
Hari ini adalah hari ke-4 Lula menjadi pengurus Ponpes, Lula akui bahwa ia mulai menyukai kesibukanya itu. Para santriwati bersikap ramah dan sangat bersahabat dengan Lula.
Hari ini akan di adakan rapat membahas tentang tasyakuran dan acara-acara yang akan di adakan untuk merayakan hari berdirinya Pondok Pesantren Al-Huda.
Jam menunjukan pukul 8 lewat 30 menit, tetapi Lula masih terlelap dalam tidurnya, Ustad Ilham memberi sedikit waktu kepada Lula untuk tidur karena Lula bersedia melaksanakan sholat tahajud di lanjutkan menyimak Ustad Ilham mengaji sampai waktu sholat subuh tiba.
Sekarang jam menunjukan pukul 9 tepat, Karena rapat akan di mulai pukul 9:30, Ustad Ilham bergegas membangunkan Lula.
Ustad Ilham langsung masuk kedalam kamar Lula karena ia tau percuma saja jika ia mengetuk pintu, Lula tidak akan mendengarnya.
''Dek, ayo bangun, rapat akan segera di mulai,'' ucap Ustad Ilham seraya mengoyang-goyangkan kaki Lula.
''Emm, jangan ganggu!" eluh Lula yang masih memejamkan matanya.
"Bangun Dek!" ucap Ustad Ilham.
Karena tak ada jawaban dari Lula, Ustad Ilham mengoyang-goyangkan kaki Lula lebih keras lagi.
Karena merasa tidurnya terganggu, Lula menghentak-hendakan kakinya di atas kasur dan berguling kesana kemari.
''Ayo bangun!'' ucap Ustad Ilham.
''Aaaah! Bisa gak si lo jangan ganggu tidur gua, gua ngantuk om,'' ucap Lula.
__ADS_1
''Ini sudah jam 9, kalo kamu tidur terus nanti kita bisa telat. Kamu juga harus mandi, kan? Nanti setelah rapat selesai, kamu bisa tidur lagi,'' ucap Ustad Ilham.
''Aaa bohong! Aku mau gak mau mandi, airnya dingin, aku gak suka!'' ucap Lula.
''Lama-lama nanti kamu juga akan terbiasa. Ah masak kamu kalah si dengan santriwati yang masih berumur 10 tahun, mereka mandi jam 5 pagi lo,'' ucap Ustad Ilham.
Lula uring-uringan di atas kasurnya, ia menatap kesal kearah Ustad Ilham.
''Kenapa kalo mereka mandi jam 5 pagi, mereka ya mereka, gua ya gua!" bentak Lula.
Saat Ustad Ilham menghela nafas, tanpa sengaja ia melihat kearah jam, jarum jam menunjukan jam 9 lebih 15, sontak hal itu membuat Ustad Ilham panik.
''Astagfirullah Dek. Ayo bangun nanti kita bisa telat!'' ucap Ustad Ilham.
''Dek Ula!" ucap Ustad Ilham dengan tampang memelas.
''Ih!'' geram Lula.
Lula turun dari ranjangnya dan langsung meninju perut Ustad Ilham, tapi hal itu malah di tanggapi Ustad Ilham dengan senyuman.
''Orang gila, di tinju kok malah seneng,'' ucap Lula.
Lula bergegas mengambil pakaian dan pergi kekamar mandi untuk mandi. 10 menit kemudian, Lula keluar dari kamar mandi, ia terlihat sudah siap untuk pergi kemusyawarah Ponpes.
__ADS_1
''Ayo!'' ucap Lula.
''Kamu sudah mandi?'' tanya Ustas Ilham.
''Gak usah banyak omong deh, katanya buru-buru, ayo!'' ucap Lula.
Mereka berjalan menuju ruang aula, seperti biasa Lula selalu memeluk tangan Ustad Ilham, agar orang lain mengira bahwa kehidupan rumah tangga mereka sangat harmonis dan di penuhi dengan kebahagiaan.
Di tengah perjalanan Ustad Ilham mengucapkan sesuatu.
''Bolehkah saya berkata jujur?'' bisik Ustad Ilham.
''Hem,'' jawab Lula.
Ustad Ilham menatap Lula sejenak.
''Saya suka sikap kamu saat di luar rumah, saat berjalan dengan saya, kamu selalu mengandeng dan memeluk tangan saya. Kamu selalu tersenyum kepada saya, itu sungguh membuat saya bahagia, kamu benar-benar seperti seorang istri yang sangat mencintai suaminya,'' ujar Ustad Ilham.
Entah dari mana keberanian itu Ustad Ilham dapatkan, tapi ia lega karena sudah dari lama hal itu ingin ia sampaikan kepada Lula.
Sontak Lula menatap Ustad Ilham. Jujur ada sedikit rasa nyaman yang Lula rasakan saat berdekatan dengan Ustad Ilham, tetapi Lula tetaplah Lula, ia selalu membodohi dan membohongi dirinya sendiri, ia menganggap hal itu tidaklah penting dan hanya hal yang lumrah terjadi.
''Baperan amat si, di gandeng aja langsung bahagia. Gua lakuin ini juga demi nama baik gua, jadi lo gak usah kepedean, ngerti!'' bisik Lula.
__ADS_1
Ustad Ilham hanya bisa tersenyum, walaupun cinta belum tumbuh di hati Lula, tapi sekarang sikap Lula sudah sedikit berubuh, itu membuat Ustad Ilham semakin yakin bahwa suatu saat nanti Lula akan mencintainya.
Terima kasih telah membaca novelku😊