Imamku

Imamku
Kepanikan ustad Ilham.


__ADS_3

Ustad Ilham bergegas pergi menuju apartemen Lula. Untuk menuju tempat Lula, ustad Ilham mengunakan ojek yang ada di depan gang komplek perumahan.


''Asalamualaikum, pak bisa antar saya ke alamat ini?'' Ustad Ilham memberi kertas berisi alamat apartemen Lula.


''Bisa mas.'' Kata tukang ojek.


Mereka pergi ke alamat itu. Butuh waktu satu jam untuk sampai ke apartemen Lula. Akhirnya, mereka sudah sampai di depan gedung apartemen Lula.


''Berapa pak?'' Tanya ustad Ilham.


''50 ribu mas.'' Jawab tukang ojek.


''Ini pak uangnya. Terima kasih.'' Kata ustad Ilham.


Lantas ustad Ilham bergegas masuk ke dalam gedung itu. Ustad Ilham binggung harus naik apa untuk ke lantai atas. Sedangkan dia tidak tau cara mengunakan lift. Dia mencari tangga dan akhirnya bertemu dengan tangga darurat. Lantas ia bergegas menuju apartemen Lula, sesampainya di depan pintu apartemen Lula. Ustad Ilham tidak tau, apa kode pintu kamar Lula.


''Apa kodenya?'' Kata ustad Ilham kepada dirinya sendiri.


''Mungkin tanggal lahir Lula?'' Pikir ustad Ilham.


Dia mencoba memasukan nomer tanggal lahir Lula, tapi itu tidak berhasil. Ustad Ilham tidak tau harus bagaimana, dia sama sekali tidak tau banyak soal kehidupan istrinya. Lantas ustad Ilham berpikir untuk merusak kunci pintu apartemen Lula. Ustad Ilham mencari orang untuk membantunya.


''Asalamualaikum pak, bisa bantu saya?" Tanya ustad Ilham kepada seorang security yang berjalan kearahnya.


"Waalaikumsalam, ada apa pak?'' Tanya security.


''Begini pak, saya ingin masuk ke dalam apartemen ini. Tapi tidak bisa karna saya tidak tau sandinya.'' Jelas ustad Ilham.


''Kenapa bapak ingin masuk kedalam apartemen ini?'' Tanya security yang sedikit curiga dengan ustad Ilham.


''Saya sedang mencari istri saya pak. Dia tinggal disini, namanya Lula Purnomo. kalau bapak tidak percaya, ini foto pernikahan saya.'' Kata ustad Ilham seraya memperlihatkan foto pernikahanya dengan Lula.

__ADS_1


Security nampak terkejut, pasalnya dia tau kalau Lula memiliki pacar dan dia sering kemari.


''Bapak jangan bohong deh, saya kenal mbak Lula. Dan saya juga kenal pacar mbak Lula.'' Kata security.


''Kita baru saja menikah pak, sekitar satu minggu yang lalu. Karna perkenalan kita hanya sembentar, jadi saya tidak tau banyak soal istri saya.'' Jelas ustad Ilham.


''Saya mohon pak bantu saya. Dari kemarin saya tidak bisa menghubunginya, saya takut terjadi sesuatu kepada dia. Saya yakin dia ada disini pak. Bantu saya pak!'' Sambung ustad Ilham.


Security yang melihat kesungguhan ustad Ilham, akhirnya mau membantunya.


''Ya sudah, saya ambil alatnya dulu.'' Kata security.


Security pergi untuk mengambil alat. Setelah kembali, dia langsung membobol kunci apartemen Lula. Setelah menunggu cukup lama, akhirnya pintu bisa dibuka.


Betapa terkejutnya mereka saat pintu itu terbuka. Apartemen Lula begitu berantakan. Barang berserakan dimana-mana, kursi terbalik dan banyak sekali pecahan dari kaca ataupun dari barang-barang yang lainnya.


''Astagfirullah ya Allah, apa yang terjadi?'' Ustad Ilham benar-benar syok.


''Lula?'' Ustad Ilham mencari keberadaan istrinya.


''Lula?'' Ucap ustad Ilham seraya menghampiri sang istri.


''Astagfirullahaladzim Lula , apa yang terjadi? kenapa bisa seperti ini?'' Ustad Ilham sangat sedih melihat istrinya seperti ini. Apa lagi dia melihat luka yang ada di tangan Lula.


''Kita ke dokter ya?'' Kata ustad Ilham, namun Lula hanya terdiam dan tidak merespon sama sekali.


''Pak bisa bantu saya, mencarikan mobil untuk ke rumah sakit?'' Kata ustad Ilham.


''Iya pak.'' Kata security.


''Terima kasih pak.'' Ucap ustad Ilham.

__ADS_1


Security turun kebawah untuk mencarikan taksi. sedangkan ustad Ilham membujuk Lula agar mau ikut dengannya.


''Lula kita kerumah sakit ya?'' Kata ustad Ilham. karna tidak ada jawaban dari Lula. Ustad Ilham memutuskan untuk membopong Lula. Sontak itu membuat Lula terkejut.


''Mau apa lo? turunin gua?'' Kata Lula seraya meronta-ronta.


''Tidak. Ini banyak sekali pecahan kaca, nanti kaki kamu bisa terluka.'' Kata ustad Ilham yang masih membopong Lula.


''Biarin aja, peduli apa lo sama gua? Gak usah sok peduli!…Gak ada yang benar-benar tulus sama gua. Semuanya pembohong! Huaaa( nada menangis).'' Lula memeluk leher ustad Ilham seraya menangis.


Lula menangis sejadi-jadinya, ustad Ilham membiarkan Lula menangis. Dia bisa merasakan apa yang Lula rasakan. Dia tahu pasti sudah terjadi sesuatu sehingga membuat Lula begitu terpukul.


Sesampainya di depan gedung apartemen, Lula masih menangis. Security menghampiru mereka.


''Pak itu taksinya.'' Kata security.


''Terima kasih pak. Asalamualaikum.'' Salam ustad Ilham.


''Waalaikumsalam.'' Jawab security.


Ustad Ilham mendudukan Lula di kursi belakang, dan dia duduk di samping Lula.


''Antar kita kerumah sakit pak!'' Kata ustad Ilham.


Tiba-tiba Lula pingsan, sontak ustad Ilham menjadi panik.


''Lula?'' Ucap ustad Ilham seraya menepuk-nepuk pipi Lula.


''Pak tolong lebih cepat lagi!'' Kata Ustad Ilham.


 

__ADS_1


Terima kasih telah membaca novelku😊


Jangan lupa vote dan like😊


__ADS_2