Imamku

Imamku
Otw Magelang


__ADS_3

Setelah menunggu lama, akhirnya Lula turun. Tapi bukanya memakai gamis, Lula malah memakai hot pants dan baju oversize. Sontak itu membuat mama Ira marah.


''Ya Allah, Lula! Kami nunggu kamu lama ternyata cuma pakai pakaian itu!'' Ucap mama Ira.


''Gua pikir lo lama karena ribet pake gamis, ternyata?'' Ucap Anji seraya mengeleng-gelengkan kepalanya.


''Nanti aku pake gamisnya di jalan aja! Gerah sama ribet soalnya!" Ucap Lula.


"Gak! Kamu harus pakai sekarang!'' Ucap papa Roy.


''Ah nanti aja pa.'' Kata Lula.


''Engak! Sekarang!" Perintah papa Roy.


Dengan terpaksa Lula menganti bajunya dengan gamis. Beberapa saat kemudian Lula turun dengan mengenakan gamis, dia terlihat sangat berbeda.


''Hijabnya mana?'' Tanya mama Ira.


''Nanti aja ma.'' Ucap Lula.


''Mama sama papa yakin, aku pergi sama dia?'' Tanya Lula yang masih berharap kedua orang tuanya mencegahnya pergi.


''Tidak! Kamu tetap pergi dengan Ilham. Dan satu hal lagi, kamu harus menuruti semua yang suami kamu katakan!. Dan jangan pakai lo gua lagi. Mengerti!" Tutur papa Roy.


"Iya iya." Ucap Lula yang bosan dengan ucapan papa Roy.


Lula masuk kedalam mobil.


''Saya minta maaf jika saya ada salah selama di sini dan banyak merepotkan papa, mama, mas Reno dan mas Anji.'' Ucap ustad Ilham.


''Iya nak, tidak apa-apa. papa titip Lula, jaga dia baik-baik. Jika dia berbuat sesuatu yang salah, kamu harus tegas terhadapnya.'' Ucap papa Roy.


''Nggeh pa.'' Ucap ustad Ilham.


''Titip Lula ya.'' Ucap mama Ira.


''Jagain adik gua.'' Ucap Anji.


''Jika ada sesuatu, telfon kami.'' Ucap Reno.


''Nggeh mas, kalau gitu saya pamit dulu. Asalamualaikum.'' Pamit ustad Ilham.


''Waalaikumsalam, hati-hati di jalan!'' Ucap papa Roy.


''Dah sayang.'' Ucap mama Ira seraya melambaikan tangannya.


''Jangan nakal-nakal, nurut kata suami!'' Ucap Reno.

__ADS_1


Lula membalas dengan senyuman getir, dia sedih harus meninggalkan keluarganya.


Selama dalam perjalanan, tidak ada percakapan sama sekali antara Lula dan ustad Ilham. Lula sibuk dengan ponselnya sedangkan ustad Ilham mengobrol dengan pak Yudi. Mereka berhenti di rest area untuk sholat.


''Ayo kita sholat berjamaah.'' Ucap ustad Ilham.


''Lo aja, gua lagi dapet.'' Ucap Lula.


''Haid? Kenapa lama sekali?'' Tanya ustad Ilham yang curiga kalau Lula berbohong.


''Ya mana gua tau, emang belum berhenti kok. Lo pikir gua bohong, kalo lo gak percaya. Ayo cek sekarang!" Lula marah.


"Ndak, ndak usah. Saya percaya, maaf ya.'' Ucap ustad Ilham.


''Hemm.'' Jawab Lula.


Ustad Ilham sholat berjamaah dengan pak Yudi, setelah selesai mereka berjalan menuju mobil, sebelum sampai mobil pak Yudi berbicara kepada ustad Ilham.


''Sabar ya mas, kalo mbak Lula agak galak. Sebenarnya dia orangnya baik kok, saya kerja di keluarga pak Roy dari mas Reno masih bayi. Jadi saya tau bagaimana mbak Lula itu. Dia kalo belum nyaman sama orang emang gitu, galak. Tapi kalo udah nyaman apa lagi sayang, jangan tanya mas, sikapnya akan berubah total.'' Ujar pak Yudi.


