Roy dan mama Ira sampai di rumah sakit.


''Asalamualaikum nak Ilham, bagaimana keadaan Lula?'' Tanya mama Ira yang sangat mengkhawatirkan anak perempuan satu-satunya itu.


''Lula sedang di periksa dokter ma, InsyaAllah dia baik-baik saja.'' Kata ustad Ilham menenangkan mama mertuanya itu.


Dokter keluar dari ruang rawat Lula.


''Bagaimana keadaan anak saya, Dok?'' Tanya papa Roy.


''Kondisi pasien sudah stabil dan sudah di perbolehkan untuk menjenguk pasien.'' Ucap Dokter.


''Alhamdulillah. Terima kasih, Dok.'' Ucap ustad Ilham.


Mereka masuk kedalam ruang rawat Lula. Mama Ira sangat sedih melihat putrinya terlihat pucat dan lemah.


''Sayang, apa ada yang sakit?'' Tanya mama Ira dengat lembut.

__ADS_1


''Aku baik-baik aja kok ma.'' Ucap Lula lirih.


''Kenapa bisa begini, sayang?'' Tanya papa Roy.


Lula terdiam, dia teringat dengan Devid dan Nindi. Lula menahan agar dirinya tidak menangis di depan orang tuanya.


''Aku gak papa kok pa, cuma lagi ada masalah aja sama temen.'' Ucap Lula.


''Jangan sampai kayak gini lagi, sayang. Mama gak suka!'' Ucap mama Ira.


''Maaf ya,ma..pa.'' Kata Lula.


Singkat waktu malampun tiba. Reno dan Anji sudah tiba di rumah sakit, dan langsung menuju ruang rawat Lula.


''Lo gak papa kan? Siapa yang bikin lo jadi kayak gini? Biar gua hantam tu orang!'' Kata Anji yang langsung marah melihat adik kesayangannya itu terluka.


''Sabar kak, aku gak papa kok.'' Kata Lula.


''Jangan lakuin ini lagi, La. Bukan cuma kamu yang sakit, kita juga ikutan sakit.'' Kata Reno.


''Maaf ya.'' Kata Lula.


''Ngomong-ngomong buah tangannya mana? masak jenguk orang sakit gak bawa buah tangan?'' Tanya Lula.


''Oh iya, kita Lupa. Hehe maaf ya.'' Ucap Anji.


''Ini gua bawain buah tangan.'' Kata Devi yang langsung masuk ruang rawat Lula.


''Ini gua bawain dimsum sama siomay.'' Kata Devi.


''Wahh pasti enak. Gak boleh ada yang minta ya!'' Ucap Lula.


''Gua mau dong.'' Ucap Anji yang langsung merebut kotak makanan Lula.


''Ihh balikin gak!'' Kata Lula dengan wajah cemberut.


Anji memakan satu dimsum milik Lula.


''Ihh kok dimakan.'' Kata Lula dengan bibir manyun.


''Jangan cemberut dong, sayang!'' Rayu Anji.


''Hiii geli banget.'' Ucap Lula.


Tiba-tiba Nindi dan Devid datang ke ruang rawat Lula. Seketika raut wajah Lula berubah. Dia benar-benar tidak suka melihat mereka.


''Hai semuanya, maaf telat.'' Ucap Nindi.


Devid berdiri di samping Nindi.

__ADS_1


''Gak papa kok sayang.'' Ucap mama Ira.


''Ngapain lo kesini?'' Tanya Anji kepada Devid.


''Aku hanya ingin menjenguk Lula.'' Kata Devid.


''Gua gak sudi dijenguk manusia kayak kalian.'' Ucap Lula.


''Sayang, aku khawatir sama kamu.'' Ucap Devid.


''Kalian gak usah repot-repot khawatirin gua. Yang perlu kalian cemasin itu acara pernikahan kalian.'' Kata Lula dengan sorot mata tajam.


''What? maksud lo apa La?.'' Tanya Nindi.


''Iya, mereka bakalan nikah… dan bukan cuma itu, mereka juga bakal punya bayi. Wow banget kan?'' Ucap Lula dengan senyum.


Sontak mereka semua terkejut. Bagaimana mungkin sahabat yang selama ini Lula banga-bangain menghianatinya.


''Kok lo kejem banget si, Nin?'' Tanya Devi.


''Kan papa sudah bilang, kalo cowok itu gak pantes buat kamu.'' Kata Papa Roy.


''Iya papa benar. Dalam waktu tiga hari, gua pastiin kalo lo bakal jadi gelandangan.'' Ucap Lula dengan penuh senyuman.


''Sayang, kita bisa bicarain ini baik-baik.'' Ucap Devid yang takut jika Lula mencabut dana di perusahaannya.


''Gua udah terlalu baik sama lo. Bahkan gua rela nikah hanya untuk nyelametin kehidupan lo. Lo liat aja, apa akibatnya nanti!'' Ucap Lula.


''Apa yang kamu maksud sayang?'' Tanya mama Ira yang tidak tau soal ini.


''Aku menerima perjodohan ini, tapi dengan syarat. Syaratnya papa harus memberi suntikan dana ke perusahaan dia.'' Ucap Lula.


Sontak semua orang kaget mendengar apa yang Lula katakan.


Tiba-tiba Reno menyeret Devid keluar ruang rawat Lula, Nindi juga keluar dari ruangan itu. satu bogem mentah dari Reno berhasil mendarat di pipi Devid.


Reno tersenyum miring melihat Devid kesakitan.


''Rawat calon suami lo itu.'' Kata Reno kepada Nindi.


Di dalam kamar Lula masih memperlihatkan raut wajah marah.


''Tinggalin dia, dia gak pantes buat kamu sayang. Lihat! Papa sudah berikan imam yang tepat buat kamu.'' Ucap papa Roy.


''La?'' Ucap Devi seraya memeluk Lula.


Ustad Ilham tidak menyangka, ternyata cinta istrinya kepada kekasihnya itu sangat besar.


---------------------------------------

__ADS_1


Terima kasih telah membaca novelku😊


Jangan lupa vote dan like ya😉


__ADS_2