Imamku

Imamku
Menemukan bayi part 3


__ADS_3

Ustad Ilham berbaring di sisi Lula, ia terus mendongak menatap sang istri, ia merasa sangat menyukai menatap wajah manis nan cantik milik istrinya itu.


''Lo mau tidur atau mau liatin gua sepanjang malam, hem?'' tanya Lula tiba-tiba.


''Kalo aku tidur, nanti kamu gimana?'' tanya Ustad Ilham.


''Ya gak gimana-gimana… Udah deh, sekarang lo tidur! Gua juga mau tidur,'' ucap Lula.


''Kamu tidur sambil duduk?" tanya Ustad Ilham.


"Ya Allah, banyak tanya. Tidur sekarang atau gua usir dari sini!'' ucap Lula.


''Aku tidur, aku tidur,'' ucap Ustad Ilham.


Ustad Ilham mencoba untuk tidur, tapi ia tidak bisa, Ustad Ilham hanya menutup mata saja. Ustad Ilham terus bergerak mencari posisi yang pas, tapi hal itu mengganggu Lula.


''Ih biasa diem gak si! Tidur yang tenang,'' ucap Lula seraya menoyor pelan kepala Ustad Ilham.


Ustad Ilham mengelus-elus kepalanya yang tidak sakit.


''Sekarang masalahnya apa lagi?'' tanya Lula.


''Em ndak tau Dek. Ndak bisa tidur,'' ucap Ustad Ilham.


Huft..( Lula menghembus kasar).


''Sini, tidur di sebelah gua!'' perintah Lula.


Ustad Ilham menuruti perintah Lula. Ia kini tidur di sebelah Lula. Tiba-tiba Lula mengelus-elus kepala Ustad Ilham, ia juga menyisir lembut rambut Ustad Ilham dengan jari-jarinya. Seketika hal itu membuat Ustad Ilham tersenyum lebar.


''Ngapain senyum-senyum gitu? Gak jelas. Mendingan sekarang lo tidur deh!'' ucap Lula.


Ustad Ilham mulai menutup matanya, elusan demi elusan ia nikmati, tak selang lama ia tertidur dengan senyuman terukir di bibirnya.


''Serasa punya dua bayi aja. Yang satu bayi kecil yang lucu, yang satunya lagi bayi gede yang kadang manja tapi penurut,'' ucap Lula.


Ba'da subuh Ustad Ilham menemui Ustad Zaki untuk membicarakan mengenai bayi itu.


''Asalamualaikum Ustad,'' salam Ustad Ilham.


''Waalaikumsalam Ustad,'' jawab Ustad Zaki.


''Ada yang ingin saya bicarakan dengan Ustad Zaki, Ustad ada waktu?'' ucap Ustad Ilham.


''Tentu ada Ustad. Em nampaknya ada masalah yang serius?'' ucap Ustad Zaki.


''Mari kita bahas ini di rumah saya!'' ucap Ustad Zaki.


''Nggeh Ustad,'' ucap Ustad Ilham.


Mereka berjalan menuju rumah Ustad Zaki.


Ustad Zaki mempersilahkan Ustad Ilham untuk duduk.


''Silahkan duduk Ustad!'' ucap Ustad Zaki.


''Nggeh Ustad,'' ucap Ustad Ilham.

__ADS_1


''Umi, tolong buatkan minum untuk Ustad Ilham!'' perintah Ustad Zaki kepada Umi Lihah.


''Nggeh Abi,'' jawab Umi Lihah dari ruang tengah.


''Ada masalah apa Ustad?'' tanya Ustad Zaki.


Ustad Ilham nampak diam sejenak.


Ia mulai menceritakan bagaimana bisa ia menemukan bayi itu.


''Astagfirullahaladzim, sungguh Allah SWT sangat mencela perbuatan keji itu,'' ucap Ustad Zaki.


''Astagfirullahaladzim. Sekarang keadaan bayi itu bagaimana Ustad?'' tanya Umi Lihah.


''Alhamdulillah Ustadzah, sekarang keadaannya sudah lebih baik,'' ucap Ustad Ilham.


''Alhamdulillah,'' jawab Umi Lihah dan Ustad Zaki serentak.


''Lalu, apa yang akan Ustad Ilham lakukan sekarang?'' tanya Ustad Zaki.


''Saya dan Istri berencana untuk mengadopsinya Ustad,'' jawab Ustad Ilham.


''Masya Allah, segala sesuatu pasti ada hikmahnya. Semoga hal ini menjadi ladang pahala untuk Ustad dan Istri,'' ucap Ustad Zaki.


''Amin Ya Allah,'' ucap Ustad Ilham.


