
Singkat waktu malam pun tiba, mereka berkumpul di ruang makan kecuali Lula. Tak berselang lama Lula turun dengan pakaian rumahnya yaitu hotpants dan baju oversize, tidak lupa rambut di gelung keatas. Ustad Ilham yang melihat penampilan Lula walaupun sekejap merasa tidak nyaman, mama Ira yang menyadari ketidak nyamanan ustad Ilham menegur Lula.
''Sayang pakai pakaian yang lebih tertutup dong, kita kan lagi ada tamu,'' bisik mama Ira karna Lula duduk tepat disamping nya dan tepat di depan Ustad Ilham.
''Nanti Ma, aku cuma mau makan terus balik lagi kekamar,'' tutur Lula.
''Iss anak ini( bisik mama Ira ), maaf ya nak Ilham,'' kata mama Ira.
''Nggeh bu,'' kata Ustad Ilham yang selalu menundukan kepalanya.
Setelah selesai makan malam mereka lanjut mengobrol soal rencana pernikahan. Tanpa mereka sadari Lula mendengar obrolan mereka.
''Apa-apaan ini, atas ijin siap kalian akan menikahkan aku? Kalian gak bisa seenaknya sama aku, aku udah gede Pa, Ma. Aku berhak nentuin masa depan aku sendiri, dan buat lo, jangan pernah berharap bisa nikahin gua. NGERTI KALIAN SEMUA!'' teriak Lula yang sangat emosi dengan perjodohan ini.
''Lula ini semua demi kebaikan kamu nak,'' kata papa Roy.
''Kebaikan apa? jika kalian gak mau aku disini, oke aku akan pergi dari sini,'' kata Lula seraya naik ke atas.
''Lula sayang, dengerin mama dulu nak,'' teriak mama Ira sembari mengejar Lula.
''Bagaimana ini, Pa?'' tanya Reno panik.
''Kalian tenang saja, papa sudah tau ini akan terjadi dan papa sudah memiliki rencana agar Lula menerima perjodohan ini,'' kata papa Roy dengan tenang.
Nampak Ustad Ilham yang merasa gelisah dan merasa tidak enak kepada keluarga papa Roy. sesaat kemudian, Lula turun membawa 1 koper kecil dan tas kecil, mama Ira nampak membujuk Lula agar tidak pergi.
''Lula sayang jangan gini dong, kita bisa bicarakan ini baik-baik!'' bujuk mama Ira.
Tapi Lula tidak menghiraukan mama Ira, ia terus berjalan dan menatap tajam ke arah Ustad Ilham, di saat bersamaan Ustad Ilham juga menatap Lula, Ustad Ilham melihat tatapan kebencian yang sangat besar dari Lula.
Dan akhirnya Lula pergi dengan mobilnya.
''Oke kita lanjutkan membahas masalah tadi,'' kata papa Roy dengan tenang.
''Maaf pak, bagaimana dengan Lula?'' tanya Ustad Ilham.
''Nak Ilham tenang saja, semua sudah bapak pikirkan matang-matang,'' jawab papa Roy.
Setelah membahas masalah itu, mereka pergi ke kamar masing-masing untuk beristirahat.
Lula pergi ke apartemen milik keluarganya.
Apartemen Lula.
Lula melakukan video call dengan teman-temannya.
Lula : gaes keluarga gua gila semua , masa gua
mau di nikahin si.
__ADS_1
Devi : apa kok bisa ? sama siapa?
Lula : sama anak sahabat bokap gua.
gua bener-bener gak mau gaes, lo kan
tau gua cinta banget sama Devid.
Nindi : apa Devid udah tau soal ini?
Lula : belum, niat gua besok gua bakal ngasih
tau Devid .
Devi : cowok yang bakal jadi suami lo tu
orangnya gimana?
Lula : ya gua gak begitu tau, cuma dari yang
gua liat, dia orangnya alim banget.
Devi : wah keren La kalo lo bisa dapet orang
alim.
