Imamku

Imamku
Badmood


__ADS_3

Keesokan paginya, ustad Ilham menyiapkan sarapan untuk mereka berdua. Tak lama kemudian Lula keluar dari kamarnya, ia menatap mata ustad Ilham dengan tatapan dingin. Ustad Ilham merasa canggung, ia merasa bersalah karna sikapnya semalam.


Lula pergi kekamar mandi tanpa mengucapkan sepatah katapun. Setelah selesai dengan urusannya, ia keluar dan langsung pergi menuju kamarnya. Ustad Ilham tau jika sang istri sedang marah kepadanya. Tapi apa boleh buat, ia sungguh tidak setuju dengan perkataan Lula.


Ustad Ilham mencoba berbicara kepada Lula, ia menghampiri Lula di kamarnya.


Tok Tok.


''Dek, sarapanya sudah siap. Ayo makan,'' ajaknya.


Lula keluar dari kamarnya dengan pakaian rapi dan membawa tas kecilnya.


''Kamu mau kemana?'' tanya ustad Ilham.


Tanpa menjawab pertanyaan ustad Ilham, Lula pergi begitu saja. Ustad Ilham mengejarnya, ia takut jika Lula akan berbuat hal yang aneh.


''Dek, kamu mau kemana?'' tanyanya sekali lagi.


''Bukan urusa lo,'' ucap Lula dengan nada rendah.


Ustad Ilham meraih tangan Lula, sontak hal itu membuatnya marah.


''Apa si pegang-pegang,'' bisik Lula.


''Kamu mau kemana?'' tanya ustad Ilham.


''Gua mau sendiri, lo bisa tinggalin gua kan?'' ucap Lula.


''Saya temani ya, saya takut kamu nanti tersesat,'' ucap ustad Ilham.


''Gua bukan anak kecil yang gak tau jalan pulang. Lagian apa si peduli lo sama gua?'' ucap Lula dengan raut wajah kesal.


Tiba-tiba ustad Adam menghampiri mereka.


''Asalamualaikum pengantin baru, pagi-pagi sudah romantis saja,'' ucap ustad Adam.


Lula dan ustad Ilham menengok kearah tangan mereka. Saat sadar ustad Ilham melepaskan genggamannya tetapi di cegah oleh tangan Lula yang langsung mengandeng mesra tangan ustad Ilham.


''Waalaikumsalam ustad. Ustad mau kemana?'' ucap Lula mengalihkan topik.


''Ini, saya mau keasrama laki-laki. Kalau kalian mau kemana pagi-pagi udah bergandengan tangan?'' tanya ustad Adam.


''Oh itu, kita mau cari makan di luar, ustad. Sekalian jalan-jalan,'' ucap Lula.

__ADS_1


''Oh gitu, yawes selamat menikmati,'' ucap ustad Adam.


''Terima kasih ustad. Emm kalo gitu kita permisi dulu, asalamualaikum,'' ucap Lula.


''Asalamualaikum,'' salam ustad Ilham.


''Waalaikumsalam,'' jawab ustad Adam.


Mereka bergegas pergi meninggalkan ustad Adam, Lula terus mengandeng tangan ustad Ilham. Mereka sampai di gerbang utama ponpes.


''Asalamulaikum pak,'' salam Lula.


''Waalaikumsalam mbak, mau kemana ni berdua-duaan?'' ucap satpam.


''Ini pak, kita mau cari makan di luar. Emm boleh saya minta tolong pak?'' ucap Lula.


''Boleh toh mbak, masa ndak boleh. Mau minta tolong apa?'' ucap satpam.


''Minta tolong kalau ada paket yang datang atas nama saya, tolong di terima ya. Soalnya itu isinya barang-barang saya yang ketinggalan di Jakarta. Minta tolong ya pak,'' ucap Lula.


''Enggeh, siap mbak,'' ucap satpam.


''Terima kasih ya pak,'' ucap Lula.


''Asalamualaikum,'' salam ustad Ilham.


''Waalaikumsalam,'' jawab satpam.


Mereka keluar ponpes, di luar ponpes sudah ada mobil yang menunggu mereka.


Ternyata Lula telah memesan taksi online. Mereka masuk kedalam mobil itu.


''Kamu pesan mobil ini?'' tanya ustad Ilham.


''Iya, kenapa? Masalah buat lo?'' ucap Lula.


''Ndak kok,'' ucap ustad Ilham.


''Ya udah diem aja!'' ucap Lula.


Ustad Ilham langsung terdiam, ia tidak mau sang istri tambah marah kepadanya.


Setelah menempuh perjalanan sekitar 1 jam, mereka sampai di sebuah tempat makan bernuansa alam. Mereka masuk kedalam dan duduk di meja paling ujung.

__ADS_1


Lula menghirup dalam-dalam udara sejuk di sana, ia benar-benar merasa tenang. Ia merasa semua lelahnya hilang untuk sementara waktu.


Pelayan tiba dengan daftar menu. Lula menerima daftar menunya.


Setelah selesai memesan, pelayan pergi untuk membuat pesanan mereka.


''Dek, saya lupa bawa dompet,'' ucap ustad Ilham.


Lula hanya menatapnya sekilas tanpa menjawab perkataan ustad Ilham. Saat ini dia hanya ingin menenagkan pikirannya.


Tak lama kemudian, pelayan datang membawa pesanan mereka. Lula memakan makanannya dan ustad Ilham hanya diam menatap makanan di hadapannya itu. Lula yang menyadarinya hanya menatap sekilas dan kembali fokus kemakananya.


Ustad Ilham yang menyadari kondisi saat ini sangat dingin dan canggung, memulai membuka obrolan.


''Dek, kamu suka makan di sini?'' tanyanya.


Lula menatap sekilas dan kembali fokus kemakananya.


''Dek, saya minta maaf soal tadi malam ya,'' ucap ustad Ilham dengan wajah memelas.


Lula hanya diam tak menjawab.


''Dek Ula, saya minta maaf. Sikap saya semalam sangat buruk kepada kamu. Saya benar-benar menyesal,'' ucap ustad Ilham dengan raut wajah bersalah.


''Udah deh, lo gak usah bahas itu lagi. Gua udah capek, capek banget. Gua rasa hidup gua tu gak akan pernah bisa bebas, terkekang selamanya,'' ucap Lula dengan mata berkaca-kaca.


Ustad Ilham bisa merasakan Lula benar-benar merasa sedih.


''Gua pengen hidup kayak orang lain, hidup sesuai keinginannya. Hidup bebas tanpa kekangan. Tapi kenapa gua gak bisa? Kenapa?'' ucap Lula.


Ustad Ilham hanya diam dan menunduk.


Lula menarik nafas panjang dan menghembuskannya dengan kasar. Dia pergi untuk membayar makananya.


Setelah membayar ia kembali kedalam mobil, ustad Ilham mengikuti Lula.


Mereka kembali keponpes. Sebenarnya Lula ingin pergi berbelanja tapi karna moodnya memburuk, ia memutuskan untuk kembali keponpes.


----------------------------------------


Terima kasih telah membaca novelku😊


Jangan lupa vote dan like 😉

__ADS_1


__ADS_2