Imamku

Imamku
Part 18


__ADS_3

Hari pertama setelah menikah.


Setelah sholat subuh, ustad Ilham terlihat duduk sendirian di bangku taman, ia tengah memikirkan tentang Lula. Apa yang harus dia lakukan agar Lula mau menerimanya. Dari kejauhan Reno melihat adik iparnya itu duduk sendirian di taman.


''Kok malah disini?'' tanya Reno.


''Nggeh mas, saya cuma pengen duduk disini aja.'' ustad Ilham berbohong kepada Reno.


''Gak perlu nyembunyiin apapun dari aku, aku tau apa yang terjadi.'' kata Reno.


Ustad Ilham hanya terdiam mendengar kata Reno.


''Kamu di usir ya dari kamar Lula?'' kata Reno.


Ustad Ilham terkejut mendengar perkataan Reno.


''Itu udah jadi kebiasaan Lula, kalo dia lagi bad mood atau lagi kesel dan ada orang lain masuk ke kamarnya, pasti orang itu akan di usir. Tanpa terkecuali.'' kata Reno.


Ustad Ilham mengangguk paham.


''Ngomong-ngomong kenapa kamu masih pakai pakaian yang kemaren?'' tanya Reno.


''Emm anu mas.. saya lupa bawa baju ganti.'' kata ustad Ilham.


''Kenapa gak pakai aja pakaian Lula yang oversize atau kamu bisa pinjem bajuku?'' tanya Reno.


''Ndak enak mas.'' kata ustad Ilham.


''Hahaha gak perlu ngerasa gak enak, kita sekarang kan keluarga. Kalau ada apa-apa ngomong aja!'' tutur Reno.


''Nggeh mas.'' kata ustad Ilham.


''Dari pada kamu disini ngelamun aja, mending ikut aku jogging!'' kata Reno.


Ustad Ilham hanya terdiam.


''Kamu bisa pakai bajuku. Ayo!'' kata Reno yang seolah-olah tau apa yang ustad Ilham tengah fikirkan.


Mereka berdua pergi menuju kamar Reno, setelah selesai bersiap-siap mereka turun kebawah. Di bawah papa Roy dan Anji telah menunggu Reno.


''Wah nak Ilham juga ikut rupanya.'' kata papa Roy.


''Gua pikir lo masih tidur karna kecapekan.'' goda Anji.


''Ndak mas, kalau sudah jam 4 pagi, saya ndak bisa tidur lagi.'' tutur uastad Ilham.


''Ya sudah. Ayo.'' kata Reno.

__ADS_1


Mereka memulai jogging pagi mengelilingi area kompleks perumahan. Setelah di rasa cukup mereka kembali pulang kembali ke rumah. Setelah sampai di rumah.


''Nak Ilham, baju-bajumu sudah mama taroh di kamar Lula.'' kata mama Ira.


''Alhamdulillah nggeh ma, terima kasih.'' kata ustad Ilham.


''Iya, mandi gih!'' kata mama Ira.


Ustad Ilham naik ke atas menuju kamar Lula, dia berhenti tepat di depan pintu kamar Lula. Ustad Ilham Ragu untuk mengetuk pintu kamar Lula, dia yakin Lula pasti akan memarahinya. Ia mencoba meyakinkan dirinya.


''Tak apa Ilham, dia hanya akan marah sebentar.'' ustad Ilham menenagakan dirinya sendiri.


Tok Tok.


''Asalamualaikum Lula.'' salam ustad Ilham.


Tidak ada jawaban dari dalam kamar Lula, ustad Ilham mencoba mengetuk lagi.


Tok Tok.


''Asalamualaikum Lula, ini saya Ilham.'' kata ustad Ilham.


Tetapi masih tidak ada jawaban dari dalam kamar Lula.


Tiba-tiba pintu kamar Lula terbuka, sontak ustad Ilham kaget dan langsung mengalihkan pandangannya ke sisi lain. Pasalnya Lula keluar hanya mengenakan handuk dari dada sampai atas lutut, atau bisa dibilang tepat dibawah pantat Lula.


''Apa si triak-triak gak jelas? lo pikir gua tuli" bentak Lula. padahal ustad Ilham sama sekali tidak berteriak.


Tanpa menjawab Lula masuk ke dalam kamarnya, ustad Ilham tetap berdiri di depan pintu.


''Astaga, ngapain lo masih di situ, katanya mau mandi, apa harus gua seret?'' bentak Lula.


''Ohh nggeh, maaf.'' kata ustal Ilham seraya masuk ke kamar Lula.


''Baju lo di koper.'' kata Lula.


''Jangan harap baju lo ada di lemari gua!'' kata Lula dengan tangan terlipat ke depan.


Ustad Ilham hanya bisa bersabar dengan sikap istrinya itu. Dia mengambil pakaiannya di koper dan akan segera pergi mandi.


''Saya mandi dulu.'' kata ustad Ilham.


Lula tidak menjawab perkataan ustad Ilham.


Ustad Ilham pergi ke kamar mandi untuk mandi. Saat dia akan melepas pakaiannya, tiba-tiba Lula mengetuk pintu.


TokTok.

__ADS_1


''Buka pintunya sekarang!" kata Lula dengan nada sedikit tinggi.


Ustad Ilham segera membuka pintunya.


"Ada ap.." kata ustad Ilham terhenti ketika Lula langsung masuk ke kamar mandi begitu saja.


Lula berdiri menghadap ustad Ilham.


"Jangan pernah lo nyentuh barang-barang gua, apa pun itu. Paham!" kata Lula.


"Termasuk sabun?" tanya ustad Ilham.


"Ya, termasuk sabun.'' kata Lula.


''Tapi jika saya mandi tidak pakai sabun, itu tidak akan bersih.'' kata ustad Ilham.


'' gua gak peduli.'' kata Lula yang akan meninggalkan kamar mandi.


''Apa aku boleh meminta sabunmu sekali ini aja?'' kata ustad Ilham.


Lula menghentikan langkahnya, dia mendapat ide untuk mengerjai suaminya itu.


''Sebentar.'' kata Lula. Dia mengambil kimononya dan turun kebawah menuju dapur, Lula mengambil sesuatu.


''Rasain lo om.'' kata Lula.


Dia berlari menuju kamarnya dan memberikan benda itu kepada ustad Ilham.


''Pakai ini!'' kata Lula seraya memberikan benda itu kepada ustad Ilham.


''Terima kasih.'' ustad Ilham tersenyum kepada Lula.


''Ini produk terbaru, cara pakainya. Lo usapin ini keseluruh tubuh terus diemin beberapa menit baru lo bilas. Ngerti kan?'' jelas Lula.


''Nggeh.'' jawab ustad Ilham.


''Ya udah, mandi sana!" kata Lula seraya tersenyum.


Sesaat ustad Ilham terpanan melihat Lula tersenyum kepadanya, ini pertama kali semenjak mereka bertemu


"Iya." kata ustad Ilham dengan gembira.


Ustad Ilham merasa senang karna ia merasa bahwa Lula sudah mulai menerimanya.


----------------------------------------


Terima kasih udah baca novelku😊

__ADS_1


Jangan Lupa komen dan like ya, biar aku semangat nulisnya😄😄


Jangan lupa selalu jaga kesehatan dan ikuti anjuran pemerintah😊


__ADS_2