Imamku

Imamku
Go to Magelang


__ADS_3

Club.


Sesampainya di club Lula mencari keberadaan Devid ternyata dia sedang minum dengan temannya.


"Hai sayang." Sapa Lula.


"Hai.. kamu udah dateng, duduk sayang!" Devid


mempersilahkan Lula duduk di sampingnya.


Lula melepas jaket kulitnya,


"Wow, you look so sexy." Kata Devid melihat Lula melepas jaketnya dan memperlihatkan pundak mulusnya.


"Ya aku tau itu." Kata Lula sembari membelai pipi Devid.


"Minumlah!" Kata Devid sembari memberikan segelas bir untuk Lula.


"Terima kasih sayang." Lula meminum bir yang Devid berikan.


Tangan Devid terus meraba paha mulus Lula dan menghirup harumnya rambut Lula.


"Aku sangat merindukanmu sayang." Kata Devid.


"Stop sayang, kasihan temanmu." Kata Lula agar Devid berhenti menganggunya.


"Biarkan saja jomblo itu sayang, jika dia ingin, tinggal pilih salah satu cewek di sini." Kata Devid yang masih tidak melepaskan Lula.


"Gua cabut dulu bro, gak sudi gua dijadiin obat nyamuk sama kalian." Kata teman Devid seraya meningalkan mereka berdua.


Mereka minum hingga larut malam dan Devid telah mabuk berat, Lula hanya minum 3 gelas sementara Devid habis 1 botol.


"Hai sayangku yang sexy." Kata Devid yang semakin menempel pada Lula.

__ADS_1


"Sayang sebaiknya kita pulang saja!" Kata Lula yang tau jika seperti ini pasti ujung-ujungnya Devid minta hal yang aneh-aneh.


"No sayang, aku masih ingin minum." Kata Devid yang sudah sempoyongan akibat terlalu banyak minum.


BRUK..


Devid pingsan.


"Tolong tolong, ini pingsan." Teriak Lula.


"Tolong masukin ke mobil gua!'' Kata Lula.


Ada 3 orang pelayan bar membantu menggotong Devid ke mobil.


Di mobil


"Gua bawa dia pulang apa gimana ya? kalo dia gua anterin pulang pasti ortunya bakal marah ma gua." Pikir Lula.


"Gua booking hotel aja kali ya?'' Kata Lula.


Kamar Lula.


Karna sudah terlalu lelah Lula langsung tidur tanpa membersihkan diri.


Pagi hari tubuh Lula terasa remuk, mual dan kepalanya sangat sakit akibat minum tadi malam.


"Au.. sakit banget pala gua." Kata Lula seraya memegangi kepalanya.


Lula pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya karna bau alkohol masih tercium dan itu membuat kepalanya tambah pusing.


Di depan rumah, papa Roy dan mama Ira bersiap-siap untuk pergi ke Magelang bertemu pak Rahmat. Reno dan Anji mengantarkan kepergian kedua orang tuanya.


"Semoga misi kita berhasil ya ma pa." Kata Reno.

__ADS_1


"Amin sayang." Jawab mama Ira.


"Pa ma jangan lupa oleh-olehnya!" Kata Anji mengoda orang tuanya.


"Kamu pikir kita mau jalan-jalan." Kata papa Roy.


"Ya kan sekalian pa." Kata Anji.


"Mama gak janji ya." Kata mama Ira.


"Ya sudah kami berangkat dulu ya, see you." Kata papa Roy berpamitan dengan kedua anaknya itu.


"Dah pa.. ma.. hati-hati!" Kata mereka sembari melambaikan tangannya.


"Semoga ini berhasil." Kata Reno.


"Amin." Kata Anji mengamini doa sang kakak.


Lula turun untuk sarapan.


"Kok sepi si, kemana mereka?" Kata Lula yang tidak melihat keluarganya.


"Lula!'' Sapa Anji.


"Morning kak, mana mama sama papa?" Tanya Lula.


"Ini udah siang kali La, Papa sama mama pergi ke luar kota." Kata Anji.


"Ohh." Kata Lula singkat.


"Kamu ini La, gak berubah-berubah." Kata Anji heran dengan sikap adiknya.


Lula tidak menghiraukan perkataan kakaknya itu.

__ADS_1


----------------------------------------


Terima kasih sudah membaca karyaku😊


__ADS_2