''Nggeh pak, saya harap dia bisa menerima saya.'' Ucap ustad Ilham.


''Amin, saya yakin mbak Lula bisa menerima mas Ilham.'' Ucap pak Yudi.


Mereka masuk kedalam mobil, dan melanjutkan perjalanannya. Lula masih sibuk dengan ponselnya.


''Hemm.'' Jawaban singkat Lula.


''Emm ada yang ingin saya katakan ke kamu.'' Ucap ustad Ilham.


''Apa?'' Kata Lula tanpa melihat ustad Ilham.


''Emm saya ingin memanggil kamu dengan sebutan '' Dek Ula '' boleh tidak?'' Tanya ustad Ilham. Sebenarnya dia malu ingin mengatakan itu, tapi dia sangat-sangat ingin memiliki pangilan khusus untuk istrinya.


Lula melihat ustad Ilham dengan tatapan aneh dan merasa geli.


''Lo gak papa kan? Lo gak ketempat yang aneh-aneh kan? Emm maksud gua, lo gak ketempelan setan kan?'' Ucap Lula.


''Hahh endak, saya ndak dari mana-mana.'' Ucap ustad Ilham.


''Oh gua tau kenapa lo ngomong gitu. Lo mau rumah tangga kita di pandang harmonis kan sama orang lain?'' Ucap Lula.


''Endak, sebenarnya saya tidak nyaman jika memangilmu hanya dengan nama saja. Apa boleh saya panggil kamu itu?'' Ucap ustad Ilham.


''Terserah.'' Ucap Lula.


''Jadi saya boleh panggil kamu dek ula?" Tanya ustad Ilham sekali lagi untuk memastikan itu.

__ADS_1


"Ya." Jawaban Lula.


"Hah terima kasih." Ucap ustad Ilham dengan penuh gembira.


"By the way lo gak ngasih tau orang pondok kalo kita udah mau sampai?'' Tanya Lula.


''Astagfirullahaladzim saya lupa memberi tahu mereka kalo kita akan pulang hari ini.'' Kata ustad Ilham.


''Ck ck bener-bener udah tua ni orang.'' Ucap Lula.


Ustad Ilham menelfon ustad Zaki.


''Asalamualaikum ustad.'' Salam ustad Ilham.


''Waalaikumsalam ustad, bagaimana kabarnya?'' Tanya ustad zaki di ujung telfon.


''Alhamdulillah baik ustad. Nyuwun pangapunten ustad, saya lupa memberitahu ustad kalo hari ini saya dan istri pulang ke Magelang. Ngapunten sanget ustad.'' Ucap ustad Ilham.


( Nyuwun pangapunten : Minta maaf ).


''Ya Allah, hari ini ustad?'' Tanya ustad Zaki.


''Iya ustad, sekitar 1 jam lagi kami sampai ustad.'' Ucap ustad Ilham.


''Ya sudah, saya tutup dulu ustad. Ingin mempersiapkan kedatangan ustad Ilham dan istri.'' Ucap ustad Zaki.


''Ndak usah repot-repot ustad.'' Ucap ustad Ilham.


''Ndak papa. Asalamualaikum.'' Salam ustad Zaki.


''Pangapunten sanget ustad. Waalaikumsalam.'' Ucap ustad Ilham.


Saat melewati area pegunungan dan persawahan, Lula membuka kaca mobilnya. Dia menikmati udara segar dan sejuk.


''Wahhh sejuk banget udaranya.'' Kata Lula seraya menyeluarkan kepala dan tangannya.


''Awas masuk angin mbak!'' Kata pak Yudi.


''Gak akan pak, pak Yudi tenang aja.'' Ucap Lula.


Ustad Ilham tersenyum melihat Lula yang sangat menikmati udara di sini. Dia berharap istrinya itu akan betah tinggal di sini.


---------------------------------------


Terimakasih telah membaca novelku😊


Jangan lupa vote dan like ya😊

__ADS_1


Dan komen juga sekalian, biar aku semangat nulisnya😄


__ADS_2