Imamku

Imamku
Persetujuan pak Rahmat


__ADS_3

Magelang.


Setelah berjam-jam menempuh perjalanan, akhirnya mereka sampai ditempat tujuan.


Kaca mobil di buka.


"Ahh, mama suka sekali suasana disini. Tenang, nyaman dan terlebih lagi udaranya ,sejuk banget." Kata mama Ira.


"Itu sudah tidak diragukan lagi ma." Kata papa Roy.


Sesampainya di depan rumah pak Rahmat, mama Ira dan papa Roy turun dari mobil.


"Ayo ma!" Ajak papa Roy.


Tok tok (ketukan pintu).


"Asalamualaikum." Salam papa Roy.


"Waalaikumsalam." Jawaban seseorang dari dalam rumah.


Ceklek (suara pintu terbuka).


"Ya Allah Roy… kamu disini. Kaget aku lo, monggo-monggo silahkan duduk." Kata pak Rahmat mempersilahkan mereka duduk.


(monggo : mari / mempersilahkan).


"Gimana kabar kalian , apik-apik wae toh?" Tanya pak Rahmat.


(apik-apik wae : baik-baik aja).


"Alhamdulillah kita semua baik-baik aja." Jawab papa Roy.

__ADS_1


"Alhamdulillah kalo gitu." Kata pak Rahmat.


"Ya Allah sampe lupa nawarin minum, mau minum apa? es teh ada, es jeruk ada ,es dawet ada. Apa mau jus aja?" Pak Rahmat menawarkan minuman.


"Ndak usah repot-repot mas." Kata mama Ira.


"Ndak repot sama sekali, yawes tak buatin minum dulu." Kata pak Rahmat.


Sesaat kemudian pak Rahmat datang membawa 2 gelas es teh.


"Ini minumnya, monggo diminum dulu." Kata pak Rahmat.


"Makasih." Kata mama Ira.


"Ngomong-ngomong ada perlu apa sampe kalian datang jauh-jauh dari jakarta kesini tanpa ngabarin aku dulu? pasti terjadi sesuatu kan?" Tanya pak Rahmat.


Papa Roy dan mama Ira saling menatap.


"Belum, dia belum menikah. Tapi kenapa mendadak membahas soal ini Roy?" Tanya pak Rahmat.


"Apa mas Rahmat tidak setuju?" Tanya mama Ira yang khawatir jika pak Rahmat tidak menyetujui perjodohan ini.


"Bukan seperti itu Ra, tapi apa kalian sudah pikirkan baik-baik masalah ini. Soal umur, mereka berbeda jauh dan apakah Lula akan setuju?" Tutur pak Rahmat.


"Lula pasti setuju dan harus setuju karna ini demi masa depannya!" Kata papa Roy.


"Aku si setuju-setuju saja tapi aku ndak tau Ilham akan setuju apa tidak?" Kata pak Rahmat.


"Aku mohon mas, bujuk Ilham agar dia mau menikah dengan Lula. Aku tidak mau anakku menikah dengan orang yang salah, aku takut anakku akan semakin tersesat." Kata mama Ira seraya menangis.


"Jangan menangis ma! papa yakin Rahmat akan membantu kita." Kata papa Roy.

__ADS_1


"Iyo Ra, aku akan membantu kalian." Kata pak Rahmat.


"Terima kasih mas, aku berharap Ilham akan setuju ." Kata mama Ira.


"Amin.. semoga saja ." Kata papa Roy.


"Amin.. kita berdoa saja." Tutur pak Rahmat.


"Ngomong-ngomong kalian akan menginap disini kan, aku mekso lo ki." Kata pak Rahmat.


"Tidak Mat kami akan memesan penginapan dekat sini saja, kami takut merepotkanmu jika menginap disini." Jawab papa Roy.


"Halah.. sejak kapan kalian merepotkanku, kalian harus menginap disini. HARUS." Kata pak Rahmat memaksa.


"Oke-oke kita akan menginap disini, iya kan pa?" Kata mama Ira.


" Iya ma, kita harus menginap disini jika tidak dia akan marah dengan papa." Canda papa Roy.


"Nah begitu dong." Kata pak Rahmat dengan gembira.


"Kalian istirahat dulu, aku tak kerumah pak RT buat laporan. Kamu tau kan letak kamarnya dimana?" Kata pak Rahmat.


"Iya Mat, tau kok." kata papa Roy.


"Yawes kalo gitu, tak tinggal dulu." Kata pak Rahmat.


 


---------------------------------------


Terima kasih sudah membaca karyaku😊

__ADS_1


Jangan lupa vote dan like😊


__ADS_2