
Hanifah sangat sedih karena pria yang ia cintai akan menikah dengan wanita lain, tapi ia tidak ingin orang tuanya tau dan cemas memikirkannaya.
''Maafkan Abi nak, Abi sudah membuatmu bersedih,'' kata Ustad Zaki seraya menggengam tangan sang putri.
''Tidak papa Abi, ini bukan salah siapa pun, ini sudah takdir Hanifah tidak berjodoh dengan Ustad Ilham. Hanifah baik-baik saja, Abi tidak perlu khawatir,'' kata Hanifah.
''Alhamdulillah jika Hanifah sudah mengerti,'' kata Ustad Zaki.
''Nggeh Abi,'' kata Hanifah.
''Umi yakin, Allah akan memberikan Hanifah jodoh yang terbaik,'' kata Umi Lihah.
''Amin Umi,'' jawab Hanifah.
Keesokan harinya, Ustad Ilham menelfon Papa Roy untuk memberitahu bahwa besok ia akan ke jakarta.
''Asalamualaikum pak,'' salam Ustad Ilham.
''Waalaikumsalam nak, bagaimana kabarmu?'' tanya Papa Roy.
''Alhamdulillah Pak, saya baik-baik saja dan bagaimana kabar Bapak sekeluarga?'' tanya Ustad Ilham.
''Alhamdulillah kita semua baik-baik saja,'' kata Papa Roy.
''Pak, saya ingin memberitahu kalo insya Allah besok saya berniat kejakarta, apa Bapak tidak keberatan? maaf mendadak memberitahunya,'' kata Ustad Ilham.
''Tentu tidak nak Ilham, Bapak malah seneng kalo nak Ilham segera kemari,'' kata Papa Roy.
''Alhamdulillah,'' kata Ustad Ilham.
'' Ngomong-ngomong besok mau berangkat jam berapa?'' tanya Papa Roy.
''Insya Allah jam 7 Pak,'' kata Ustad Ilham.
''Ya sudah, kalo misal ada kendala, langsung hubungi Bapak,'' kata Papa Roy.
''Nggeh Pak,'' kata Ustad Ilham.
''Ya sudah, bapak tutup telfonnya.
Asalamualaikum,'' kata Papa Roy.
''Waalaikumsalam,'' jawab Ustad Ilham.
Keesokan paginya Ustad Ilham mempersiapkan barang-barang yang akan dia bawa ke jakarta.
Dan tak lupa, ia juga membawa buah tangan untuk keluarga Papa Roy. Tepat jam 8 pagi dia berpamitan dengan Ustad Zaki, kini ia telah sampai diterminal bus dan naik bus menuju jakarta.
Singkat waktu, Ustad Ilham telah sampai di jakarta. Ustad Ilham nampak binggung, angkot mana yang harus ia naiki agar sampai rumah Papa Roy, karna ini pertama kalinya dia ke jakarta. Tak selang berapa lama, Papa Roy menelfonnya.
''Asalamualaikum Nak Ilham, sekarang sudah sampai mana?'' tanya Papa Roy.
''Emm saya sudah sampai terminal Pak, lagi cari angkot,'' kata Ustad Ilham.
__ADS_1
''Ya Allah, gak usah naik angkot, supir bapak udah nunggun di depan terminal, dia bawa kertas namamu,'' kata Papa Roy.
''Apa ndak ngerepotin Pak?'' tanya Ustad Ilham yang merasa tidak enak.
''Gak sama sekali, ya udah samperin sana, kasian dia udah nunggu dari tadi,'' kata Papa Roy.
''Ohh nggeh Pak, Asalamualaikum,'' kata Ustad Ilham.
''Waalaikumsalam,'' kata Papa Roy.
Ustad Ilham mencari keberadaan supir Papa Roy dan akhirnya menemukannya.
''Asalamualaikum Pak,'' salam Ustad Ilham.
''Waalaikumsalam, ehh Mas yang namanya Ilham kan?'' tanya sang supir.
''Nggeh Pak,'' kata Ustad Ilham.
''Mana barang-barangnya Mas? mau saya taruh di bagasi," kata sopir.
"Ehh ndak usah Pak, biar saya saja,'' kata Ustad Ilham.
''Ya sudah kalo gitu,'' kata sopir.
