Imamku

Imamku
Keanehan Nindi


__ADS_3

Keesokan paginya, Lula mencoba menghubungi Devid kembali, tetapi hasilnya masih sama. Akhirnya Lula memutuskan untuk menghubungi sahabatnya.


Grup Whatsapp.


Lula : Hello everybody, gua mau kasih kabar. Kalau gua dah cabut dari rumah.


Devi : Lagi?


Lula : Ya.


Devi : Gimana ceritanya?


Lula : Gua critanya nanti aja kali ya? nunggu si Nindi, dari kemaren gua chat kagak bales dia. Apa dia sakit ya?.


Devi : Kalo sakit pasti dia chat kita.


Lula : Gimana kalo kita kerumahnya aja?


Devi : Ide yang bagus, tapi lo jemput gua ya!


Lula : Oke.


Lula bersiap-siap untuk menjemput Devi di rumahnya. Setelah rapi, Lula turun kebawah menuju mobilnya. Lula melajukan mobilnya, saat sedang fokus menyetir, tiba-tiba handphonenya berbunyi. Lantas Lula melihat hpnya untuk melihat siapa yang menelfonnya, tapi hanya tertera nomernya saja.


''Hallo.'' Sapa Lula.


''Asalamualaikum Lula.'' Kata orang di sebrang telfon.


''Siapa ya?'' Tanya Lula.


''Ini saya, Ilham.'' Jawab orang di sebrang telfon, yang ternyata dia adalah ustadz Ilham.


''Ohh lo, kenapa telfon gua?'' Tanya Lula.


''Saya hanya mencemaskan keadaan kamu. Emm apa kamu sudah makan?'' Tanya ustadz Ilham.


''Gua belum makan tapi lo tenang aja, gua lagi beli makanan kok.'' Kata Lula.


''Lo gak ngomong ke papa kan kalo gua di apartemen?'' Tanya Lula.


''Ndak, saya ndak bilang ke siapapun.'' Kata ustadz Ilham.


''Oke good, udah dulu ya gua lagi nyetir!'' Kata Lula.

__ADS_1


''Nggeh, hati-hati!. Asalamualaikum.'' Kata ustadz Ilham.


''Ya.'' Jawaban singkat dari Lula yang langsung menutup telfonnya.


''Dasar ustadz, gua yakin saat dia benar-benar cinta ke orang, pasti bucinya gak ketulungan.'' Kata Lula.


Tidak terasa Lula sudah sampai di depan rumah Devi, terlihat Devi berlari menuju mobil Lula.


''Yok!'' Kata Devi.


Lula melajukan mobilnya menuju rumah Nindi. Sesampainya di sana, Devi menekan tombol bel rumah.


Ting.


Tak selang lama, pembantu rumah Nindi membukakan pintu untuk mereka.


''Hai bi inah.'' Sapa Lula.


''Oh mbak Lula sama mbak Devi, cari non Nindi ya?'' Kata bi Inah.


''Iya bi, Nindinya ada kan?'' Tanya Lula.


''Ada mbak, non Nindi ada di kamar.'' Kata bi Inah.


''Ya udah bi, kita keatas dulu ya.'' Kata Lula.


Tok Tok.


''Nin, ini gua sama Devi. Kita masuk ya?'' Kata Lula seraya masuk ke kamar Nindi.


Mereka tidak melihat Nindi dimanapun, ternyata dia sedang duduk di balkon kamarnya. Nindi terlihat sedang melamun, sampai dia tidak mendengar kalau sahabatnya datang berkunjung.


''Woy! mikirin apa si sampe budeg gitu?" Kata Lula.


"Eh kalian, kapan datengnya kok gua gak denger kalian masuk si?" Tanya Nindi.


"Bukan gak denger, emang lo budeng aja. Hahaha.'' Ejek Lula.


Ejekan Lula hanya di balas senyuman oleh Nindi.


''Kita kesini karna Lula mau cerita kenapa dia bisa kabur dari rumah?'' Kata Devi.


''Kabur lagi? kenapa?'' Tanya Nindi.

__ADS_1


Lula pun menceritakan semua kepada sahabatnya.


''Ya alhasil gua ngambek dan kabur dari rumah.'' Kata Lula.


''Sebenarnya saat gua mau cabut, gua keciduk ama si ustadz. Untung aja dia bisa di ajak kerja sama.'' Kata Lula.


''Jangan-jangan pak ustadz suka sama lo, La!'' Kata Devi.


''Yang bener aja, tapi gak papa si. Dia bisa gua manfaatin.'' Kata Lula.


''Gila lo La, awas senjata makan tuan.'' Kata Devi.


''Oh ya, nanti kalo kartu kredit lo di blokir lagi gimana?'' Tanya Devi.


''Sante aja, gua udah masukin uang kekartu kredit pribadi gua. So, gua gak akan khawatir lagi.'' Kata Lula.


''Pinter lo ya.'' Puji Devi.


''Iya dong, Lula?'' Kata Lula dengan bangga.


Saat asik bercerita, Nindi nampak melamun dan tidak fokus. Lula heran dengan sahabatnya itu, biasanya apapun masalahnya mereka akan saling cerita.


''Nin lo kenapa si? kalo ada masalah cerita dong!'' Tanya Lula.


''Gua gak papa kok, cuma agak pusing aja.'' Kata Nindi.


''Ya udah, kita pulang aja ya Dev. Biar Nindi istirahat.'' Kata Lula.


''Oke, kita balik dulu ya. Kalo ada apa-apa kasih tau kita!'' Kata Devi.


''Pasti!'' Lata Nindi.


Lula dan Devi pergi dari rumah Nindi, Lula melajukan mobilnya keluar dari rumah Nindi.


Di mobil.


''Dev, lo ngerasa gak kalo Nindi agak aneh?'' Tanya Lula.


''Iya.. kalau misal dia sakit, pasti dia bakal minta aneh-aneh kekita. Ada apa ya?'' Tutur Devi.


''Gua juga binggung Dev. Mungkin dia lagi gak mau cerita, nanti pas dia mau cerita pasti dia cerita.'' Kata Lula. Tapi dirinya sendiri pun merasa ada hal yang di tutup-tutupi sahabatnya itu.


--------------------------------------

__ADS_1


Terima kasih telah membaca novelku😊


Jangan lupa vote dan like ya😊


__ADS_2