Lula : lo ngomong apa si Dev, gak jelas tau.
Mereka ngobrol hingga larut malam, Lula akan tinggal sementara waktu di apartemen. Keesokan paginya Lula bertemu dengan Devid di tempat biasa mereka bertemu.
''Aku mau ngomongin hal yang penting sama kamu,'' kata Lula.
''Hal penting apa sayang?'' tanya Devid.
''Aku mau di jodohin,'' kata Lula.
''Apa! Kok bisa? Kamu jangan bercanda deh?'' kata Devid yang kaget mendengar kabar ini.
''Apa aku terlihat bercanda, aku serius sayang, makanya aku kabur dari rumah,'' kata Lula.
''Berani-beraninya dia mau mimpi nikah sama kamu, akan aku beri perhitungan cowok itu, siapa dia?'' marah Devid.
''Aku gak tau sayang, tapi gimana caranya supaya pernikahan ini batal?" tanya Lula.
"Kita hajar saja dia, gimana menurut kamu?'' ide Devid.
''Emm apa itu gak keterlaluan, maksud aku kalo dia gak terima kita bisa di laporin dan masuk penjara,'' kata Lula yang tidak yakin dengan ide Devid.
''Udah kamu tenang aja, yang penting pernikahan kamu batalkan,'' kata Devid.
__ADS_1
''Oke, terus aku harus gimana?'' tanya Lula.
Devid menjelaskan rencananya kepada Lula.
''Oke, kita lakuin malan ini,'' kata Devid.
''Oke,'' kata Lula.
Lula pergi kerumahnya untuk mengajak Ustad Ilham keluar. Sesampainya di rumah ternyata Ustad Ilham sudah pulang ke Magelang, Lula pun menelfon Devid untuk memberitahu soal ini.
'' Halo sayang, rencana kita gagal, dia sudah pergi dari rumah,'' kata Lula.
''Sial, padahal tanganku sudah gatal pengen ngajar dia,'' kata Devid.
''Mungkin lain waktu sayang, sudah dulu ya, bye,'' kata Lula.
Saat Lula hendak kekamarnya, papa Roy menghentikanya.
''Kenapa masih di sini?" kata papa Roy.
"Ya kan dia udah pergi, jadi aku kembali lagi kesini,'' kata Lula.
''Kamu sendiri yang pergi, jadi jika papa tidak menyuruhmu pulang, jangan harap kamu bisa pulang kerumah ini lagi. Katanya sudah besar, tunjukan ke papa, apa yang bisa kamu capai tanpa campur tangan papa?'' tutur papa Roy.
''Tapi pa, Lula cuma gak mau di jodohin, Lula gak bener-bener pengen pergi dari sini,'' kata Lula.
''Papa tidak peduli, sekarang kamu pergi dari sini dan papa akan mencabut semua fasilitas yang papa berikan,'' kata papa Roy.
''Tapi pa...'' kata Lula terhenti saat papa Roy berkata dengan nada tinggi.
''Pergi sekarang Alula Purnomo,'' teriak papa Roy.
Saat Lula keluar dari rumah, papa Roy menghentikanya.
''Tunggu,'' kata papa Roy.
Lula berhenti, ia berharap papanya akan berubah pikiran.
''Berikan kunci mobil itu,''kata papa Roy.
Sontak Lula terkejut, ia pikir papanya akan mengijinkanya tinggal kembali di rumah itu.
''Kalo papa ambil mobil Lula, terus Lula pulang pakai apa?'' tanya Lula.
''Pesan taksi online, gampangkan,'' kata papa Roy dengan santainya.
Lula akhirnya memberikan kunci mobilnya kepada papa Roy. Setelah taksinya sampai, ia langsung pulang ke apartemenya. Dia merebahkan tubuhnya di atas kasur dan berpikir kenapa papanya begitu tega mencabut semua fasilitas yang dia berikan?.
__ADS_1
Terima kasih sudah membaca karyaku😊
maaf kalo ngebosenin😊