Percakapan itu di dengar oleh Hanfah, raut wajah Hanifah nampak murung.


''Kata orang, anak mempererat hubungan antara suami dan istri. Pasti mereka akan semakin dekat,'' batin Hanifah.


Apa Hanifah masih mencintai dan berharap kepada Ustad Ilham?.


Sesampainya di rumah.


''Asalamualaikum,'' salam Ustad Ilham.


''Waalaikumsalam,'' ucap Lula.


''Kok ndak tidur?'' tanya Ustad Ilham.


''Gimana mau tidur, kalo Dia gak ngijinin!'' ucap Lula.


''Yawes, kamu lanjut tidur, biar Dia aku yang jaga!" ucap Ustad Ilham.


Lula memberikan bayi itu kepada Ustad Ilham. Kini ia masuk kedalam kamar untuk melanjutkan tidurnya. Ustad Ilham menyusul Lula masuk kedalam kamarnya.


"kenapa?" tanya Lula.


"Dek, nanti kita kepasar beli perlengkapan bayi yuk!'' ajak Ustad Ilham.


''Ya, setelah gua tidur,'' ucap Lula.


Ustad Ilham mengangguk deng semangat. Ia keluar dari kamar Lula, tapi sebelum keluar Ustad Ilham berdiri di ambang pintu.


''Selamat tidur Umi,'' ucap Ustad Ilham.


Lula menatap geli.

__ADS_1


Ustad Ilham terlihat sangat senang dengan kehadiran bayi itu, ia terus mencium gemas wajah bayi tampan itu.


Lula terbangun dari tidurnya, ia tertidur selama 3 jam. Ia menguncir asal rambutnya dan berjalan keluar kamar, tapi Lula tak menemukan Ustad Ilham. Ia mencari di ruang belakang, tapi ia tak menemukan Ustad Ilham. Ia ingin keluar tapi tak bisa karena ia masih memakai baju tidur. Samar-samar Lula mendengar suara di luar rumah.


''Dia di depan ya?'' tanyanya kepada dirinya sendiri.


Lula mengambil kain untuk menutupi badanya. Perlahan-lahan ia berjalan menuju ruang tamu.


''Masya Allah, Dia lucu sekali kan Umi?'' ucap Hanifah.


''Iya, Lucu sekali,'' ucap Umi Lihah.


''Suara Hanifah,'' batin Lula.


''Kenapa Mbak Lula belum bangun, Ustad? Maaf ya Ustad, tapi kalau jam segini belum bangun, bukanya itu ndak baik?'' ucap Hanifah.


''Hanifah!'' ucap Umi Lihah.


''Dasar gatal! Kalo sama suami gua, banyak omong. Coba sama gua, diem aja kek orang gagu,'' grutu Lula.


''Ndak apa-apa Hanifah, biar dia tidur sepuasnya. Kasih dia, semalaman ngurusin Dedek bayi, sampai tidur aja sambil duduk,'' ucap Ustad Ilham.


''Oh begitu. Em Ustad Ilham, Sudah ada nama buat Dedek bayinya?'' tanya Hanifah.


''Belum, sebenarnya masih binggung cari nama yang pas,'' ucap Ustad Ilham.


''Em bagaimana jika…,'' ucapan Hanifah terhenti ketika Lula memanggilnya.


''Sayang!'' ucap Lula di dalam rumah.


''Iya Dek!'' jawab Ustad Ilham.


''Saya tinggal kedalam dulu nggeh,'' ucap Ustad Ilham.


Ustad Ilham masuk kedalam.


''Hanifah, ndak baik kayak gitu!'' tegur Umi Lihah.


''Maaf Umi. Hanifah hanya tanya saja,'' jawab Hanifah.


''Tanya seperlunya saja. Yang kamu tanyakan tadi ndak sopan! Jangan lakukan lagi!" ucap Umi Lihah.


"Nggeh Umi. Maaf,'' ucap Hanifah.


Ustad Ilham menghampiri Lula di kamarnya.


''Ada apa Dek?" tanya Ustad Ilham.


''Kita kepasar sekarang!'' ucap Lula.


''Iya, tapi di depan ada Umi Lihah dan Hanifah,'' ucap Ustad Ilham.


''Ya tinggal bilang, kalo kita mau pergi beli perlengkapan bayi. Kalo nanti-nanti keburu panas!'' ucap Lula.


''Ohh yawes, tak bilang dulu kemereka,'' ucap Ustad Ilham.


Ustad Ilham kembali kedepan rumah dan Lula bersiap-siap.

__ADS_1


Terima kasih telah membaca novelku😊


__ADS_2