Setelah memasukan barang ke bagasi, Ustad Ilham melanjutkan perjalanan menuju rumah Papa Roy. Beberapa menit kemudian, mereka sampai di rumah Papa Roy. Ustad Ilham yang melihat betapa mewah dan megahnya rumah Papa Roy hanya bisa mengagumi rumah itu.
''Masyaallah rumahnya bagus dan besar sekali,'' kata Ustad Ilham dalam hati.
''Asalamualaikum Bapak, Ibu,'' salam Ustad Ilham seraya mencium tangan Papa Roy dan menagkupkan tanggannya untuk memberi hormat pada Mama Ira.
''WaalaikumsalamY'' jawab mereka bersama.
''Bagaimana perjalanannya, apakah lancar?'' tanya Papa Roy.
''Alhamdulillah lancar Pak,'' jawab Ustad Ilham.
''Ini sedikit buah tangan dari kampung, mohon di terima,'' kata Ustad Ilham.
''Terima kasih Nak,'' kata Papa Roy.
''Mari masuk,'' kata Mama Ira.
Merekpun masuk kedalam dan Papa Roy mempersilahkan Ustad Ilham duduk.
Papa Roy memanggil Reno dan Anji.
''Nak Ilham, ini anak Bapak,'' kata Papa Roy.
''Hai Gua Anji,'' kata Anji yang langsung duduk disamping Ustad Ilham.
''Aku Reno,o' kata Reno sembari bersalaman dengan Ustad Ilham.
''Kalo Lula, dia sedang keluar. Sebentar lagi juga pulang,'' kata Papa Roy.
__ADS_1
Mereka pun berbincang-bincang membahas banyak hal, dan akhirnya Lula pulang.
''Aku pulang,'' kata Lula.
Serentak mereka menoleh kearah Lula termasuk Ustad Ilham. Ustad Ilham nampak terkesima melihat kecantikan Lula tapi itu hanya terjadi beberapa saat saja.
''Lula! Kan Papa selalu bilang kalo masuk rumah itu salam,'' kata Papa Roy.
''Iya pa, sorry,'' kata Lula hendak pergi tapi di hentikan oleh Papa Roy.
''Sayang kenalin, ini Ilham dia anak almarhum Pak Rahmat sahabat Papa,'' jelas Papa Roy.
''Hemm gua Lula, dah ya Pa, aku capek,'' kata Lula yang langsung meninggalkan mereka.
''Maaf ya Nak Ilham,'' kata Papa Roy.
''Nggeh Pak, nda papa,'' kata Ustad Ilham.
''Ya sudah kamu istirahat dulu, biar Anji yang anterin kamu,'' kata Papa Roy.
''Yok Ham ikut gua!'' kata Anji.
Ustad Ilham pun mengikuti Anji. Anji menjelaskan letak-letak kamar mereka dan kamar Ustad Ilham bersebelahan dengan kamar Lula.
''Oke ini kamar lo, lo bisa istirahat dulu,'' tutur Anji.
''Btw, gua mau tanya sama lo, kenapa lo mau nikah sama Lula? Ya bukan gimana-gimana tapi gua yakin Lula bukan tipe istri lu?'' tanya Anji.
''Saya menerima perjodohan ini karna Allah SWT Mas, tanpa paksaan siapapun,'' tutur Ustad Ilham.
''Lo yakin? Kalo lo gak yakin, ngomong sekarang karna gua gak mau sampe adik gua menderita,'' kata Anji.
''Insyaallah Mas,'' kata Ustad Ilham.
''Oke gua lega dengernya, tapi gua liat-liat lu cowok yang lembut banget ya dan gua yakin lo gak pernah berantem kan dan kalo ada yang nindas lo lu cuma bisa sabar, iya kan?'' kata Anji penasaran.
''Emm nggeh Mas,'' kata Ustad Ilham.
''Pass,emang lo ama Lula. Jodoh!'' kata Anji.
''Kalo lo bisa buat Lula nyaman dan bucin sama lo, dia bakal bikin lo jadi cowok paling bahagia di dunia ini. Jadi, lo harus bikin Lula nyaman sama lo, ngertikan?'' jelas Anji.
''Nggeh Mas, terima kasih nasehatnya,'' kata Ustad Ilham.
''Sante aja, gua lakuin ini juga demi adik gua,'' kata Anji.
'' Ya udah gua keluar dulu,'' kata Anji seraya pergi dari kamar Ustad Ilham.
Terima kasih sudah baca novelku😊
Jangan lupa komen dan like ya😄
__ADS_1